
Kiandra tetap melahap makanannya dengan lahap tanpa mempedulikan temannya yang heran melihat dia makan seperti tidak pernah makan lama. "Gila ini anak emang kesurupan sepertinya?", ucap Indah sambil menoel-noel pipi chubby Kaisar.
"Mungkin karena hamil jadi perutku terasa lapar", jawab santai Kiandra.
"Loh hamil lagi? Gila baby Kaisar saja masih berusia 6 bulan dan Loh sudah isi lagi", ucap Silla tidak percaya.
" Kalau anugrah itu di syukuri Silla indah. Bukan diumpat atau malah di gugurkan. Banyak yang di luaran sana yang sudah lama menunggunya tapi masih belum juga diizinkan memilikinya", jawab Kiandra.
"Sorry bukan maksud kami bilang kamu gila. Benar kata kamu banyak diluaran sana yang menunggu dititipin kepercayaan buat memiliki anak tapi belum juga diizinkan seperti Author yang nulisnya ini contohnya", ucap indah merasa bersalah.
"Kami hanya takjub saja sama kamu cepat juga benih kak Arfan tubuh di rahim kamu".
"Selamat ya", ucap mereka berdua serempak.
__ADS_1
"Terus apa kamu mengambil cuti lagi?", tanya Indah.
"Tidak. Aku kan hanya tinggal ujian komprehensif dan sarjana saja lagi. Itu tidak akan memberatkan bagiku".
***
Malam pun tiba, Seperti biasanya semua anggota keluarga telah berkumpul di ruang makan untuk menyantap hidangan makan malam. Tidak seperti malam sebelumnya, Malam ini Arfan menyantap hidangan makan malam dengan lahap dia tidak merasa mual. Lain dengan Lidya yang merasa mual melihat sub daging iga yang tersaji.
Setelah makan malam Arfan memilih bermain dengan Kaisar Yang masih belum tertidur. Kaisar tadi sore tertidur pulas sampai menjelang magrib. Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 21.30 malam tapi Mata baby Kaisar masih meyalang sempurna. Sementara mommy Kiandra sudah memasuki alam mimpi sedari tadi.
Arfan menonton sambil mengelus punggung baby Kaisar berharap bocah itu akan segera tidur juga. Mata Arfan sudah mulai terasa berat dan tidak lama Arfan sudah tertidur dalam posisinya.
Kaisar Yang merasa pelukan daddy Arfan yang sudah mulai melemah Kaisar menurunkan tubuhnya dan mulai merangkak mencari apa yang bisa iya gapai. Kaisar kini sudah mulai merangkak menaiki anak tangga.
__ADS_1
Alvaro yang kebetulan mau mengambil air di dapur berjalan turun ke lantai bawah. "Astaghfirullah". Alvaro begitu terkejut melihat Kaisar Yang sudah berada di atas anak tangga kedua. Alvaro segera berlari turun mengambil Kaisar dan menggendongnya.
"Pa pa pa pa", ucap Kaisar
"Sayang kenapa kamu bisa ada disini", ucap Alvaro khawatir.
Alvaro melihat ruang keluarga yang sudah berantakan ulah Kaisar, dan seseorang yang tertidur di lantai ruang keluarga. Melihat orang itu terlelap Alvaro segera memukul pundaknya untuk membangunkan Arfan. "Bangun bangun", ucap Alvaro.
Merasa terusik Arfan mengerjapkan matanya. Arfan mulai mengumpulkan kembali kesadarannya. "Bro loh ngapain tidur disini? Apa loh tidak tahu Kaisar tadi sudah merangkak sampai anak tangga?", ucap Alvaro emosi.
"Maaf gue ngantuk banget", ucap Arfan yang melihat sekelilingnya sudah berantakan.
"Untuk dia tidak sampai jatuh", ucap Alvaro emosi.
__ADS_1
Mendengar suara gaduh dari luar membuat Kiandra terbangun dan melihat suami dan baby Kaisar tidak berada di sampingnya. Kiandra segera keluar kamar dan melihat apa yang telah terjadi.
"Ada apa ini?", ucap Papa Arif yang juga keluar kamar.