
Di kamar lain tepatnya kamar Arfan dan Kiandra. Kiandra tampak sedang menyusui baby Kai karena seharian tadi bayi itu hanya minum susu dalam dot yang sebelumnya Asi kiandra sudah di pompa untuk bayi tersebut.
"Hubby,, "
"Ada apa sayang ku? Apa puasaku sudah selesai? Apa aku... ?"
"Ih hubby pikirannya kesana melulu? Sabar hubby tinggal beberapa hari lagi".
"Sudah tidak sabar sayang. Hubby kan juga ingin menikmati malam yang indah seperti pasangan disebelah".
"Tadi sayang memanggil hubby kenapa?"
"Gimana mau ngomong nya ya? Tapi hubby jangan marah?"
Arfan hanya menaikan satu alisnya mendengar permintaan yang akan di ajukan kiandra. "Memangnya kamu mau minta apa?"
"By.. apa aku boleh melanjutkan kuliah aku kembali?"
"Kenapa kamu tidak istirahat saja di rumah? mengurus baby Kai?"
__ADS_1
"Tapi kuliah ku tinggal menyelesaikan skripsi saja lagi. nanggung kalau harus putus di tengah jalan. Boleh ya by?"
"Terus bagaimana dengan baby Kai kalau kamu pergi kuliah?"
Kiandra juga bingung dengan permasalahan dia ini. satu sisi dia ingin mendapatkan gelar sebagai seorang dokter seperti Cita-citanya dahulu. Tapi disisi lain dia sekarang sudah memiliki seorang anak yang butuh dirinya.
Kiandra hanya bisa mengangkat bahunya, dia juga merasa bingung akan permasalahan yang dia hadapi.
"Apa kamu mau di beri pengasuh bayi saja. Tapi pengasuh itu juga akan selalu bersama kamu sayang".
"Maksud hubby gimana nih, Aku masih tidak mengerti?"
"Sayang kan ingin melanjutkan kuliah. jadi pengasuh baby kai juga akan ikut kemampun sayang pergi. jadi saat nanti baby Kai mau ***** sayang sayang tidak perlu repot harus segera pulang".
"Aku setuju. Thanks my hubby. Dimana harus aku cari suami seperti ini the best?", Kiandra kembali mengecup seluruh wajah Arfan.
"Apapun untuk kamu sayang".
"Kamu tidak perlu repot- repot mencarinya. Aku sudah ada disini untukmu", balas Arfan narsis.
__ADS_1
hahahaha mereka berdua sekarang tertawa melihat kekonyolan mereka. "Ooek ooeek "suara tangis baby Kai membuat mereka segera membekap mulut.
"Cup cup anak mommy dan daddy merasa di abaikan ya? Maafin Mommy daddy ya sayang".
Mereka kini memilih mengistirahatkan tubuh di ranjang dimana baby Kai berada di tengah mereka.
***
Sedangkan di kamar sebelah nampak Alvaro dan Lidya terlihat canggung dengan berada satu kamar yang sama.
Lidya sedang duduk di sofa kamar sambil meremas ujung piyamanya karena gugup dengan situasi saat ini. Selama ini Lidya tidak pernah berpacaran atau dekat dengan laki- laki. Lidya selalu di sibukan mencari tambahan uang dengan bekerja part time sepulang sekolah.
"Bagaimana ini aku harus tidur dimana?", batin Lidya.
Alvaro saat ini berselojoran di ranjang dengan bersandar di kepala tempat tidur sambil main HP. Alvaro sesekali mencuri pandang ke arah lidya, dia melihat kegugupan dari tingkah Lidya .
"Kamu tidurlah di ranjang ini", ucap Alvaro sambil menepuk sebelah ranjangnya yang masih kosong.
"Ti ti tidak usah kak. Aku tidur di sofa ini saja", Lidya mulai merebahkan diri di sofa.
__ADS_1
"Badan kamu akan sakit tidur disana!! Kamu kemarilah! Kasur ini masih luas untuk kita berdua!".
Lidya mulai berjalan ke arah sisi ranjang yang masih kosong. Lidya meletakkan guling sebagai pembatas di tengah ranjang, dan mulai tidur.