Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku

Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku
BAB 24


__ADS_3

Asisten Jefri sampai pada ruang tunggu. Disana terlihat rekan bisnisnya Nona Saras dan Mimi sedang menunggu.


"Maaf Nona Saras, Asisten Mimi membuat anda lama menunggu. Ada yang bisa saya bantu?", tanya Jefri sambil duduk berhadapan dengan tamunya.


Saras memperhatikan ke arah pintu masuk berharap Arfan datang menemuinya. "Maaf Nona Saras, ada yang bisa saya bantu?", tanya Jefri kembali membuyarkan lamunan Saras.


"Kenapa kamu sendiri Asisten Jefri?Kemana tuan Arfan?", sahut Saras yang tidak menjawab pertanyaan asisten Jefri tadi.


"Tuan Arfan sedang banyak pekerjaan Nona!, Kalau ada yang Nona Saras butuhkan silakan langsung bertanya kepada saya".


Saras yang mendapat jawaban itu merasa kecewa. Niatnya datang ke perusahaan ini adalah untuk dapat bertemu langsung dengan Arfan. Tapi apa yang didapatkan nya? Orang yang dicari sedang sibuk. "Saya hanya ingin tahu perencanaan yang akan kita mulai dulu! Aku tidak ingin keteledoran makanya aku datang langsung kesini!", ucap Saras.


"Masalah itu saya sedang membuat perencanaannya Nona Saras. dan saya akan langsung konfirmasi dengan asisten anda! Bukankah saya sudah memberitahukan kepada Anda asisten Mimi?", jawab Jefri dengan tegas.


"Iya Nona. Asisten Jefri sudah memberitahu saya sebelumnya".


Saras yang mendapat jawaban itu dari asistennya segera mengundurkan diri. Dia bingung mau cari alasan apalagi hari ini. "Baiklah kami undur diri dulu!", sarkas Saras.

__ADS_1


"Ada-ada saja dia, apa dia ingin mendekati tuan Arfan. pastas tuan arfan menyerahkan semua masalah kerjasama ini pada ku, berarti tuan arfan sudah tahu sejak awal", gunam Jefri dalam hati.


Rencana yang sudah disusunnya hari ini ternyata gagal. Dia berpikir akan bisa mendekatkan diri pada Arfan hanya mendapatkan nol besar. Orang yang dicari bahkan tak menampakkan diri.


"Kenapa kamu menyiakan saja penjelasan asisten Jefri tadi?", ucap Saras dengan kesal.


"Terus saya harus jawab apa Nona. Memang begitu adanya".


"Ahh sial... gagal rencanaku untuk menemui tuan Arfan. Ternyata kamu tidak membantu sama sekali".


Diruang lain tepatnya ruangan CEO Perusahaan. "Kak Arfan, Siapa yang mencari kakak tadi!Kenapa tidak kakak temui saja?", tanya Kiandra sambil duduk dari rebahan nya.


"Dia rekan bisnis ku! Kayak dia tertarik pada ku! Apa tak masalah bagimu, Kia?".


"Ngak, aku tidak mau berbagai suami dengan siapa pun!", jawab kiandra sambil merajuk.


"Hahaha.. kamu kok semakin menggemaskan saja belakangan ini".

__ADS_1


"Jadi kak mo cari cewek lain lagi", ucap kiandra sambil bertolak pinggang.


"Hahaha.. ya ngak lah. Istriku kan dah cantik gini, Tuk apa cari yang lain".


Mendengar Kata-kata manis dari arfan, Kiandra sangat bersyukur bisa mendapatkan suami yang mau Terima dia apa adanya. Bahkan dia sedang mengandung buah hati pria lain.


Terima kasih kak, sudah memilih Kiandra menjadi pendamping kakak", ucap Kiandra sambil berpelukan dengan suaminya.


"Ini tidak gratis sayang! Ada imbalannya untuk semua ini!", jawab Arfan sambil tersenyum penuh arti.


"Kok pakai imbalan sih Kak? Imbalannya apaan?", tanya kiandra melirik.


"Kamu persiapan dirimu nanti malam, Ok!".


Setelah menyelesaikan makan siang bersama suaminya, Kini Kiandra di antar pulang oleh suaminya. Arfan ingin memastikan keselamatan perjalanan Kiandra sampai rumah.


Jangan lupa like, Vote, dan komentarnya. Terima kasih kasih🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2