
Kiandra memilih duduk di halaman belakang di sebuah gazebo bersama Lidya dan mama Hana. Sambil mengisi hari di akhir pekan ini. "Kak perut udah besar kali? Sudah berapa bulan ini Kak?", tanya Lidya.
"Udah masuk bulan sembilan ini dek. Tinggal tunggu hari saja lagi".
"Semoga lancar ya Kak".
"Aminn", ucap mereka serempak.
"Lebih baik kamu tinggal disini saja Kia, Jadi banyak yang bisa jaga kamu saat Arfan kerja! Apalagi disini juga ada Lidya yang bisa juga menjaga kamu".
"Nanti aku tanya dulu sama kak Arfan, ma".
"Kamu masih sekolah Lid?".
"Masih kak, Sekarang Lidya kelas XII kak".
"Terus kenapa kamu bisa ada di rumah ini. Kamu saudaranya kak Arfan?", tanya kiandra yang dari tadi penasaran akak sosok Lidya dan kebetulan tinggal mereka berdua.
" Bukan Kak, kemarin ketemu kak Varo saat menyelamatkan aku dari preman", Lidya pun menceritakan kronologis yang menimpanya sampai kenapa dia bisa berada di rumah ini sekarang.
"Yang Sabar ya Lidya, semua masalah pasti ada hikmahnya. Teruslah beriktihar pada sang Pencipta. semua ini pasti ada hikmahnya.
__ADS_1
πΏπΏπΏ
Sementara Arfan menghabiskan waktunya berbincang dengan Papa membahas pekerjaan. "Bagaimana caramu dulu mengajak Varo bergabung dengan perusahaan? Hasil kerja anak itu ternyata memuaskan juga".
"Tidak tau juga, aku hanya bilang kalau kita bekerjasama dengan seorang wanita dan mungkin dia bisa berjodoh", jawab Arfan asal.
"Sekarang coba kamu bujuk kembali. Mungkin dia mau !"
Tidak terasa malam telah tiba, mereka menghabiskan makan malam bersama dengan hening. Setelah itu mereka berkumpul di ruang keluarga, Suasana di ruangan itu terasa mencekam bagi Alvaro dia merasa semua mata tertuju padanya.
Brak
Papa Arif menggebrak meja di ruangan itu dengan keras hingga membuat mama Hana, Kiandra, Lidya, Arfan dan Alvaro terkejut. Mereka saling tatap satu sama lain.
"Papa ingin Varo menikahi Lidya secepatnya?", ucap papa geram.
"Apa kesalahan yang dia lakukan lagi?", ucap Arfan yang melihat perubahan mimik wajah papanya.
"Dia membawa gadis ini tidur satu apartemen dengannya, entah apa yang telah mereka lakukan. Dari pada dia mencoreng nama keluarga ini lagi".
"Tapi pa, kami ti-"
__ADS_1
"Kalian tetap harus menikah titik".
Arfan menarik saudaranya ke halaman belakang. " Sekarang kamu jelaskan apa yang kamu lakukan? Kenapa papa bisa marah?".
"Aku hanya menolong anak itu tadi malam dan Mama dan papa mendapati kami berdua di dalam apartemen pagi tadi".
"Sekarang tiba-tiba Papa menyuruh kami menikah, Ah.. ", ucap Varo frustasi.
"Hahaha itu kamu terlalu banyak dosa. Terima sajalah".
"Atau kamu mau menikah dengan Saras yang genit itu?".
"Tante ,Om kamu tidak melakukan hal yang tidak tidak, kenapa kami harus menikah?", bela Lidya. Kini mereka sudah berkumpul kembali di ruang keluarga untuk membicarakan masalah ini. Kiandra dan Arfan duduk diam di tempat masing-masing.
"Hubby apa yang terjadi, kenapa mereka disuruh menikah", bisik kiandra.
"Biarkan saja".
"Lidya kamu masih ada ayah kan? besok tolong kamu hubungi ayahmu suruh dia kesini menemui kami",
Sebenarnya hal ini dilakukan oleh papa Arif untuk bisa menjaga Lidya dari luar sana. Apalagi keluarga Lidya seenaknya membiarkan anak gadis berkeliaran di luar rumah. Dan Alvaro bisa menjadi pribadi yang bertanggung jawab tentunya.
__ADS_1
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya πππ
see you