
Mendengar Krasak krusuk di luar kamar membuat Alvaro yang hampir terlelap dalam tidurnya merasa terganggu. 'Siapa sih malam malam buat keributan?Tidak tau apa orang sedang mengantuk berat?', kesal Alvaro yang melupakan telah membawa seseorang ke apartemennya.
Alvaro kembali melanjutkan tidurnya dan beranggapan bahwa mungkin yang membuat keributan itu tetangga sebelah. Tanpa mengingat ada orang lain di apartemennya saat ini. (memang ada ya orang yang amnesia akibat mengantuk 🧐🧐🧐)
Lagi lagi terdengar suara rusuh di apartemennya. Alvaro merasa ini mungkin maling yang mau mencuri di apartemennya. Alvaro mengambil tongkat baseball dan berjalan mengendap-endap keluar dari kamarnya. pencahayaan yang temaram membuat Alvaro semakin curiga dengan situasi dalam apartemennya. Alvaro hampir memukul seseorang yang sedang membuat kerusuhan di dapur.
"Aaaa.. Kak ini aku", ucap Lidya yang hampir terkena pukulan dari tongkat baseball yang diayunkan oleh Alvaro ke arahnya.
"Siapa kamu? kenapa ada di sini?", hardik Alvaro
"Lidya kak, Aku lidya yang kakak bawa tadi".
Alvaro baru ingat bahwasanya ia membawa gadis ini pulang tadi. Mungkin faktor badan yang sudah sangat lelah ia melupakan keberadaan Lidya.Alvaro menurunkan tongkat baseball itu.
"Apa yang kamu lakukan dengan dapur ku? Kenapa jadi berantakan begini?", ucap Alvaro dengan kesal. Dapur yang tadinya rapi Kini terlihat berantakan.
"Hehehe maaf, nanti akan aku bersihkan lagi. Kak mau mie juga?". ucap lidya cengengesan.
"Ngak.. bentuk mie kamu saja aku jadi gak selera! Kamu bisa masak gak sih! Kenapa bisa kacau begini?"
__ADS_1
"Sebenarnya ngak bisa kak, tapi karena lapar aku coba saja buat, ehh ujung ujungnya seperti ini. mie yang dibuat oleh Lidya gosong dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.
Alvaro berinisiatif membuat mie untuk lidya yang sepertinya sangat kelaparan itu. "Sini lihat cara buatnya, lain kali harus bisa membuatnya".
Pertama kita potong bawang merah dan putih seperti ini, potong juga daun bawang, sosis seperti ini.
"Apa kamu mau pakai cabe?"tanya Alvaro.
"Mau kak, kasih telur 2 ya Kak, bakso juga , kasih sayur juga kak"!, ucap Lidya penjang lebar.
Alvaro hanya geleng-geleng kepala mendengar permintaan gadis itu. "Coba kamu cek apa ada sayur dalam kulkas itu?", tunjuk mulut kearah kulkas.
"Kita masak yang ada aja sekarang. Tolong kamu ambilkan mie disana?"
"Baik kak"
"Kamu kesini lagi, ini cara membuat mie rebus yang benar tumis dulu bawang ini, masukkan juga cabe giling merah, terus masuk air, kalo sudah memdidih masukan telur, mie, sosis dan tunggu sampai matang", ucap Alvaro menerangkan.
"Jadi deh", sorak Lidya bahagia karena masakan mie sudah siap. Lidya Buru- buru mengambil dua mangkok untuk mereka berdua.
__ADS_1
"Terima kasih ya kak mienya enak. Sering sering buat lagi ya kak".
"Besok kamu akan ku antar pulang ke rumah kamu! "
"Tapi aku ngak punya rumah kak! Aku di usir dari rumah papa", ucap lidya sedih dan berjalan menuju sofa di ruang tamu.
"Hee.. dapur ini bersihkan dulu baru istirahat! , seru Alvaro menyusul Lidya.
"Bisa besok saja ngak kak! "
"Sekarang, cepat kerjakan. Tadi janji kamu akan membersihkan kekacauan ini. Cepat laksanakan?,
"Baik bos laksanakan".
"Sebenarnya apa yang kamu alami, sampai berada di tengah jalan malam begini", ucap Alvaro dalam hati.
"Setelah selesai kamu istirahatlah di kamar itu. Besok kamu cerita apa yang terjadi!".
***
__ADS_1
Sebenarnya Author tidak semangat melanjutkan cerita, Author butuh suport dari readers semua agar author semangat lagi nulis.