
Kiandra kini menikmati Hari-harinya merawat Kaisar dan berbagi cerita dengan Lidya tentang kehamilan mereka. Kehamilan kali ini Kiandra memang tidak merasa kesusahan sama sekali, Kiandra hanya selalu merasa lapar. Membuat tubuhnya semakin berisi apalagi saat ini dia sedang hamil anak kembar.
Lidya terpaksa belum melanjutkan pendidikan kejenjang kuliah mengingat saat ini dia sedang hamil. Mungkin tahun depan baru dia akan mendaftarkan kuliah.
Kaisar kini sudah bisa berjalan sedikit sambil berpegangan pada baby sitter yang selalu menjaga bocah itu. "Mom mom mi", ucap Kaisar bertepuk tangan.
"Wah anak mommy sudah bisa jalan", ucap Kiandra langsung mencium pipi gembul Kaisar.
"Ma ma ma", ucap Kaisar lagi
"Oh anak mama juga mau di cium sama mama", ucap Lidya yang juga mencium Kaisar.
"Kak kapan kita mencari pakaian bayi? Lidya sudah tidak sabar ingin membelinya kak?".
"Bulan depan aja ya. Kakak belum tahu apa jenis kelamin anak kak saat ini", ucap Kiandra yang memang saat melakukan pemeriksaan USG anak dalam kandungan Kiandra masih menyembunyikan kelaminnya. Jadi Kiandra masih belum bisa mengetahui apa jenis kelamin anaknya. Sedangkan Lidya sudah tahu saat ini dia sedang hamil anak berjenis kelamin laki-laki.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita buat kue saja?", ucap Kiandra.
"Boleh kak, Tapi Lidya belum bisa buatnya kak?".
"Sekarang kamu bantu kak aja. Nanti juga akan bisa buatnya sendiri".
Kiandra dan Lidya kini sedang membuat kue brownies untuk cemilan mereka siang ini. Mereka menikmati kesibukan ini. "Ternyata asyik juga ya kak", ucap Lidya.
"Iya.. Belajarlah membuat masakan lain. Agar suami kita semakin cinta", ucap Kiandra.
Setelah jam kemudian kue yang mereka buat akhirnya matang juga. Kiandra memotong kue itu dan mendinginkan agar bisa di makan Kaisar. "Cobalah hasil kerja kerasmu".ucap Kiandra menyodorkan kue kehadapan Lidya.
Lidya memasukkan satu potong kue ke dalam mulutnya. "Enak kak".
"Habiskanlah.Kak mau tunggu brownies yang lain untuk semua orang nanti".
__ADS_1
**
Alvaro kini sudah mau bergabung ke perusahaan. Dia sadar bahwa kini dia memiliki tanggung jawab pada istri dan anak yang dikandung Lidya. Walaupun dia hanya bekerja sebagai Manager pemasaran dan juga Arsitektur untuk merancang bangunan sesuai dengan kemampuan yang dia miliki.
Arfan selalu memberi arahan pada saudaranya itu agar bisa membuat rancangan yang lebih baik dan bisa menarik investor untuk mau berinvestasi pada perusahaan.
"Tuan dari informasi yang saya dengar Sekarang Nona Saras sudah berkerjasama dengan Hiu Corp. Hiu Corp adalah saingan kita tuan yang selalu berusaha mengambil para Investor kita", ucap Asisten Jefri.
"Pokoknya sekarang kamu harus selalu awasi pergerakan mereka. dan suruh karyawan untuk meningkatkan kinerja kerjanya, Agar kita tidak sampai kecolongan", ucap Arfan.
"Baik tuan", asisten Jefri meninggalkan ruangan CEO dan kembali ke ruangannya.
Akhir-akhir ini pekerjaan di perusahaan semakin menumpuk untuk segera di selesaikan. Apalagi kini perusahaan mempunyai Kampotitor yang ingin menjatuhkan perusahaan Arifin Group. Arfan juga sudah mengingat Alvaro untuk menyimpan hasil desin di tempat yang aman.
Malam pun tiba kini Arfan dan Alvaro sudah pulang ke rumah. Arfan segera mencari keberadaan sang istri dan Kaisar. Arfan melihat Kiandra yang sedang sholat Maghrib di kamar dan Kaisar sedang terlelap di tempat tidurnya.
__ADS_1
Arfan memilih membersihkan diri terlebih dahulu di kamar mandi. Baru setelah itu melaksanakan sholat maghrib.