
Arfan dan Kiandra sudah kembali ke apartemennya setelah menyelesaikan masalah dengan Alvaro. Kiandra merasa bersyukur karena Arfan tetap mau bertahan disisinya. Walaupun dia tau kini kembarannya mengingikan Kiandra kembali padanya.
Rasa cinta yang dimiliki Kiandra pada suaminya begitu besar dibandingkan rasa yang dimiliki waktu dia masih menjadi kekasih Alvaro.
Kiandra kini memposisikan dirinya istirahat di atas tempat tidur. Dia merasa kelelahan dengan aktivitas hari ini mengunjungi rumah mertuanya. Tadi Mama Hanna sempat menyuruh Arfan dan Kiandra untuk bermalam disana tapi Arfan menolak karena tidak mau membuat hati Alvaro semakin terluka melihat kemesraan dia dan Kiandra. Arfan mencari alasan dengan mengatakan banyak perkerjaan yang harus dia selesai malam ini untuk menolak ajakan mama Hanna.
Sementara itu Arfan yang juga telah membersihkan diri dan mengganti pakaian,Arfan menaiki tempat tidur dimana Kiandra sudah menunggu dirinya. kini Arfan memposisikan diri di samping Kiandra sambil menyelesaikan pekerjaan menggunakan Laptop di pangkuannya.
"Langsung tidur ya?" ucap Arfan yang tau istrinya sedang memikirkan masalah tadi dengan Alvaro.
"Aku masih belum bisa tidur hubby, aku takut Alvaro tidak mau menyerah untuk mendapatkan aku kembali!", ucap Kiandra yang masih gusar.
__ADS_1
"Kamu tenang saja, aku yakin Varo bisa mengikhlaskan hubungan kita berdua. Kini kamu istriku, aku akan perjuangan cinta kita. Meski harus menghadapi Alvaro untuk kamu", ucap Arfan yang meletakkan laptopnya diatas nakas.
"Udah malam banget, kasihan anak kita diajak bergadang. Apalagi hanya membahas hal yang tidak penting ".
"Jangan bahas itu lagi Ok?", sahut Arfan sambil merebahkan tubuh disamping istrinya dan memberikan kecupan hangat di kening kiandra.
Kiandra mengangguk, Entah dapat keberanian darimana Kiandra langsung mengecup bibir suaminya. Arfan yang mendapat serangan tiba-tiba dari istrinya membalas kecupan bibir istrinya. Sesapan yang lembut namun bergelora.
Tubuh Arfan semakin memanas ketika mendengar de- sahan dan *rangan dari bibir Kiandra disela pertautan bibir mereka. Kiandra membalas sesapan bibir suaminya dan melingkarkan tangannya di leher suaminya.
Arfan menyusuri kecupan kebagian tubuh kiandra yang lainnya. Erang-an Kiandra tak tertahankan saat merasakan kecupan lembut yang kemudian berubah menjadi gigitan kecil, yang membuat tubuhnya meremang. Hal ini membuat naf su Arfan bergejolak.
__ADS_1
Entah sejak kapan Arfan meloloskan pakaian yang melekat di tubuh kiandra, gadis itu sama sekali tidak menyadarinya.
"Huu-bby.. " , de-sah kiandra saat Arfan semakin dalam menyesap dadanya, kiandra mere mas rambut suaminya dan menekankan kepala pria itu, menciptakan denyutan menggila di bagian bawah tubuhnya. ia ingin menuntaskan rasa yang membelunggu dirinya.
Seakan mengerti keinginan istrinya, Arfan melepaskan pakaian di tubuhnya. Ia ingin memanjakan hasratnya dengan penya tuan mereka. Kiandra menahan nafas kala merasakan benda tumpul menyapa bagian intinya. E-ra ngan gadis itu kembali terdengar kala Arfan menggerakkan tubuhnya. Semula lembut dan perlahan namun lama kelamaan berubah semakin cepat.
Gerakan tubuh Arfan semakin tidak teratur, deru nafas serta e- ra ngan keduanya ikut menyatu di keheningan malam.
"Hu bby.. Mmm Aagghh", Kiandra merasa tak sanggup lagilagi, sekujur tubuhnya bergetar lalu kemudian me na gang merasakan kenikmatan yang terasa menghentak dan menggulungmenggulung dirinya. Sementara Arfan semakin cepat memacu tubuhnya hingga beberapa saat kemudian kiandra merasa tubuh Arfan ikut me ne gang.
Sayang.. Aghh, kepala Arfan mendongak ke atas dengan mata yang terpejam. Kiandra merasakan semburan hangat di intinya yang bersatu dengan miliknya.
__ADS_1