
Ma.. Pa kalian tidak terlalu buru buru menikah aku dengan Lidya? Kami saja tidak saling kenal Ma pa".
"Kamu tenang saja nanti juga akhirnya kamu cinta sama Lidya! Apa lagi dia cantik dan mudakan", ucap Papa Arif
"Aku tidak mau di jodohkan seperti ini Pa Ma!".
"Kamu lihat saudaramu dia juga papa dan Mama jodohkan. Lihat sekarang mereka saling cinta?", ucap Mama Hanna
"Tapi mah Ak-"
"Mama tidak mau kamu terjerumus lagi dengan pergaulan bebas. Cukup sekali kamu buat seorang wanita hamil tidak ada lagi tolerir untuk melakukan kamu itu", ucap mama Hanna tegas
"Ahhh terserah kalian saja", ucap Alvaro frustasi sambil menarik rambutnya.
🌿🌿🌿
"Pah.. Kenapa kayak gini dengan Saras. Masa dia dilampaui oleh adiknya. Apalagi dia anak pelakor Pah".
__ADS_1
"Jaga Mulutmu mah ! Dia anakku! Jangan sesekali kali kau hina anakku itu!", ucap papa Heru marah.
"Cih.. Dia hanya anak dari istri siri mu. Dia tidak berhak mendapatkan suami yang kaya. Emang ya buah tidak jauh jatuh dari pohonnya. Ibu merebut suami orang, anak pun juga mengambil incaran kakak sendiri memalukan".
"Bukan dia yang merebut Alvaro tapi memang keluarga Alvaro lah yang meminta Lidya bukan Saras. Papa juga sudah menanyakan kenapa tidak Saras? Tapi mungkin mereka lebih rispek pada Lidya. Jadi Jangan pernah lagii kau hina anak itu.
"Dia anakku juga, dia berhak mendapatkan kebahagiaan. Biar dia menikah dan dicintai oleh keluarga barunya. Daripada disini selalu kamu siksa dan kamu fitnah".
"Memang dia yang mencuri! Aku tidak Bohong!"
"Papa punya bukti CCTV atas tipu muslihat mama dan Saras jadi sekarang berhentilah mencari pembenaran".
"Lidya sayang sekarang kamu mau ya menjadi menantu mama?", ucap mama Hana yang mengajak lidya berbicara di gazebo belakang.
"Aku masih kecil tante, aku hanya ingin sekolah dan mencari kerja".
"Kamu tenang saja kamu masih bisa sekolah dan kamu bisa mengejar cita-citamu kami tidak akan larang".
__ADS_1
"Terima kasih bantuan keluarga tante sebelumya tapi lebih baik aku cari rumah kontakan saja"
"Aku mau hamil diluar nikah setelah kalian berduaan dalam apartemen?".
"Sumpah tante kami tidak melakukan itu", ucap Lidya gusar untuk menyakitkan orang tua Alvaro.
sekarang Lidya lebih memilih berdiam diri dalam kamar tamu menghabiskan waktu. Lidya memilih menghubungi Kiandra untuk curhat masalah yang menimpanya.
"Kamu tenanglah".
"Kami hanya ingin melindungi kamu dari masalah yang menimpa kamu dengan cara menikah kamu, dengan begitu ada yang menjagamu, dan tempat kamu berkeluh kesah nantinya", ucap Kiandra menenangkan Lidya.
"Aku belum terlalu mengenal kak Varo, kak? Kami hanya baru bertemu beberapa kali. Tidak mungkin ada cinta kak".
"Kamu jalani saja dulu, Kakak yakin cinta akan datang dengan sendirinya. Cinta datang karena telah terbiasa. Kamu harus ingat pernikahan adalah sunat rasul. Andai kamu tahu ibadah paling mudah itu adalah pernikahan. Kita bisa bebas berdekatan dengan lawan jenis tanpa takut dosa tapi hanya pada suami kita tentunya".
"Tapi kalau nanti kak Alvaro tetap tidak mencintaiku bagaimana Kak?".
__ADS_1
"Disini perjuangan kamu untuk bisa membuat Alvaro jatuh cinta kepadamu", ucap Kiandra meyakinkan Lidya.