Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku

Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku
BAB 64


__ADS_3

Hampir setengah jam Alvaro menunggu Lidya Istrinya keluar dari kamar mandi tapi masih tidak terlihat pergerakan dari dalam. "Sayang kamu sedang ngapain di dalam? Kamu tidak papa kan di dalam itu?".


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka menampilkan Lidya keluar dari situ sangat cantik, yang kini telah berganti pakaian dengan sebuah lingerie berwarna violet. Memperlihatkan lekuk tubuh langsing dan kulit putih Lidya yang membuat Alvaro terpana akan kecantikan Istrinya. Alvaro menelan saliva melihat penampakan ini yang membuat hasrat kelelakianya naik minta di tuntaskan.


Perlahan Lidya melangkah ke arah Alvaro suaminya secara perlahan dengan senyuman yang mengembangkan dari bibirnya. Lidya berhenti melihat Alvaro kini.


Glek


Lidya menelan salivanya susah melihat Alvaro berjalan ke arahnya. " Ya Tuhan , selamatkan aku".


"Wah kamu sudah siap rupanya?", Alvaro semakin mendekat ke lidya yang kini hanya mematung. Sibuk dengan pemikirannya sendiri.


Lidya terkesiap saat tiba-tiba tangan Alvaro sudah melingkar di pinggangnya dengan wajah mereka yang kini sangat dekat. Jantung Lidya kini langsung berdetak sangat kencang, bahkan mungkin Alvaro pun bisa mendengarkan nya saat ini.

__ADS_1


"Apa kamu sudah siap sayang?", Alvaro berbisik lembut di telinga Lidya.


Lidya tergagap saat ini sambil mengedip-ngedipkan mata karena aneh dengan keadaan ini.


"Kenapa kamu sayang mengemaskan hem?", Alvaro menarik hidung yang sedikit mancung itu membuat Lidya mendengus kesal.


ish.. Kakak sakit tau". ucap Lidya yang memegang hidungnya yang tadi ditarik Alvaro.


Alvaro terkekeh melihat istrinya itu, "Kamu sangat lucu sayang?".


Tanpa aba-aba Alvaro melabuhkan kecupan di bibir ranum Lidya yang mayun tersebut.


Cup


"Kamu mencoba merayuku hem", Alvaro berucap setelah dia melepaskan ciuman singkatnya.

__ADS_1


"Ya, Siapa yang hemm", belum juga Lidya melanjutkan omongannya Alvaro kembali menautkan bibir mereka.


Tidak ada penolakan dari Lidya, dia sadar hal ini akan terjadi cepat atau lambat pastinya. Karena itu memang yang biasanya dilakukan oleh pasangan suami istri. Yang harus dilakukan Lidya hanya menikmati setiap hal yang dilakukan oleh suaminya padanya. Tangan Lidya bahkan kini telah mengalung sempurna di leher Alvaro suaminya. Sedangkan tangan Alvaro kini mendekap pinggang Lidya semakin erat.


Lama mereka berciuman dan saling membelit lidah meluapkan hasrat mereka yang telah lama mereka pendam. Bahkan setiap pergerakan mereka sudah tidak ada lagi kecanggungan lagi.


"Sudah siap sayang?", Alvaro bertanya setelah melepaskan tautan bibir antara mereka. Lidya mengangguk pasrah selain ia sadar ini merupakan kewajibannya sebagai seorang istri, yang selalu diingatkan Kiandra padanya. Dia pun Sama-sama sudah terbakar gairah.


Alvaro mengangkat tubuh Lidya dan menggendong tubuh istrinya tersebut membawanya ke tempat tidur king size milik mereka. Alvaro meletakkan tubuh istrinya dengan sangat hati-hati dan kemudian dia naik keatas tubuh Lidya dan mendukungnya. Tak menunggu lama Alvaro kembali menautkan bibir mereka. Ciuman itu makin lama makin menuntut. Keduanya kini Sama-sama terbakar gairah yang sangat besar.


Ciuman Alvaro kini turun ke leher jenjang Lidya dan mulai memberikan tanda kepemilikannya disana.


"Aaahhh", Lidya mendesah saat Alvaro melakukannya. Seperti ada gelejar yang mengalir pada tubuh Lidya. Seperti sengatan aliran listrik namun aneh Lidya tidak dapat menolak apa yang dilakukan Alvaro padanya.


**Jangan lupa like, vote dan komentarnya ya👍👍👍

__ADS_1


Ingin tau keseruannya juga lupa like yang banyak 😂😂😂**


__ADS_2