Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku

Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku
BAB 6


__ADS_3

Kiandra mulai berjalan ke kamar mandi, untuk membersihkan badannya yang terasa lengket setelah acara pernikahan tadi. Akan tetapi dia bingung cara menggunakan bathtup. Karena selama ini Kiandra mandi hanya menggunakan bak untuk menampung air.


"Baiklah sebaiknya aku bertanya pada arfan bagaimana menggunakan bathtub ini? dari pada aku nggak jadi mandi?".


Kiandra keluar dari kamar mandi dan sebelumnya memakai bathrobe terlebih dahulu. "Aa- arfan boleh kamu batu aku untuktuk menghidupkan kran air? aku bingung cara menghidupkan air di kamar mandi?".


Arfan tertegun melihat tubuh kia yang hanya tertutupi bathrobe saja. Sehingga memperlihatkan betis putih kia yang mulus. "Ohh ya, sini aku ajarkan, biar nanti tidak tanya lagi".


Arfan berjalan menuju kamar mandi dan di ikuti Kiandra di belakangnya. Setelah menyalahkan air panas dan memberikan aromaterapi kedalam bathtub, baru setelah itu dia berjalan keluar dari kamar mandi. Akan tapi tiba- tiba Kiandra terpeleset saat membantu arfan. Untungnya dengan sigap arfan menangkapnya.


Deg deg deg


Mereka terdiam sesaat, saat ini Kiandra berada di atas tubuh arfan. "Bagaimana keadaan mu, apakah ada yang sakit ", tanya arfan. Ini dia lakukan untuk menghilangkan rasa groginya, karena jarak mereka yang sangat dekat.


"Maaf, aku tidak sengaja menarikmu!". Pipi Kiandra merona merah karena merasa malu terhadap yang terjadi kepada mereka. Ya mereka adalah dua pasang manusia yang terpaksa menikah karena tidak ingin mempermalukan keluarga akibat kelakuan bejat Alvaro terhadap kekasihnya. Akan tetapi entah apa yang akan terjadi nanti saat Alvaro sembuh?

__ADS_1


"Airnya sudah aku isi, silakan kamu mandi. Aku keluar dulu".


Sambil menunggu giliran mandi Arfan mengecek pekerjaannya melalui laptop, pekerjaan kantor sebenarnya sudah di urus oleh asistennya jefri. Tapi untuk menghilangkan pikiran tentang yang terjadi barusan Arfan mencoba menyibukkan diri.


"Bagaimana aku harus mengingkari semua ini, sekarang aku sudah memiliki seorang istri tetapi ini tidak didasari cinta. Apa bisa aku menjalani semua ini, Huff?".


Berselang 15 menit, Kiandra keluar dari kamar mandi, dia sudah mengenakan pakaiannya. Kiandra berjalan ke arah cermin rias untuk menyisir rambutnya dan memberikan krim pada wajahnya. Sedangkan Arfan berjalan ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya.


Sambil menunggu arfan mandi kia menyiapkan setelan untuk arfan. Walau bagaimanapun sekarang kia sudah memiliki suami, maka ini adalah tugasnya. Mereka berdua akan bersiap makan malam karena dari tadi selama acara pernikahan mereka belum sempat makan.


"Kamu tidur di atas ranjang biar aku di sofa!", ucap Arfan.


"Tidak apa-apa aku disini saja, aku udah biasa kok tidur di sofa".


"Cepat kesini!", dengan terpaksa Kiandra menuruti Arfan. walaupun sedikit merasa takut.

__ADS_1


Malam semakin larut Kiandra merasa menginginkan martabak telur tapi iya takut keluar sendirian malam. "Aduh perutku lapar nih, apa aku bangunkan saja dia? tapi nanti dia akan marah?ah sudahlah aku bangunkan saja. Arfan bangun!", ucap Kiandra sambil mengguncangkan bahu arfan yang terlelap di atas sofa.


"Hahh. Aku masih ngantuk ini". (tidur lagi)


"Arfan tolong temani aku mencari martabak telur, perutku lapar!".


Akhirnya Arfan mulai membuka matanya. "Tunggu sebentar aku cuci muka dulu".


...🌿🌿🌿...


Fajar telah menyambut mahluk bumi yang masih terlelap dialam mimpinya. Kiandra mendengar sayup-sayup seruan azan subuh. Kiandra segera bangkit dari tidurnya dan segera bersiap menunaikan ibadah sholat subuh. Sebelum masuk ke kamar mandi Kiandra terlebih dahulu membangunkan Arfan untuk menjalankan ibadah sholat berjamaah.


"Arfan ayo kita menjalankan ibadah sholat bersama!".


Arfan dan Kiandra akhirnya menjalankan ibadah sholat bersama untuk yang pertama kalinya. Kiandra mencium tangan suaminya secara takzim. Arfan pun mencium kening istrinya. Ada rasa nyaman yang dirasakannya saat mengecup kening istrinya.

__ADS_1


Jangan lupa like,vote dan komentarnya πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2