
"Aku tidak akan kembali kepada kamu! pria brengsek yang telah menghancurkan hidup ku!", ucap Kiandra dengan tegas.
"Kamu kan tahu selama beberapa bulan ini aku koma. Sekarang aku sudah kembali kamu bisa kembali kepada ku lagi!".
"Apa pikir setelah apa yang sudah kamu lakukan aku bisa menerima kamu kembali. Tidak akan Varo! Cinta ku padamu telah hilang semenjak kamu pergi dari tanggung jawab. Kini cintaku hanya akan aku persembahkan untuk Arfan".
"Tapi kami mirip, Apa salahnya kamu kembali kepada ku!. Ayah dari anak yang kamu kandung", ucap Alvaro yang langsung mengelus perut kiandra.
"Kia, anak kita bergerak disini. pasti dia mau dengan ayahnya. Ayo kita bersatu lagi kia!, mohon Alvaro.
"Tidak akan! Dia anakku bukan anak mu!
"Apa yang kamu bilang tadi kamu dan Arfan mirip. Memang kalian mirip wajahnya tapi tidak sifatnya. Dia lebih baik dari kamu yang mencintai aku apa adanya".
Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka. Menampilkan sosok pria yang di cintai Kiandra. "Hubby!", ucap Kiandra yang segera berlari kepelukan suaminya.
__ADS_1
Arfan membawa Kiandra duduk kembali ke kursinya.
"Sudah selesaikan obrolan kamu pada istriku?" sahut Arfan yang langsung memeluk Kiandra dengan posesif.
"Sayang anak kita bergerak. Sepertinya dia tahu daddy nya kangen mommy nya", seru Arfan sambil mencium perut kiandra dan sudut matanya melihat pada Alvaro.
"Dia anakku bukan anak kamu Arfan!", Seru Alvaro yang emosi melihat kemesraan Arfan dan kiandra.
"Aku tidak peduli dia benih kamu atau aku tapi dia tetap anak ku! Dia buah hati istri ku", sahut Arfan tegas dan kini berhadapan dengan Alvaro.
"Cukup Varo!" , Ucap Arfan yang langsung memberikan bogem mentah di wajah Alvaro.
" Kamu keterlaluan. Kita selesaikan masalah ini nanti di rumah mama. Sekarang kami pulang dulu", ucap Arfan yang langsung membawa kiandra pergi dari sana.
"Brengsek!! Kenapa apa yang seharusnya menjadi milik ku selalu Arfan yang mendapatkan. Apa salah aku ingin milikku kembali? Kiandra itu kekasihku! Anak dalam rahimnya milikku!", teriak vAlvaro dalam ruangan sambil memecahkan apa yang ada disana.
__ADS_1
Dalam perjalanan pulang Kiandra hanya menangis sambil menundukkan kepala. "Sudah jangan kamu pikirkan kata kata Alvaro, Biar nanti aku selesaikan masalah ini. kamu jangan stress, ingat bayi yang ada di rahim kamu sayang. Dia juga ikut merasakan kesedihan mommy nya", ucap Arfan menggenggam tangan kiandra.
"Apa hubby akan melepaskan aku? "
Ciiittt....
Arfan menghentikan laju mobilnya dan menepikan di pinggir jalan. Arfan langsung memeluk kiandra dan menyandarkan di dada bidangnya. "Tidak akan sayang. Kamu akan tetap menjadi istri yang aku sayangi. Kecuali kamu menginginkan perpisahan kita?" , ucap Arfan sambil merenggangkan peluk dan menatap mata kiandra.
"Tidak, aku hanya ingin bersama hubby menjalani sisa hidupku. Tapi bagaimana nanti kalau Varo merebut anak ku?", ucap Kiandra dengan lirih.
" Tidak akan aku biarkan dia! Kamu tenang saja ya. jangan terlalu stress ingat Anak kita", ucap Arfan mengusap perut kiandra.
" sekarang kita lanjutkan penjalan pulang ya?", ucap Arfan dan mengecup kening istrinya.
"Hubby Aku lapar kita makan nasi padang dulu ya? Tadi Kia belum sempat makan", ucap kiandra malu.
__ADS_1
"Ayo kita cari rumah makan dulu, baru pulang".