Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku

Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku
BAB 76


__ADS_3

Lidya masih merasa tidak selera makan. tapi melihat perhatian Alvaro untuknya Lidya mulai membuka mulutnya menerima suapan itu. Tak terasa makan itu habis di makannya. "Setelah ini kamu Siap-siaplah kita akan pergi ke dokter", ucap Alvaro.


Alvaro memilih keluar kamar dan menghampiri Adit yang masih duduk di ruang tamu sambil meminum kopi panas buatan Ibu.


"Alvaro mari kita makan siang dulu. Ibu sudah masak dan Ajak juga temannya", ucap Ibu menghampiri Alvaro.


Di meja makan sudah terhidang sambal ikan bilih goreng dan capcay sayuran. ikan bilih adalah ikan yang berasal dari danau Singkarak yang terdapat di kabupaten Solok. Mereka menikmati makan siangnya.


Seperti rencana Alvaro setelah ini dia berniat membawa Lidya ke rumah sakit untuk mengecek kondisi Lidya. "Bu dekat sini dimana letak rumah sakitnya buk?", tanya Alvaro.


"Disini tidak ada rumah sakit Varo. Emang siapa yang sakit?"


"Kan Lidya sakit buk, jadi sebaiknya di bawa ke rumah sakit".

__ADS_1


"Menurut Ibu sih Lidya tidak perlu dibawa ke rumah sakit. Nak Varo beli saja testpack di apotik. Ibu rasa Lidya sedang hamil", ucap Ibu santai.


Mendengar penjelasan Ibu, Alvaro langsung pergi mencari apotik terdekat dan mencari alat tes kehamilan itu. "Titip Lidya buk. Varo mau ke apotik dulu", Alvaro segera berangkat.


Sesuai dengan saran Ibu Kiandra, Lidya melakukan apa yang di perintahkan suaminya. Prediksi Ibu ternyata benar hasil tes itu menunjukkan bahwa Lidya saat ini sedang hamil. Tapi sayang mereka belum bisa mengetahui berapa usia kandungan Lidya saat ini. "Sayang nanti sore kita pulang ke rumah ya. Biar kita bisa cek kondisi kehamilan kamu", bujuk Alvaro.


Akhirnya Lidya mau di ajak pulang oleh Alvaro. Sebelum pulang Alvaro juga menyampaikan pada Ibu bahwa saat ini Kiandra juga sedang hamil. Alvaro juga menyampaikan bahwa mereka akan pulang sore nanti.


"Wah cucu Ibu nambah lagi. Nanti Ibu titip sesuatu untuk Kiandra. Tolong nanti kamu kasih pada Kiandra".


Menjelang Isya Alvaro sudah kembali ke rumah bersama Lidya. "Lidya akhirnya kamu pulang juga. Kakak sudah kangen sekali sama kamu", ucap Kiandra langsung memeluk Lidya.


"Lidya kakak ada kabar baik. Saat ini kakak sedang hamil", ucap Kiandra antusias.

__ADS_1


"Aku juga kak, Saat ini Lidya juga sedang hamil", ucap Lidya malu.


"Wah itu bagus. Jadi nanti anak kakak akan anda temannya. Apalagi kita nanti kita akan sama-sama berbagi cerita tentang kondisi kandungan kita".


Mama Hanna baru saja turun dari kamarnya dan menghampiri menantunya. "Akhirnya kita bisa berkumpul lagi. Kamu jangan pergi lagi ya? Kalau kamu kesal dengan Alvaro, kamu bisa sampaikan pada mama".


"Mama pasti bahagia dengar kabar ini. Mama akan mendapatkan cucu dari Kia dan juga dari lidya, Mah", ucap Kiandra .


"Benaran. Kamu saat ini sedang mengandung juga?", tanya Mama Hanna semakin bahagia.


"Iya, tapi lidya belum tahu berapa usianya", ucap Lidya. "Besok baru akan di bawa ke dokter sama kak Alvaro".


"Tidak masalah. Pokoknya kalian berdua harus menjaga kandungan kalian jangan terlalu capek", ucap Mama Hanna.

__ADS_1


Setelah berbicara itu kini mereka sudah duduk di meja makan untuk menyantap hidangan makan malam. Arfan kembali merasa mual mencium aroma makan malam. Hal sama juga dialami Lidya.


"Kenapa Kak Arfan merasa mual juga ya? Sama seperti aku dan Kak kiandra terlihat santai saja", bisik Lidya pada Alvaro.


__ADS_2