Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku

Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku
BAB 78


__ADS_3

"Asin sekali. Hubby sudah hentikan ini asin by", ucap Kiandra menghentikan suaminya.


"Ini enak sayang. Hubby masih lapar ini. Coba tanya Lidya, dia juga menyukainya", jawab arfan yang terus menikmati makanannya.


"Emang sedikit asin sih kak. Tapi aku mau memakannya untuk menghargai kak Alvaro". Kiandra dan Alvaro hanya saling lirik melihat kelakuan pasangan mereka. Lidya mengakhiri makanannya hanya beberapa suap dia sanggup. Tapi tidak dengan Arfan yang malah menghabiskan semua nasi goreng yang tersisa.


"Lain kali buatkan lagi bro", ucap Arfan menepuk bahu Alvaro.


"Apa lidah hubby tidak merasa sakit", tanya Kiandra yang kini sudah berjalan berdampingan dengan Arfan menuju Kamarnya.


Arfan hanya menggelengkan kepala. Arfan dan Kiandra kembali ke kamar untuk beristirahat. Seperti biasa Baby Kaisar akan tidur di tengah mommy dan daddynya.


***

__ADS_1


Pagi ini Arfan kembali merasa perutnya bergejolak. dia segera berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya. Mendengar suami mual Kiandra segera menghampiri dan mengelus punggung suaminya. "Ini hubby minum dulu", ucap Kiandra sambil menyodorkan air pada Arfan.


"Seharusnya Kia yang merasakan ini bukan hubby", ucap Kiandra


"Sayang jangan merasa bersalah. Hubby bahagia kok meski harus merasa mual dan pusing. Karena kamu telah memberikan hubby kado yang terindah dua jagoan kecil di rahimmu", Arfan berdiri dan mengajak Kiandra kembali ke tempat tidur.


Arfan memilih merebahkan tubuhnya di atas paha Kiandra dan mengelus perut istrinya itu. "Terima kasih sayang. Kia jangan sedih lagi melihat hubby seperti ini. Hubby senang bisa gantikan Kia ngidam. Tapi nanti hubby tidak bisa gantikan rasa sakit yang Kia rasakan saat melahirkan", Arfan semakin membenamkan wajahnya pada perut Kiandra.


Arfan merasa nyaman dengan kelakuannya itu. Rasa mual yang tadi menyerangnya terasa berkurang berada dalam dekapan istrinya itu.


"Hubby hentikan nanti Kaisar nangis loh", ucap Kiandra kesal.


"Enggak tuh. Kaisar nya merasa nyaman saja. Iya kan Kaisar", ucap Arfan sambil menggelitik kaki Kaisar.

__ADS_1


Kaisar hanya tertawa menerima perlakuan Daddynya. "Sudah hubby. Nanti Kaisarnya muntah loh. Dia lagi ***** ini by", ucap Kiandra mulai marah.


"Sorry mommy", ucap Arfan.


Akhirnya baby Kaisar sudah selesai nenennya. Kiandra memilih untuk segera mandi dan membantu Mama Hanna menyiapkan hidangan untuk sarapan. "Dad pagi ini mau sarapan apa? Biar mommy masakkan", ucap Kiandra yang sudah selesai mandi.


"Pecel ayam aja sayang". sahut Arfan yang segera membersihkan diri. Sementara Kiandra juga akan membersihkan tubuh baby Kaisar di kamar baby Kaisar. Setelah membersihkan baby Kaisar, kiandra menyerahkan baby Kaisar pada baby sitter untuk mengasuhnya dan segera pergi ke dapur untuk membuat makanan yang telah dipesan Arfan.


Kini semua anggota keluarga telah berkumpul di meja makan. Kiandra mulai mengambilkan pecel ayam ke piring Arfan dan juga piring Kiandra sendiri. Semenjak Kiandra hamil anak kedua, naf su makan Kiandra juga meningkatkan.


"Lidya kamu makan apa?", tanya Kiandra pada iparnya itu yang tidak berselera makan.


"Aku mau bubur kampiun Kak", jawab Lidya.

__ADS_1


"Tapi di atas meja tidak ada itu sayang?", ucap Alvaro.


"Haish.. Anak ini ya kamu pesanlah. Apa gunanya Aplikasi online delivery. Gunakan itu", ucap Mama Hanna memberi solusi. Alvaro pun segera memesan pesanan Lidya itu.


__ADS_2