Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku

Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku
BAB 31


__ADS_3

Tok tok tok


Resepsionis itu mengetuk pintu lebih dulu. Setelah di persilahkan Alvaro dan resepsionis itu masuk. Resepsionis itu terkejut melihat ada dua wajah yang sama. selama ini Alvaro tidak pernah menginjakkan kaki di perusahaan. Hal itu menyebabkan tidak banyak yang tau bahwa Arfan kembar.


"Maaf tuan, saya mengantarkan tuan ini!", ucap Resepsionis


"Kamu silakan kembali bekerja!".


"Baik tuan".


Sepeninggalan Resepsionis, Alvaro langsung duduk di sofa sebelah Kiandra. "Kia, Aku ingin bicara dengan mu, Ayok kita bicara di restoran langganan kita saja", ucap Alvaro yang memegang tangan Kiandra.


Kiandra langsung menepis tangan Alvaro. "Kalau kamu ingin bicara, bicara langsung di ruang ini", ucap Arfan yang tidak ingin istrinya di bawa pergi.


"Kiandra ayok kita balikan! Aku masih sayang sama kamu", ucap Alvaro kembali memegang tangan kiandra.


"Kamu gila yah, Aku istri Arfan! aku kakak ipar mu", jawab kiandra.


"Kita tidak pernah putus kia! Kamu tidak cinta Arfan! Kamu hanya menjadikan dia pelarian kan!", ucap Alvaro. Sementara Arfan hanya mendengarkan dia juga ingin tahu perasaan Kiandra pada nya.


"Bravo Varo, aku ingin standing Applause untuk mu. Kemana dulu kamu saat aku minta pertanggung jawabanmu. Kamu malah meninggalkan aku sendiri".

__ADS_1


"Semenjak saat itu aku sudah menganggap hubungan kita berakhir. Sekarang cinta ku hanya untuk suamiku Arfan. Sudah tidak ada lagi tempat untuk mu Varo".


"Aku cinta pertama mu? Apa semudah itu kamu melupakan aku!".


"Kamu salah Varo, cinta pertama ku adalah Arfan. Dia anak laki-laki yang selama ini aku cari. Arfan juga yang akan menjadi cinta terakhir ku".


"Alvaro sudah hentikan. Kamu cari lah wanita lain di luaran sana! Cukup kamu menyakiti Kiandra. Biarkan dia tenang", sarkas Arfan.


"Tapi Kia mengandung anak ku, fan? Kenapa kamu tidak mengembalikan Kia padaku".


"Aku juga tidak akan melarang mu menemui anak kamu nanti! Tapi jangan kamu minta Kiandra kembali. Dia istriku!!".


Tok tok tok


Asisten Jefri menghentikan perdebatan mereka di ruang itu. "Maaf tuan, Nona Saras ingin bertemu dengan anda!Dia ingin anda ikut serta menangani kerja sama ini", ucap asisten Jefri.


Arfan memiliki ide untuk bisa menghidar dari Nona Saras untuk bertemu. "Alvaro tolong kamu gantikan aku menemui Nona Saras! Kamu cobalah terjun langsung ke perusahaan. Bantulah Aku!".


"Nanti Asisten Jefri akan menjelaskan apa saja yang harus kamu pelajari. Kamu dekati dia mungkin kalian akan cocok", ucap Arfan


"Kamu kan tahu aku tidak suka pekerjaan ini ".

__ADS_1


"sekali ini tolong kamu gantikan posisi aku untuk menemui Nona Saras".


"Ck, Baiklah".


"Kamu ganti dulu pakaian mu dengan pakaian formal ini", Arfan mengambil setelan bajunya dalam ruangan pribadinya.


"Tidak usah, aku pakai baju ini saja. Ayok Jefri kita jalan", ucap Alvaro meninggalkan ruangan Arfan.


Kini Alvaro dan Jefri menuju restoran untuk menemui Saras. Saras dan Mimi sudah menunggu di ruangan VVIP. Tak berapa lama Orang yang di tunggu datang. "Tuan yang itu Nona Saras dan sebelahnya Asisten Mimi", ucap Jefri sambil berbisik.


"Akhirnya CEO dari Arifin group mau juga menemui saya", ucap Saras sambil berjabatan tangan.


"Ayok kita makan dulu tuan Arfan! sambil membahas pekerjaan".


"Pantas Arfan menghindar, rupanya cewek ini suka sama dia" gumam Alvaro dalam hati.


Mereka menikmati makan siang bersama. Sambil mengobrol banyak hal. Alvaro merasa asik juga bicara dengan Saras. Bisa melupakan sejenak keinginan memiliki kiandra kembali.


Setelah makan mereka mensurvei lokasi pembangunan. "Bagaimana menurut anda tuan hasil kerja sama kita?",


"Bagus, Asisten Jefri sudah mengurus semuanya".

__ADS_1


__ADS_2