
Sosok laki-laki seperti Arfan yang cerdas, tegas dan tanggap dalam dunia bisnis menjadi penilaian tersendiri bagi kebanyakan wanita. Diam seorang yang bertangan dingin dalam menjalankan usaha dan hal ini membuat perusahaan semakin berkembang keberbagai sektor usaha.
Di perusahaan Flower duduk di kursi kebesaran seorang wanita cantik dan di temani asistennya, Siapa lagi kalau bukan Nona Saras yang sedang disibukkan dengan pekerjaannya. "Mimi menurutmu apa Tuan Arfan sudah memiliki kekasih?", Pertanyaan itu membuat asistennya melirik kearah atasannya tersebut.
Dari wajah atasannya itu nampak ketertarikannya terhadap rekan bisnisnya Tuan Arfan seorang CEO dari Arifin Group. (maaf aku lupa nama perusahaannya, Jadi harap maklum).
"Kalau untuk hal itu aku tidak tahu Nona, untuk apa nona menanyakan pertanyaan itu?".
"Apa Nona tertarik dengan tuan Arfan?".
"Iya aku tertarik dengan pria seperti tuan Arfan?".
"Seandainya tuan Arfan sudah memiliki kekasih, bagaimana Nona?", tanya Mimi pada atasannya itu.
"Aku akan tetap mendekatinya, dengan adanya kerja sama ini maka aku akan memiliki peluang untuk menarik perhatian tuan Arfan.
"Aku hanya bisa mendo'akan Nona saja!!, Tapi kalau masalah hati tidak ada yang tahu!!
"Apa kamu meremehkan diri ku?", sarkas Saras yang tidak suka dengan kata-kata terakhir asistennya itu.
__ADS_1
"Maaf Nona, saya tidak bermaksud meremehkan Nona. Saya hanya mau bilang Jodoh, Rezeki, Maut siapa yang tau! Itu saja", Setelah menyampaikan itu Mimi segera meninggalkan ruangan atasannya.
"Berani dia meremehkan ku?, Ahh sudah lah".
***
Tok tok tok
"Masuk.. "
Terdengar bunyi ketukan pintu yang menghentikan pekerjaan Arfan. Maaf tuan ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda!, Kiandra yang masih berada di ruangan itu berniat untuk pulang saja. Dia tidak mau mengganggu suaminya yang memiliki tamu.
"Kia, Kamu nantinya pulang dengan kakak saja". ucap Arfan.
"Siapa yang ingin menemui saya?", tanya Arfan pada sekretaris.
"Nona Saras dari perusahaan Flower, tuan", ucap sekretarisnya sambil menundukan kepala.
"Bukan kah kerja sama dengan Perusahaan Flower di tangani oleh asisten Jefri", ucap Arfan merasa bingung.
__ADS_1
"Tolong kamu panggilan asisten Jefri ke ruangan saya. Masalah Perusahaan Flower suruh mereka menunggu dulu!", sahut Arfan dengan tegas.
"Baik tuan".
Tidak beberapa lama terdengar suara ketukan pintu. Setelah telah di persilahkan masuk, muncul sosok asisten Jefri di depan pintu.
"Maaf tuan ada apa memanggil saya?, tanya Asisten Jefri.
Sebelum menjawab pertanyaan asistennya. Arfan terlihat dulu mengajak Kiandra beristirahat di ruang pribadinya yang sudah memiliki fasilitas tempat tidur dan TV disana. Kemudian Arfan kembali ke ruang kerja.
Disana terlihat Asisten Jefri duduk di sofa menunggu tuannya. Arfan juga duduk di depan kursi asistennya.
"Tadi sekretaris ku bilang ada perwakilan dari perusahaan Flower kesini!!, bukankah urusan yang menyangkut kerja sama kita dengan perusahaan itu sudah aku serahkan sepenuhnya pada kamu?", ucap Arfan dengan tegas.
"Iya tuan, dan hari ini kita tidak ada jadwal pertemuan dengan perusahaan Flower !!".
"Sekarang kamu temui mereka, Aku tidak mau di ganggu saat ini !! Sampai nanti waktu istirahat !! Kamu paham bukan!!".
"Baik tuan, saya permisi dulu", jawab asisten Jefri segera keluar dari ruangan Arfan dan segera menemui rekan bisnisnya.
__ADS_1
Jangan lupa like, Vote dan komentarnya ya 👍👍👍