Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku

Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku
BAB 93


__ADS_3

Dalam ruangan operasi para dokter berusaha menyelamatkan janin Kiandra yang berada dalam kondisi lemah. Bila tidak di keluarkan segera maka Ibu dan anak tidak dapat di tolong. Mengingat perut Kiandra mengalami benturan yang sangat keras.


Sekitar empat jam menunggu di depan ruangan operasi Arfan terlihat gelisah menunggu dokter keluar dari ruangan operasi. Arfan hanya bisa memanjatkan do'a agar istri dan anaknya bisa selamat.


Dokter akhirnya keluar dari ruangan operasi, Segera Arfan menghampiri nya. Arfan segera menanyakan kondisi istri dan anaknya.


"Keluarga pasien Kiandra?"


"Saya suaminya dok. Bagaimana kondisi istri dan anaknya saya, dok?"


"Anak anda berhasil kami selamatkan anak laki-laki dan perempuan. Alhamdulillah mereka lahir dengan sehat".


"Alhamdulillah", seru Papa Arif


"Tapi istri anda masih belum sadarkan diri. Masih dalam kondisi kritis. Semoga dia bisa segera sadar", seru dokter itu lagi.

__ADS_1


Tak beberapa lama terlihat dua perawat keluar dengan mendorong dua kereta dorong yang membawa sepasang bayi. "Suami ibu Kiandra, mari ikut kami untuk melantunkan azan pada bayi anda".


Arfan mengikuti dari belakang perawat itu menuju ruangan bayi. Arfan menggendong bayi perempuannya terlihat dahulu dan menyerukan azan di telinga kanan bayi perempuan dan dilanjutkan menyerukan iqomah di telinga kirinya, Arfan kembali meletakkan bayi itu di box bayinya. Arfan beralih mengangkat tubuh bayi laki-lakinya dan kembali melakukan hal sama mengumandangkan suara azan dan iqomah di telinga bayi laki-laki dan kembali meletakkannya di box bayi.


Arfan kembali ke tempat papanya berada yang masih menunggu Kiandra di pindahkan ke ruang perawatan. "Apa kamu sudah menghubungi mertuamu?", tanya papa Arif.


"Iya. Aku lupa pa", Arfan segera mengambil benda pipih itu di saku celananya, ia segera mencari kontrak mertuanya dan menghubungi mertuanya.


Di kamar lain Kaisar masih menangis mencari keberadaan mommy nya.Kaisar hanya mengalami lecet sedikit di keningnya dan juga lututnya. Alvaro menggendong Kaisar berharap anaknya bisa di bujuk. "Sayang.. ada papa disini. Jangan nangis lagi. Cup cup cup", Alvaro menenangkan Kaisar.


Mama Hanna, Alvaro, Lidya dan yang lainnya menghampiri ke ruangan Kiandra untuk melihat kondisinya. "Bagaimana Kiandra dan bayinya? Apa mereka selamat?", tanya Alvaro.


"Bayiku selamat tapi Kiandra masih kritis".


Alvaro dan lainnya bingung harus bersikap bagaimana senang atau sedih. Mengingat anak Arfan telah lahir di satu sisi dan Kiandra masih kritis di sisi lain.

__ADS_1


" Kamu sabar lah Arfan, mama yakin Kiandra bisa melewati masa kritis ini. Kita hanya bisa terus berdoa".


"Apa kamu sudah menemui anakmu. Siapa nama anakmu?".


"Sudah. Arfan belum memberi nama pada bayiku. Arfan ingin memberi nama saat Kiandra sadar", lirih Arfan lemah.


"Yang sabar Arfan, kita berdoa untuk kesembuhan Kiandra.


Sudah satu minggu tapi Kiandra masih belum mau sadar dari tidur panjangnya. Arfan terus berada disisi istrinya. Dua buah hati mereka sudah di bawa pulang. Arfan juga menyerahkan perusahaan pada Alvaro dan juga Asisten Jefri.


Arfan masih belum memberi nama pada baby kembarnya. Untuk sementara anaknya hanya meminum susu formula saja.


*


Jangan lupa like, vote dan komentarnya. 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2