
Sudah satu minggu tapi Kiandra masih belum mau sadar dari tidur panjangnya. Arfan terus berada disisi istrinya. Dua buah hati mereka sudah di bawa pulang. Arfan juga menyerahkan perusahaan pada Alvaro dan juga Asisten Jefri.
Arfan masih belum memberi nama pada baby kembarnya. Untuk sementara anaknya hanya meminum susu formula saja.
"Sayang bangunlah. Apa kamu tidak ingin melihat anak kita? Mereka membutuhkan kamu. Sampai kapan kamu akan tidur. Aku rindu suaramu, tawamu, manjamu pada ku. Bangunlah sayang. Mari kita rawat anak kita bersama". Arfan menangis melihat kondisi istrinya yang masih tak sadar.
"Apa kamu sudah menemukan nya?", tanya Arfan melalui telpon.
"Sudah Arfan. Menurut informasi yang kami peroleh dia di bayar oleh seorang"
"Siapa dalangnya. Cepat katakan!", Arfan mulai kesal karena dari tadi asisten Jefri hanya diam saja.
"Hiu"
"Apa masalah ku dengannya? Aku tidak pernah mengusik perusahaannya. Kenapa dia mengganggu keluarga ku?", Seru Arfan marah.
Hiu adalah saingan bisnis dari Arfan. Perusahaan mereka bergerak di bidang yang sama tapi Arfan berusaha untuk tidak terlibat dengan perusahaan itu. Walau kadang investor mereka sering berselisih.
__ADS_1
"Kamu tangkap dia dan sekap tempat biasa?", Ucap Sarkas Arfan.
Pagi harinya. Arfan terbangun saat Jefri mendatanginya di rumah sakit. Jefri memberitahu bahwa Saras lah orang yang telah memprovokasi Hiu untuk membantunya menculik Kaisar.
"Apa kamu telah menangkap Hiu dan wanita licik itu?".
"Saras sudah berhasil di temukan dari pelariannya tapi kita akan susah berurusan dengan Tuan Hiu itu".
"Ayo sekarang antar aku menemukan wanita itu". Sebelumnya Arfan menghubungi Mama Hanna untuk menggantikan dirinya menjaga Kiandra di rumah sakit.
Hampir satu jam perjalanan kini Arfan dan Jefri sudah sampai di sebuah rumah kosong tempat dimana pengawal menyekap Saras itu tentunya.
"Kenapa kamu melakukan itu?", tanya Arfan dengan raut wajah datar.
Saras hanya memalingkan muka dan tidak menjawab pertanyaan yang di ajukan Arfan.
"Cepat katakan. Kenapa kamu melakukan itu? Apa salah aku dengan dirimu".
__ADS_1
" Apa kamu mau tau salah kamu hah. Kamu telah menolak cintaku padamu. Aku juga telah mengikhlaskan kamu bahagia dengan istrimu dan beralih mencintai Alvaro. Tapi apa Lagi-lagi kalian menghancurkan hatiku hiks hiks hiks".
"Kenapa kau malah membiarkan Alvaro menikah dengan Anak pelakor itu. Aku muak melihat kalian semua bahagia sementara aku tersiksa hiks hiks hiks".
"Apa sekarang kamu puas hah. Istri koma sampai sekarang. Aku tidak akan melepaskan kamu".
"Buat hidup perempuan ini tersiksa. Asingkan dia di daerah pendalaman dan jadikan dia persuruh disana. Jangan biarkan dia kembali". Perintah Arfan.
Setelah selesai dengan menemui Saras Arfan dan asisten Jefri kembali ke rumah sakit. Arfan tidak bisa berlama-lama meninggalkan istrinya di rumah sakit.
"Arfan, apa kamu belum kasih nama juga baby twins?".
"belum. Aku masih menunggu mommy sadar".
"Kamu jangan terlalu larut dalam kesedihan. anakmu juga butuh kasih sayang kamu. Pergilah temui anak mu. Beri dia kasih sayang".
Arfan akhirnya memilih pulang ke rumah untuk menemui ketiga anaknya. Benar yang disampaikan Jefri, anaknya juga membutuhkan dia. Selama Kiandra di rawat di rumah sakit Arfan tidak pernah menemui buah hati mereka.
__ADS_1