Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku

Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku
BAB 79


__ADS_3

Kiandra kembali ke rutinitasnya pergi ke kampus. Saat ini Kiandra hanya akan menyiapkan keperluan untuk segera melakukan ujian komprehensif sebelum dia mendapatkan gelar dokternya. Jadi walaupun saat ini Kiandra hamil, Tapi kuliahnya ini tidak menganggu kehamilannya seperti sebelumnya dia harus mengambil cuti.


Arfan juga berangkat ke perusahaan untuk menjalani rutinitasnya sebagai CEO dan akan selalu didampingi oleh asisten Jefri.


Sementara Alvaro dan Lidya akan berangkat ke rumah sakit untuk mengecek kandungan Lidya. Sesampainya disana mereka segera melakukan pemeriksaan USG pada Lidya. Saat ini di ketahui usia kandungan Lidya sudah menginjak 12 minggu.


***


Arfan kembali menginginkan sesuatu untuk di makan waktu makan siangnya. Arfan segera menghubungi asisten Jefri untuk mencarikan makanan itu.


"Jefri tolong kesini", perintah Arfan dari balik sambungan telepon. Asisten Jefri yang mendapat panggilan itu segera mendatangi Arfan.


"Iya tuan".


"Tolong kamu belikan saya sekarang martabak mesir", perintah Arfan.


"Maaf tuan jam 11 ini mana ada warung martabak yang sudah buka tuan", Ucap Asisten Jefri tegas.

__ADS_1


"Apa sekarang kamu sudah pandai membantahku. Cepat carikan sebelum jam makan siang", ketus Arfan.


"Baiklah. Aku akan suruh Udin saja yang carikan", Jawab Asisten Jefri.


"Aku kan sedang menyuruh kamu. kenapa kamu melemparkannya pada OB?", Jawab Arfan kesal.


"Kalau aku yang pergi siapa yang menghandel pekerjaan ku?", ucap Asisten Jefri tak kalah ketus.


"Terserah. pokoknya sebelum jam makan siang sudah ada", ucap Arfan lagi. Dasar asisten sialan, lo berani membantah bosmu. "


"Tentu kenapa tidak bos", Ucap Asisten Jefri santai. Asisten Jefri adalah sahabat terbaik Arfan yang dia ajak bergabung mengurusi perusahaan.


"Loh kenapa sih, Seperti orang ngidam saja yang meminta hal yang aneh-aneh", tanya Jefri melihat Bosnya yang gelisah.


"Benar gue lagi ngidam. Kiandra kan lagi hamil anak gue, kembar lagi", jawab Arfan bangga.


"Jadi loh ngidam yang aneh karena bini loh hamil. Selamat bro".

__ADS_1


Setengah jam kemudian Udin akhirnya datang juga membawa pesanan sang bos. "Kenapa kamu lama sekali? Apa kamu langsung membelinya di Mesir?", ucap Arfan ketus.


"Maaf tuan. Saya terpaksa mencarinya di rumah pedagangnya langsung", ucap Udin takut.


"Kamu keluarlah", ucap asisten Jefri. Udin pun segera melarikan diri dari ruangan itu takut kena pecat.


"Loh ini aneh. benar kata Udin jam segini susah mencari makanan yang biasa ada waktu malam. Sudah di dapatnya sudah untung itu. Sekarang makanlah", ucap asisten Jefri tenang. Dalam hati dia bersyukur bahwa bukan dia yang mencari makanan itu tadi.


Di kampus Kiandra juga memesan makanan begitu banyak. Baby sitter yang selalu menjaga Kaisar tidak percaya akan banyaknya pesanan sang majikan. Kiandra begitu lahap menghabiskan semua makanannya. Mahasiswa yang melihat Kiandra juga tidak percaya. Wanita yang bertubuh kecil itu bisa menghabiskan makanannya sendirian.


"Mbak pesanlah makanan untukmu. Jangan hanya melihat aku saja", ucap Kiandra lembut.


"Nanti saja Nona".


Silla dan juga Indah yang sedang berjalan menghampiri Kiandra tekejut melihat porsi makan Kiandra. "Loh kesurupan? ", tanya Silla yang langsung mengambil Kaisar dari gendongan babysitter nya.


"Mbak makanlah. biar Kaisar sama saya saja", ucap Silla. Babysitter itu langsung memesan pesanannya.

__ADS_1


*Jangan lupa like, vote dan komentarnya. 🙏🙏🙏❤❤❤


__ADS_2