Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku

Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku
BAB 91


__ADS_3

Tanpa diduga tiba-tiba ada orang yang ingin merebut Kaisar dari tangan baby sitter, Melihat anak yang mau di ambil orang Kiandra berusaha memegang lengan penculik. Tanpa diduga tarik menarik itu membuat Kiandra kehilangan keseimbangan. Tubuh Kiandra terdorong ke anak tangga yang ada di depan Mall. Kepala Kiandra terbentur dan mengakibatkan Kiandra kehilangan kesadarannya.


Security Mall yang melihat kejadian itu segera menembakkan timah panas ke betis penculik. Tembakan itu membuat Kaisar terlepas dari genggaman penculik. Lidya langsung mengambil alih Kaisar dan menggendongnya.


Penculik itu segera diringkus security Mall dan membawanya langsung ke kantor polisi. Sedangkan pengunjung lainnya segera menelpon mobil ambulan.


Kaisar dan Lidya menangis histeris melihat kondisi Kiandra yang pendarahan di kakinya. Baby sitter segera menghubungi orang rumah untuk memberi kabar tentang apa yang di alami nyonya Kiandra.


Setengah jam kemudian mobil ambulan datang. Kiandra segera dibawa bersama Lidya dan juga Kaisar. Sementara Baby sitter menyusul dengan sopir ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit Kiandra langsung dibawa ke UGD mendapatkan segera penanganan. Kaisar juga di bawa masuk ke UGD mengingat Kaisar juga mengalami luka.


Lidya hanya bisa menunggu di depan ruangan. Lidya juga menghubungi Arfan dan juga Alvaro. Tapi sayang pangilannya tidak di angkat sama sekali. Tak beberapa lama baby sitter dan sopir datang.


"Apa kamu sudah menghubungi orang rumah?", tanya Lidya.


"Sudah nyonya. Kata nyonya Hana dia akan segera kesini".

__ADS_1


"Bagaimana dengan Kakak Arfan dan Kakak Alvaro? Apa kamu juga sudah menghubunginya?".


"Sudah tapi belum di angkat oleh tuan nyonya".


"Sekarang kamu tunggu disini. Saya mau pergi ke perusahaan menjemput Kakak Arfan dan juga kakak Alvaro. Jika ada perkembangan kamu segera hubungi saya".


"Ayo pak antar saya ke perusahaan sekarang!", perintah Lidya.


Dua puluh menit kemudian Lidya sampai di perusahaan Arifin Gruop. Lidya bertanya pada resepsionis untuk menunjukkan dimana ruangan Arfan dan Alvaro.


"Nona di lantai berapa ruangan tuan Arfan?", tanya Lidya.


"Nona dimana ruangan Tuan Arfan atau Tuan Alvaro ?Cepat jawab?", seru Lidya dengan lantang.


"Apa Nona sudah buat janji?", tanya salah satu resepsionis itu.


"Ada hal penting yang harus saya sampaikan. Cepat hubungi Tuan Arfan", teriak Lidya.

__ADS_1


"Maaf nona anda tidak bisa menemui Tuan Arfan tanpa ada janji", jawab Resepsionis itu.


Melihat kegaduhan di lobby membuat orang berkerumun melihatnya. "Cepat panggilkan Tuan Arfan atau Tuan Alvaro segera?".


"Ada apa nona. Kenapa anda berteriak-teriak disini", jawab security menenangkannya Lidya.


"Tolong Anda bawa saya menemui Tuan Arfan sekarang", perintah Lidya yang mulai merasa kelelahan.


security itu langsung menelpon sekretaris Arfan untuk memberitahu bahwa ada seseorang wanita hamil yang mencari Tuan Arfan.


Sekretaris yang menerima telpon itu mengatakan bahwa saat ini Tuan Arfan sedang berada di ruang meeting. Karena ada pertemuan dengan rekan bisnisnya.


"Maaf nona, Tuan Arfan sedang meeting sekarang?".


"Sekarang anda panggilkan saja Tuan Alvaro. atau Tuan Jefri kesini? bilang Lidya mencari?".


Security segera melaksanakan perintah Lidya untuk mencari Alvaro dan Jefri. Mendengar keributan di lobby membuat Alvaro segera turun ke bawah.

__ADS_1


"Lidya!! Kenapa kamu kesini?", tanya Alvaro melihat keberadaan istrinya.


__ADS_2