Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku

Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku
BAB 37


__ADS_3

Setelah urusannya dari perusahaan Flower selesai dia melajukan mobil ke cafe sahabat yang bernama Adit. Sejak kecelakaan itu baru kini dia bertemu dengan sahabatnya itu lagi.


" Varo, Loh Alvaro kan? Loh sudah sadar? ", ucap Adit yang tidak percaya bisa bertemu Alvaro lagi. " Kapan Loh sadarnya? "


" Iya ini gue bro, Bagaimana kabar Rendi ? Gue sadar baru kira-kira satu bulan ini ", ucap Alvaro.


" Loh tidak tau keadaan Rendi? Apa orang tua lo tidak mengatakannya? "


"Memang kenapa dengan Rendi?, Ucap Alvaro mengernyitkan keningnya.


" Rendi dinyatakan meninggal menuju ke rumah sakit saat kecelakaan itu! Loh saat itu juga kritis" ucap Adit.


pesanan yang dipesan Alvaro akhirnya datang menghentikan pembicaraan mereka. Sedangkan Asyik menyantap hidangan sayup-sayup terdengar suara perempuan bernyanyi dengan merdu. Lagu yang menggambarkan perasaan Alvaro saat ini.


*Ini salahku


Terlalu memikirkan egoku


Tak mampu buatmu bersanding nyaman dengan ku


Hingga kau pergi tinggalkan aku


Terlambat sudah


Kini kau telah menemukan dia


Seseorang yang mampu membuatmu bahagia


ku ikhlaskan kau bersanding dengan nya


Aku titipkan dia


Lanjutkan perjuangan ku untuknya


Bahagiakan dia, Kau sayangi dia


Seperti ku menyayanginya

__ADS_1


Kan ku ikhlaskan dia


Tak patas ku bersanding dengannya


Kan ku terima dengan lapang dada


Aku bukan jodoh nya*


Sepenggalan lirik itu membuat Alvaro menangis meratapi nasibnya yang sudah mencintai Kiandra. Tapi kini sudah terlambat. Alvaro menatap pada gadis yang sedang bernyanyi di atas panggung itu. Seorang gadis belia yang cantik, tinggi, dan berkulit putih. "Siapa gadis itu?", tanya Alvaro pada Adit sahabatnya.


"Gadis yang mana kamu maksud?", tanya Adit karena sibuk dengan ponselnya dan tidak memperhatikan arah pandangan Alvaro.


"Gadis yang sedang bernyanyi itu?", ucap Alvaro


"Ohh.. itu Lidya, dia bekerja menghibur di cafe ini sampai sore. Dia masih SMA kelas tiga".


"Kenapa loh bertanya tentang dia?".


"Tidak ada, Gue suka saja dengan suaranya".


"Loh bernyanyilah disana. Sudah lama tidak mendengarkan suara loh!".


"Silakan Pak", ucap gadis itu.


"Aku bukan bapak mu! Kapan aku punya anak kayak kamu", ucap Alvaro ketus.


"Sudahlah Varo, jangan berantem disana! Jadi nyanyi nggak nih?", teriak Adit menghentikan perdebatan itu.


"Ini pak gitarnya!", Gadis itu menyerahkan Gitar pada Varo.


"Hai.. Aku temani aku nyanyi disini!", Alvaro segera menahan gadis itu untuk turun.


"Baiklah".ucap gadis itu kembali duduk di samping Alvaro.


"Mau nyanyi lagu apa, Pak?", Ucap gadis itu. Alvaro yang mendengar selalu di panggil Bapak menahan rasa kesalnya.


Alvaro mulai memetik senar gitarnya dan mulai mengeluarkan suara merdunya dan berduel dengan Lidya.

__ADS_1


Pagi telah pergi


Mentari tak bersinar lagi


Ntah sampai kapan ku mengingat


Tentang dirimu


Ku hanya diam


menggenggam menahan sgala kerinduan


memanggil namamu


Disetiap malam


Ingin engkau datang dan hadir


Dimimpiku Rindu


Dan waktu kan menjawab


Pertemuan ku dan dirimu


Hingga sampai kini


Aku masih ada disini


Ku hanya diam


menggenggam menahan sgala kerinduan


Memanggil namamu disetiap malam


Ingin engkau datang dan hadir


Dimimpiku Rindu

__ADS_1


Semua pengunjung cafe bertepuk tangan mendengarkan kolaborasi yang bagus antara Alvaro dan juga Lidya. Setelah menyanyi lagu Alvaro kembali ke meja yang masih ada Adit yang menunggunya.


__ADS_2