Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku

Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku
BAB 69


__ADS_3

Mereka kembali di sibukkan dengan kesibukan masing-masing. Kiandra kini sedang melakukan bimbingan dengan dosen bimbingannya untuk bisa melakukan sidang secepatnya. Kiandra sudah tidak sabar untuk mendapatkan gelar dokter. Kiandra berharap nanti setelah tamat dia bisa melamar di salah satu rumah sakit terkemuka yang ada di kota ini.


Kiandra kini sudah di kantin bersama baby Kai di gendongnya. Seperti biasa kiandra selalu di temanni baby sitter yang menjaga anaknya.


"Hai Kaisar anak papi ", ucap Alvaro yang langsung mencium pipi Baby Kaisar.


"Alvaro berhenti. Ini di kampus", ucap Kiandra yang merasa terkejut melihat tiba-tiba Alvaro menghampiri mereka.


"Mengapa kamu marah begitu?".


"Kamu tiba-tiba mencium Kaisar, nanti apa kata mahasiswa lain kalau kita dekat seperti ini?".


"Mbak.. bisa kamu bawa baby Kaisar dulu, saya ingin bebicara dengan Nona Kiandra".

__ADS_1


Baby sitter itu pun pergi meninggalkan Alvaro dan Kiandra berdua. "Kamu kenapa marah? Aku hanya ingin menyapa Anakku dan juga kamu".


"Iya aku tahu tapi kamu juga jangan langsung cium begitu apa nanti kata orang? Lagian orang tau aku istri Arfan dan juga Kaisar anak Arfan. Dan tadi juga ada baby sitter Kaisar. Apa nanti yang akan dipikirkan oleh nya. Aku hamil bukan dari suamiku", Kiandra mulai meneteskan air matanya.


Peristiwa waktu itu sangat membuat Kiandra malu. Andai waktu itu tidak ada Arfan yang menyelamatkan dirinya mungkin kini Kiandra sudah tidak punya muka lagi untuk menghapi Orang-orang.


"Maaf, Aku hanya ingin berdekatan dengan anakku", ucap Alvaro langsung beranjak meninggalkan Kiandra.


"Ternyata sifatnya tidak berubah juga masih keras kepala ", batin Kiandra.


Dari kejauhan ada sepasang mata melihat keberadaan Alvaro disana. "Ini kesempatan ku untuk menghancur dirinya", ucap orang itu. Dia langsung menghubungi seseorang untuk melancarkan ide liciknya.


Melihat ini kesempatannya bisa mengambil kembali Alvaro. Saras menghampiri ke meja Alvaro. "Hai tuan Alvaro, apa kabar?Kebetulan sekali ya kita ketemu disini?".

__ADS_1


Alvaro melihat wanita yang kini duduk di depannya. Alvaro hanya tersenyum melihat wanita itu. "Nona Saras, Kenapa anda ada disini?".


"Aku sedang ingin minum-minum disini sama seperti kamu. Apa saya bisa menemani kamu minum? "


Alvaro hanya menggangguk saja. Saras langsung memanggil pelayan untuk memberi mereka minuman. Tanpa rasa curiga Alvaro menerima minuman itu tanpa curiga sedikit pun.


Mereka terus minum-minum sampai Alvaro merasa tubuhnya mulai terasa gerah. Saras yang melihat obat yang sudah dia suruh pelayan untuk di campur obat mulai beraksi mengajak Alvaro meninggalkan Clup.


"Tuan anda kenapa? "


"Badanku terasa gerah Nona. Saya mau pulang saja!"


"Apa mau saya antar tuan. Sepertinya ada kurang sehat banyak minum?", Saras mulai membantu Alvaro berjalan keluar dari clup dan memasukkan Alvaro ke mobilnya.

__ADS_1


Saras menjalankan mobilnya menuju salah satu hotel bintang lima dan memesan sebuah kamar untuk mereka. Di dalam kamar Alvaro badannya semakin terasa panas. Alvaro merasa hasratnya minta di salurkan. Tapi dalam hati dia masih mengingat Lidya istrinya.


__ADS_2