Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku

Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku
BAB 95


__ADS_3

Siang ini Arfan dan asisten Jefri melajukan mobilnya membelah jalan menuju rumah orang tua nya. Arfan ingin melihat perkembangan baby twins yang sudah berusia satu minggu. Setengah jam perjalanan yang mereka tempuh, Kini Arfan sudah sampai di perkerangan rumah. Sementara asisten Jefri kembali melajukan mobil ke perusahaan kembali.


Arfan melangkahkan kakinya ke dalam rumah. Di ruangan tamu Arfan mendengar suara tangis baby yang saling bersahutan seperti sebuah paduan suara. Arfan mempercepat langkahnya ke arah suara tangisan itu.


Arfan mulai membuka pintu kamar baby twins. Arfan melihat baby twins yang berada di gendongan baby sitternya menangis. Arfan semakin melangkah masuk.


"Hemm", Arfan berdehem untuk memberitahu ada keberadaan disini.


Dua baby sitter itu segera menoleh ke arah asal suara. Arfan segera mengambil salah satu dari baby twins dalam gendongannya.


"Sini !! Berikan bayi mungil itu kepada ku!", perintah Arfan.


"Ini tuan", salah satu baby sitter itu memberikan baby girl ke tangan Arfan. Arfan dengan sigap menerima anaknya itu.


Arfan mencium kedua pipi baby dalam gendongannya.

__ADS_1


Cup


"Sayangnya daddy. Jangan nangis lagi. Ada daddy disini", Baby yang berada dalam gendongannya ini langsung terdiam merasakan keberadaan daddynya.


Arfan kembali menyerahkan baby itu pada pengasuhnya. Arfan kemudian menggendong baby boy yang satu lagi. Arfan memberikan kecupan di pipi baby boy dan seperti kembarannya baby boy langsung terdiam.


Mama Hanna yang diberitahu bahwa Arfan pulang segera menemui putranya. Mama Hanna yang sedang bermain dengan Kaisar di taman belakang segera menghampiri.


"Daddy", ucap Kaisar Yang sudah bisa berbicara walau masih susah. Arfan menyamakan tingginya dengan putra pertamanya segera merentang tangan dan bersiap menyambut Kaisar berlari ke arahnya.


"Anak daddy sudah besar". Arfan mengecup kedua pipi putranya dan menggendong nya dan memutar tubuh Kaisar. Kaisar yang menerima perlakuan itu tertawa bahagia.


"Mommy masih sakit sayang! Sabar ya?", ucap Arfan yang mengerti maksud Kaisar.


"Daddy.. Mommy hiks hiks hiks?", tangis Kaisar yang menjulurkan sebelah tangannya ke arah luar. Arfan paham maksud putranya ini yang ingin bertemu Kiandra.

__ADS_1


Mendengar suara tangis Kaisar, baby twins juga ikut menangis. Maka kembali lah mereka pusing cara mendiamkan tiga anak itu. "Ma, bagaimana ini?", tanya Arfan pusing.


Mama Hanna hanya mengangkat bahu bingung. "Arfan bawa Kaisar keluar kamar. Kalian coba kembali diamkan baby twins", seru Mama Hanna yang melangkah keluar diikuti Arfan yang masih menggendong Kaisar. "Kay nanti kita temui mommy. Diam dulu ya sayang", ucap Arfan mengelus rambut Kaisar. Mendengar penuturan daddynya Kaisar kembali diam.


"Bagaimana kondisi istri kamu sekarang? Apa ada perkembangan?", Tanya mama Hanna yang mendudukkan tubuhnya di sofa ruang keluarga dan diikuti Arfan.


"Masih belum ada perkembangan", jawab Arfan frustasi.


" Yang sabar. kita do'a kan supaya Kiandra segera sadar", mama Hanna mengelus lengan Arfan untuk memberi ketenangan.


"Siapa nama baby twins, Fan? Sampai sekarang kami masih belum tau nama baby twins", tanya Mama Hanna.


"Aku ingin meberi nama anakku di depan Kiandra", jawab Arfan lagi.


Arfan memikirkan perkataan mamanya. Arfan kembali masuk ke kamar baby twins dan melihat anaknya yang akhirnya tertidur di box bayi. Mama Hanna mengikuti Arfan .

__ADS_1


*


Jangan lupa like, vote dan komentar nya. Terima kasih. 😘😘😘


__ADS_2