
Hari Pernikahan pun tiba
Didalam sebuah Ruangan hias pengantin terlihat Kiandra merasakan cemas dan sangat gugup. Sebentar lagi dia akan melangsungkan pernikahannya dengan Arfan. Seseorang yang tidak dia kenal sebelumnya.
"Silla, aku rasa aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini. Pernikahan seharusnya kita jalani dengan orang yang kita cintai, tapi ini..."
"Kamu coba aja dulu Kia, kalau kamu kabur acara ini akan berantakan. Dan tidak hanya itu saja di luar sana sanak saudaramu sudah hadir, pasti mereka akan malu.
"Ingat disini ( sambil menunjuk perut Kiandra) ada anak yang membutuhkan kasih sayang orang tua. Apa kamu tidak kasihan kepada anakmu dalam kandunganmu ini?".
"Tapi Dia anak Alvaro, Silla!!
Seharusnya dia yang harus tanggung jawab kan? bukanya Arfan".
"Emang ini anak Alvaro tapi sekarang Varo lagi koma. Apa kamu mau tunggu Alvaro siuman dulu? yang tidak tahu kapan akan sadarnya. Jalani saja dulu Kia!".
Aku yakin suatu saat nanti kamu akan mulai mencintai Arfan, dan begitupun dengan Arfan tentunya. Kamu jangan nangis lagi ya. Masa pengantin jelek di hari pernikahannya".
Beberapa saat kemudian terdengar suara ketukan pintu.
Tok tok tok tok
Maaf, Acara akan segera dimulai. Nona Kiandra diminta turun sekarang!", ucap salah satu pelayan.
"Terima kasih mbak".
Di Mesjid tempat diadakan prosesi ijab qabul.
__ADS_1
"Nak Arfan, apa sudah siap untuk mulai ijab qabul nya?", tanya penghulu. Yang akan jadi wali pengantin wanita siapa?".
"Saya pak!", jawab ayah Kiandra.
"Nak Kiandra apa kamu bersedia dinikahi oleh nak Arfan?", tanya penghulu itu lagi.
Kiandra hanya mengangguk."
"Baiklah kita mulai acaranya!".
"Hai Arfan",
"Iya Pak",
"Saya nikahkan engkau dengan anak kandung saya, Kiandra Putri Azura binti Ilham dengan maharnya seperangkat alat sholat dan perhiasan emas 10 gram di bayar tunaiii"
"Saya Terima nikahnya Kiandra Putri Azura binti Ilham dengan maharnya seperangkat alat sholat dan perhiasan emas 10 gram tunaiii".
Sah Sah Sah
"Alhamdulillah. Sekarang kalian berdua bersalaman. Serahkan mahar ini kepada istri kamu Arfan".
Kiandra mencium punggung tangan Arfan setelah itu giliran Arfan mencium pucuk kepala Kiandra dengan takzim.
"Selamat ya sayang, semoga menjadi keluarga Sakinah, Mawaddah, dan Warohmah", Ucap mama Hana.
"Selamat ya nak Arfan, ibu titip anak putri ibu ke kamu.Tolong jaga dia dan sayangi lah Kiandra".
__ADS_1
Semua tamu undangan mengucapkan selamat kepada kedua pengantin. Semoga mereka berdua bisa hidup bersama dalam suka dan duka.
Setelah acara ijab qabul selesai mereka kembali ke kediaman rumah Arfan untuk acara selanjutnya, walaupun tidak mewah karena Varo yang masih berada di rumah sakit. "Kiandra malam ini kamu tinggal di rumah mama ya",
"Ii- yyaa tante".
"Kok tante sih sayang, mulai sekarang panggil Mama dan Papa ya. Ibu dan bapak
Kiandra tinggal disini aja dulu malam ini".
"Baiklah buk Hana".
"Kami telah menyediakan kamar untuk bapak dan ibu", ucap papa Arif menambahkan.
"Ma, Pa, Ibu dan Ayah saya tinggal dulu ya ke kamar".
"Hai, Arfan ajak istrimu juga ke kamar!", ucap papa Arif.
"Ayo"
Di dalam kamar yang mewah dan besar, Kiandra merasa terpukau dengan kamar Arfan. Apa kamu tidak mau ganti baju dulu. sana ganti di kamar mandi!".
"Tapi, aku tidak bawa baju kesini. Baju ku masih tinggal di dalam mobil".
"Coba kamu cek di lemari sana, aku rasa mama sudah menyiapkan baju untuk mu".
Kiandra segera memeriksa lemari yang ditunjuk Arfan. Benar saja disana sudah terdapat pakaian untuk digunakan Kiandra.
__ADS_1
"Terima kasih, sambil membawa satu stell baju ke kamar mandi".
jangan lupa vote, like dan komentar ya. apresiasi readers sangat Author nantikan.. 🙏🙏🙏