
"Wah bro, suara loh bagus banget tadi. Kenapa tidak pergi rekaman saja. Bisa jadi bintang terkenal loh tuh", ucap Adit yang sudah tahu kemampuan yang dimiliki Alvaro.
"Tidak sekarang... Sekarang gue lagi sibuk sama proyek di perusahaan", ucap Alvaro.
"Loh sudah terjun ke bisnis keluarga loh?", tanya Adit tidak percaya.
"Iya.. Untuk satu proyek saja".
hmmm
"Kenapa tadi gue lihat pas nyanyi loh nangis?Segitu menghanyati lagunya? Kenapa?", ucap Adit
"Kiandra sudah gak bisa gue gapai lagi! Dia tidak bisa gue miliki!", ucap Alvaro menghela nafas.
"Emang sekarang loh cinta sama Kiandra? Bukan loh hanya main main dengannya dulu?" , ucap Adit penasaran.
"Iya.. Gue nyesal mepermainkan dia dulu! Gue sekarang mau kembali kepadanya! Tapi sudah terlambat!".
"Kan tinggal minta maaf! lalu minta balikan lagi, apa susahnya?".
"Dia sudah nikah! Dan loh tau di hamil anak gue!".
__ADS_1
"Emang lakinya mau aja Terima bininya hamil?"
"Tentu dia mau menerima nya!".
"Kok bisa ada seorang suami yang mau terima bininya hamil anak orang lain? Emang siapa suaminya?", ucap Adit penasaran.
"Loh akan terkejut. Suaminya Arfan!".
"Maksud loh kembaran loh sendiri bro?".
Alvaro hanya mengangguk kepala pelan. " Nasib loh malang sekali. Apalagi saat melihat mereka berduaan? Sabar bro?".
Hhmmm.. benar ya loh katakan itu.
Hari hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Tak terasa kini proyek kerja sama antara Perusahaan Arifin Grup dan Perusahaan Flower sudah selesai. Dan akan diadakan acara pembukaan Hotel yang disuguhkan pemandangan yang indah dari dua sisi berbeda lautan biru yang indah dan hamparan taman dengan bunga warna warni.
Malam pembukaan Hotel itu dibuat sangat meriah. Dengan kedatangan tamu dari kolega perusahaan Arifin grup dan juga Kolega perusahaan Flower.
"Selamat Tuan Arfan atas pembukaan hotelnya", ucap para tamu undangan.
"Terima Tuan, tapi ini kerja keras Alvaro bukan saya Tuan", ucap Arfan memperkenalkan saudaranya pada kolega.
__ADS_1
"Tidak papa Tuan, sama saja", ucap Alvaro tersenyum ramah.
Arfan memilih duduk saja di samping Kiandra yang tidak bisa banyak begerak. Kandungan Kiandra kini sudah sangat besar dan membutuhkan istirahat yang cukup. " Maaf hubby.. membuat hubby repot mengurus ku? Seharusnya aku di rumah saja tadi?".
"Tidak papa sayang, lagian proyek ini Alvaro yang bertanggung jawab bukan aku. Jadi aku bisa bersantai menemani kamu sayang".
" Sayang, kamu makan apa? biar kita minta pada pelayanan menyiapkan yang kamu inginkan?".
" Aku mau buah saja hubby!", Arfan langsung meminta apa yang diinginkan istrinya.
"Arfan kamu sambutlah rekan bisnis kamu itu, biar kiandra mama yang jaga", ucap mama Hanna.
" Iya hubby".
" Baiklah kamu disini saja bersama mama ya", Arfan melangkahkan kakinya menuju kolega bisnisnya.
Papa Saras yang melihat kesempatan untuk mengajak bicara Tuan Arif. "Tuan Arif bagaimana kalau kerja sama kita ini dipererat dengan menjodohkan anak kita berdua?", ucap papa Saras yang ingin melamar Alvaro untuk anaknya .
"Saya tidak masalah pak! Tergantung dengan anaknya sendiri", ucap Papa Arif memberikan keputusan sepenuhnya pada Alvaro.
Alvaro merasa ini suatu yang luar biasa dia lakukan. Dia akhirnya bisa juga mengurus satu proyek sampai selesai. Padahal dia tidak pernah tertarik dengan urusan perusahaan sebelumnya. "Selamat Tuan Alvaro, anda behasil dalam proyek kita ini. Apalagi ide tambahan anda ", ucap Nona Saras.
__ADS_1
"Sama-sama anda juga hebat", ucap Alvaro.