
...Keesokan harinya...
Lidya menceritakan bahwa dia diusir karena di fitnah mencuri perhiasan ibu tirinya. Apalagi selama ini dia hanya anak dari istri kedua papanya. Orang-orang hanya mengetahui bahwa papanya Lidya hanya mempunyai satu anak tunggal yaitu anak dari istri pertama papanya. Sedangkan keberadaan lidya dan ibunya disembunyikan di khalayak ramai.
Selama ini lidya tinggal dengan ibunya di rumah minimalis yang berada di pinggiran kota. Semenjak ibu Lidya meninggal, Lidya di bawa pulang oleh papanya ke rumah istri pertama papanya. Tapi papa Lidya tidak tahu bagaimana perilaku ibu dan saudara tirinya memperlakukan Lidya di belakang. Uang jajan yang diberikan oleh papanya sering diambil kembali oleh Ibu tirinya. Sehingga Lidya terpaksa bernyanyi di cafe untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
Papa Lidya sering pergi bekerja di luar kota bahkan di luar negeri untuk urusan bisnis. Oleh sebab itu dia tidak tahu apa yang terjadi pada Lidya selama ini.
Kemarin puncaknya ibu tirinya menuduh Lidya mencuri perhiasannya agar ia bisa angkat kaki dari rumah ayahnya.
"Memangnya papa kamu percaya begitu saja tanpa mencari bukti?", tanya Alvaro.
"Kenapa kamu tidak melaporkan saja selama ini uang yang diberikan oleh papa mu di rampas oleh ibu tirimu?".
"Papa tidak akan percaya dengan perkataanku. Apalagi kakak selalu berpihak pada ibu tiriku!"
"Terus kamu mau di antar kemana sekarang?"
Lidya hanya bisa menggelengkan kepala saja. Dia tidak ada tempat tujuan saat ini. "Aku nggak tau mau kemana? Papa bahkan percaya dengan perkataan ibuk!"
__ADS_1
"begini aja kamu sementara tinggal di apartemen ini aja! Sekarang kita belanja mengisi kulkas bagaimana?", ucap Alvaro sambil menepuk bahu Lidya.
"Terima kasih ya kak", Lidya segera berlari ke kamar bersiap.
***
Tok tok tok
"Mama... Papa", ucap Alvaro terkejut.
"Kamu kenapa tidak pulang dan pakai acara kabur dari acara kemarin", ucap Papa Arif.
Ceklek
"Alvaro... "
"Alvaro apa yang kamu lakukan dengan gadis ini disini!", sarkas mama Hana terkejut melihat anaknya membawa wanita di apartemen.
"Ma Pa jangan suhuzon dulu, kami tidak ngapa ngapain", ucap Alvaro menenangkan orang tuanya. "Varo bisa jelaskan ", ucap Varo meyakinkan.
__ADS_1
"Kamu kesini", tunjuk Papa Arif pada lidya yang menyuruh duduk disamping Alvaro.
Lidya melangkah ke sofa dan duduk disamping Alvaro sesuai perintah. "Kenapa kamu bisa ada disini? Apa kalian melakukan hubungan terlarang disini hah?", marah Papa Arif melihat anaknya yang tidak pernah berubah.
"Kami tidak melakukan itu Pa MA, Pecaya pada Varo".
"Kamu diam, Papa bertanya pada gadis ini!
"Maaf Om Tante, kami tidak ada melakukan hal tersebut. Kemarin malam ada preman yang ganggu Lidya ditengah jalan dan Kak Varo nolongin Lidya", ucap Lidya penuh ketakutan.
Mama Hana yang melihat gadis itu gemetar langsung memeluknya. "Tenang kamu bisa cerita semua pada Tante dan Om, jangan takut! Benar kamu tidak diapa apain dengan ini anak ?", ucap Mama Hana geram.
"Benaran Tante, Malah Kak varo yang udah bantu Lidya dari preman semalam".
"Sekarang dimana rumah kamu biar kami antar pulang", ucap Mama Hana.
"Dia tidak punya rumah Ma. Sekarang dia butuh tempat tinggal dan pekerjaan", ucap Varo lagi.
"Emang kamu tidak sekolah", ucap mama Hana.
__ADS_1
"Sekarang kan weekend Tante jadi libur sekolah", jawab Lidya sekenanya.
...Jangan lupa like, vote dan komentar. Halo hanya sarange...