
Sehabis melakukan pemeriksaan kandungan. Arfan dan Kiandra pulang ke rumah dulu untuk mengambil beberapa pakaian dan pamit pada mama Hana. Sesuai dengan kesempatan kemarin malam.
Sore ini Kiandra dan Arfan memutuskan akan berangkat menuju kampung halaman Kiandra di Alahan Panjang berdua. Mereka berangkat habis sholat zhuhur dan menyempatkan untuk makan siang di rumah dahulu sebelum melakukan mobilnya.
Mereka berangkat pukul dua Siang, di pertengahan perjalanan mereka menyempatkan diri singgah ke supermarket terlebih dahulu. Mereka mau belanja Ayam, ikan dan Bahan-bahan makanan lainnya. Sebab di kawasan Alahan Panjang jarang ditemui orang jual ayam, karena Faktor cuaca yang dingin yang menyebabkan tidak ada pertenakan ayam disana.
Pukul lima sore mereka sudah mulai memasuki kawasan Alahan Panjang,Di pertengahan perjalanan Kiandra ingin singgah dulu. "Kak Ifan, kita singgah dulu yuk ke kebun teh, Ayo kita mengambil beberapa foto", ucap Kiandra.
Arfan hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar tetapi tetap mengikuti permintaan istrinya. "Apa tidak sebaiknya kita langsung saja ke rumahmu, ini sudah mulai sore",
"Sebentar aja kak, Lihat itu pemandangannya indah sekali", ucap Kiandra mulai turun dari mobil dan berlari-lari.
"Kia, jangan berlari seperti itu ! Nanti kamu terpeleset !", seru Arfan sambil berlari ke arah Kiandra.
Mereka mengambil berberapa foto berdua sambil tertawa. Mereka memilih istirahat di kedai yang terdapat disitu sampai menikmati cemilan. "Kamu kenapa memilih pergi kesini? Kenapa yang ketempat lain?", tanya Arfan.
"Disini sejuk kak, tidak seperti di Padang semua tanah sudah dipenuhi oleh perumahan penduduk dan kemacetan di mana-mana".
"Emang sudah berapa lama kamu tidak kesini?",
__ADS_1
"Udah hampir bertahun-tahun kak. Kak Ifan sendiri pernah kesini tidak?",
Waktu masih kecil pernah, tapi setelah nenek meninggal ngak pernah lagi". Ayok cepat kamu habiskan makanannya, biar kita lanjutkan perjalanan.
Arfan mulai melakukan kembali mobilnya dan mengikuti arah yang di beritahukan Kiandra. Arfan sempat heran dengan jalan yang mereka lalui. Kawasan ini sama dengan kawasan rumah neneknya, tetapi arfan memilih diam selama perjalanan. Dia tidak mau berspekulasi sendiri dengan kecurigaannya.
Setelah sampai dirumahnya, Kiandra langsung mengajak Arfan turun. Kiandra mengetuk pintu rumah dan langsung dibukakan oleh ibunya. "Kiandra, ayok masuk nakal. Ajak juga nak Arfan ke dalam".
Kiandra yang melihat ibunya membukakan pintu langsung memeluk ibunya, dan mencium tangan ibunya tersebut begitupun dengan arfan mencium tangan mertuanya.
"Mana ayah, bu !", tanya Arfan.
"Kamu istirahat aja di kamar, Ibu mau masak dulu".
Arfan berjalan menuju kamar yang di tunjukkan ibu mertuanya. Sedangkan Kiandra pergi membantu ibunya di dapur.
"Biar Kiandra bantu ya buk! Tadi Ra juga bawah Ayam untuk dimasak disini buk".
"Bagus lah, kamu sediakan bumbu untuk ayamnya. Biar ibu masak sayur nya".
__ADS_1
"Apa kamu bahagia dengan pernikahanmu , ra"
"Bahagia kok buk", jawab Kiandra sambil tersenyum menanggapi pertanyaan ibunya. Walaupun sampai saat ini hubungan mereka masih belum melakukan hubungan seperti pasangan pada umumnya tapi Kiandra akan bersabar menunggu suaminya menerimanya.
Sehabis makan malam bersama orang tuanya, Kiandra duduk di ruang TV bersama orang tuanya dan brcerita.
"Bagaimana keadaan kamu, nak?", ucap Ayah kiandra.
"Alhamdulillah Sehat yah".
"Suamimu gimana? perhatian gak sama kamu".
"Ada kok yah".
"Kamu layani suamimu dengan baik nak", ucap Ibu menambahkan.
"Baik bu... "
Jangan lupa like, Vote, dan Komentarnya ya. Terima kasih😘💕😘💕😘💕
__ADS_1