
"Kenapa hubby? Kenapa ada Alvaro disini?", tanya Kiandra yang nyawanya belum terkumpul sepenuhnya.
Arfan masih diam tidak menjawab pertanyaan Kiandra. Tatapan matanya tidak sekalipun terlepas dari pria yang masih terduduk di depannya. Seperti seekor Harimau yang sedang melihat mangsanya untuk diterkam untuk dijadikan santapannya.
Alvaro mencoba berdiri dan balik menatap Arfan. Arfan yang melihat Varo sudah berdiri langsung menariknya keluar kamar. Kiandra juga mengikuti dari belakang sebelumnya sudah memberikan guling penyangga Agar baby Kai tidak terjatuh.
Sesampainya di luar kamar Arfan langsung melayangkan bogem mentah di wajah Alvaro dan membuatnya kembali tersungkur ke belakang saat menerima pukulan Arfan di wajah tampannya.
"Tunggu hubby?", ucap Kiandra menghentikan Arfan yang masih ingin memukul Alvaro."Katakan kepadaku kenapa Hubby memukul Alvaro?Memang apa kesalahan yang dia buat?", tanya Kiandra yang bingung kenapa saudara kembar itu berkelahi.
"Kamu tahu apa yang tadi dia perbuat dalam kamar bersama kamu. Dia memeluk dan mencium bibirmu itu", jawab Arfan dengan suara yang tinggi.
"What? Itu tidak benar kan hubby?"
"Nanti akan aku perlihatkan CCTV kamar kita kepada kamu", ucap Arfan yang kembali melayang pukulan pada wajah Alvaro.
"Berhenti Hubby", ucap Kiandra menghentikan dan berjalan mendekati dua pria itu. Kiandra menarik pergelangan tangan suaminya.
__ADS_1
Alvaro merasa tenang tidak mendapat pukulan bertubi-tubi dari Arfan lagi. dan kembali berdiri menahan sakit di sekujur tubuhnya. Tapi beberapa saat kemudian.
Plak
Plak
Alvaro kembali menerima tamparan yang keras di kedua pipinya yang di berikan Kiandra padanya. "Brengs*k kamu memang pria brengs*k yang aku kenal. Berani-beraninya kamu melakukan hal keji itu padaku".
Kiandra memilih pergi meninggalkan saudara kembar itu ke dalam kamarnya. Dalam kamar Kiandra menangis histeris merutuki nasibnya. Arfan menyusul Kiandra dalam kamar dan segera memeluk istrinya tersebut memberi ketenangan dalam dekapannya.
"Kamu tenang dulu sayang. Kita bicarakan hal ini dulu dengan Papa dan Mama ya?", balas Arfan menenangkan.
Hari sudah mulai gelap. Seperti hari sebelumnya mereka berkumpul untuk makan malam bersama. Di meja makan tidak terlihat keberadaan Kiandra. "Arfan dimana istrimu?Kenapa dia tidak ikut makan bersama kita?", tanya mama Hanna.
"Kiandra sedang menemani Baby kaisar mah, Nanti makanan biar Arfan ambilkan saja", jawab Arfan.
Papa melihat wajah Alvaro yang penuh lebam.
__ADS_1
"Hhmm.. Wajah kamu kenapa varo? Kamu berkelahi", tanya papa yang penasaran
Alvaro hanya diam tidak menanggapi pertanyaan papanya. "Ya Allah Varo kamu kenapa?", ucap mama Hanna yang baru menyadari wajah anak lebam dan ujung bibirnya yang sobek.
"Mama tenang dulu. Nanti siap makan kita bahas hal ini", seru Papa menenangkan istrinya.
Setelah makan malam mama Hanna langsung menyeret anak Alvaro ke ruang keluarga untuk menanyakan apa yang telah terjadi pada anaknya tersebut.
"Ma.. pah Aku berncana pindah ke rumah baru bersama Kiandra dan juga kaisar", ucap Arfan memulai pembicaraan.
"Loh kenapa kamu pakai acara pindah segala? Apa kamu tidak ingin berkumpul bersama mama dan papa disini?".
"Maaf aku tidak bisa".
"Kamu disini saja! biar aku yang tinggal di apartemen", ucap Alvaro yang merasa bersalah.
"Apa yang terjadi sebenarnya? Wajah kamu kenapa Varo? Kamu kenapa mendadak ingin pindah? Kenapa dengan kalian berdua?", tanya Papa yang merasa telah terjadi sesuatu dengan anaknya.
__ADS_1