Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku

Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku
BAB 8


__ADS_3

Suasana terasa hening, Kiandra menatap nanar pria yang telah menanam benih di rahimnya ini dari sofa yang ada di ruangan. Sementara mama Hana duduk di kursi samping ranjang pasien. Sambil merasa sedih melihat putranya yang belum juga siuman.


Terdengar suara Handphone mama yang bergetar di atas nakas, mama segera mengangkat telponnya itu sambil pergi keluar kamar untuk menerima panggilan itu. Setelah beberapa saat mama Hana kembali masuk ke ruangan Alvaro.


"Kiandra bisakah kamu menjaga Alvaro, mama harus pergi keluar. Papa menyuruh mama untuk mengantarkan sesuatu ke perusahaan papa?", ucap mama Hana.


"Pergilah ma", jawab Kiandra


"Baiklah, karena mama masih memiliki urusan kamu bisa untuk tinggal di ruangan ini menjaga Alvaro?". Mendengar hal itu Kiandra beranjak dari tempat duduknya dan menunggu Alvaro dalam ruangan itu.


Setelah kepergian mama mertuanya dari ruangan, Kiandra hanya diam menatap Alvaro yang masih terbaring koma disana. Kiandra mulai menyentuh tangan Alvaro dan menyampaikan keluh kesahnya.


"Haii Varo, Sekarang aku sudah menikah. Apa kamu tau Varo dengan siapa aku menikah? yaa aku sudah menikah dengan kembaranmu Arfan".

__ADS_1


"Aku tidak tau apa pernikahan ini akan bisa bertahan dan menjadi cinta nantinya. Ataukah pernikahan ini akan berakhir setelah aku melahirkan anak kita ini".


"Aku kecewa denganmu Alvaro. Setelah kau renggut harta paling berharga dariku , seharusnya kamu mau bertanggung jawab atas perbuatanmu ini padaku. Tetapi kamu malah lari dari semua tanggung jawab ini. Aku benci padamu Alvaro yang tega meninggalkan aku sendiri dengan anak yang aku kandung ini".


"Sekarang kamu bangunlah!! jangan lari dari tanggung jawabmu ini", ucap Kiandra sambil butiran-butiran air mata keluar dari matanya.


Entah mengapa hati Kiandra terasa rapuh, tapi jika dipikirkan lagi untuk apa Kiandra harus merasakan sakit hati mengingat kelakuan Alvaro. Bukankah hubungan mereka sekarang sudah bisa dikatakan berakhir. Semenjak Kiandra sah menjadi seorang istri.


"Apa yang aku lakukan, kenapa aku harus menangis. Menangisi pria jahat ini", teriak Kiandra dalam hati.


Kemudian tiba-tiba pintu terbuka.


Nampaklah mama Hana datang sambil membawakan makan siang untuk mereka. Mama memandang Kiandra dengan mata yang masih berkaca-kaca yang terdapat butiran air mata.

__ADS_1


" Kiandra sayang, kenapa kamu nangis? Apa terjadi sesuatu dengan Alvaro sewaktu mama pergi tadi?", ucap mama Hana.


"Tidak ada sesuatu yang terjadi ma, Kiandra hanya sedih melihat kondisi Alvaro seperti ini ma", jawab kiandra jujur.


"Kamu jangan nangis lagi ya! kita do'akan supaya Varo cepat sadar dari komanya dan bisa kumpul bersama kita kembali", ucap mama Hana yang juga merasa sedih melihat kondisi putranya.


"Sekarang jangan nangis lagi tidak baik untuk ibu hamil kalau nangis, karena janin di dalam sini juga ikut merasakan apa yang dirasakan ibunya sayang", ucap mama Hana sambil mengelus perut Kiandra yang masih rata.


"Ayoo sayang kita mulai makan, nanti keburu makanannya menjadi dingin", ucap mama Hana sambil mengajak mantunya duduk di sofa.


Mereka pun menyantap makanan yang ada di atas meja dalam keheningan dengan lahapnya. Hanya ada suara sendok yang beradu dengan piring di ruangan itu.


Jangan lupa like, vote, dan komennya ya😄😄😄 terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2