
Cium an Arfan kini turun ke perut Kiandra. Perut ini yang nanti akan menampung benihku dan menjadi anak yang soleh dan solehah tentunya.
Kini arfan merasa bahagia karena nanti bila Kiandra hamil lagi maka itu adalah hasil benihnya sendiri. Bukan berarti bahwa ia tidak sayang pada Kaisar Yang merupakan benih Alvaro. Dia juga akan menyayangi anak itu sama dengan anak nanti.
Ciuman Arfan kini semakin turun hingga ke pusat inti tubuh Kiandra istrinya. Kiandra semakin gelisah menerima sentuhan dan rang sang an yang semakin liar dari lidah Arfan suaminya sampai Arfan merasakan bahwa Kiandra sudah mencapai pelepasannya .
Melihat istrinya yang sudah sangat menginginkan dirinya Arfan mulai menuntun Anaconda nya menuju sarangnya untuk beristirahat di dalam sana. Arfan merasakan kesulitan untuk menerobos pintu sarangnya kini. Dia melihat kearah Kiandra yang juga merasa sakit. "Pelan- pelan sayang?".
Arfan kembali mencoba lagi hingga beberapa saat "Aagghh.. Sempit sekali sayang? Ini rasa seperti kamu perawaran kembali? Aku harus berterima kasih kepada dokter yang sudah membuat punya istriku sempit kembali" Kiandra yang mendengarnya hanya bisa tersenyum mendengar Kata-kata suaminya.
Arfan mulai menggerakkan pinggulnya pelan hingga makin meningkat ritme henta kan di bawah sana,mereka berdua mende sah menikmati permainan sampai mereka mencapai pelepasannya.
Arfan merebahkan diri di sebelah kiandra dan memberikan kecupan di kening istrinya. "Terima kasih sayang", Arfan memeluk erat Tubuh polos istrinya dan merapikan selimut untuk mereka berdua.
Setelah jam kemudian Lagi-lagi Arfan meminta melakukan penyatuan dengan istrinya, entah sudah berapa ronde yang mereka lakukan hingga hampir pagi dan begitu juga hal yang terjadi di kamar sebelah. ( Gila gue yang menulis sampai geregetan 😂😂😘😘)
***
__ADS_1
Pagi kini telah menyingsing. Seperti pagi pagi hari sebelumnya Papa dan Mama kini sudah menunggu kedatangan anak mereka untuk sarapan bersama tapi entah kenapa tidak ada dari dua pasangan itu yang turun untuk sarapan.
"Apa yang terjadi Pah? Kenapa mereka tidak ada yang turun?".
"Bi jum"
"Iya nyonya", ucap seorang wanita paruh baya menghampiri mama Hanna.
"Tolong kamu panggil Alvaro dan Arfan turun berserta istrinya".
Tak lama bik jum turun menghampiri Mama Hanna dan papa Arif.
"Nyonya Tuan Arfan dan tuan Alvaro bilang nyonya sarapan saja duluan".
"Ya sudah bik lanjutkan pekerjaannya".
"Baik Tuan".
__ADS_1
"Mereka kenapa sih pa? Kok kompak tidak ada yang turun?".
"Mungkin lagi buat cucu", jawab Papa Arif santai.
"Cih,, Emang adonan", Lanjut Mama.
Pukul 10.00 terlihat Arfan dan Kiandra turun sambil menggendong baby Kai. Tak berapa lama terlihat juga Alvaro yang turun santai sedangkan Lidya terlihat kesusahan berjalan di belakangnya.
Mama Hanna melirik Kiandra sambil tersenyum melihat cara berjalan Lidya. "Sepertinya benar kata Papa, sebentar lagi cucu kita akan nambah", batin mama Hanna.
Mama Hanna menarik Lidya untuk duduk di sampingnya. "Kalian sarapanlah dulu", Mereka berempat saling lirik karena sama-sama bangun kesiangan.
"Lidya apa ujian kamu sudah selesai nak?",
"Sudah Pah".
"Kalau begitu kita harus segera menyiapkan acara resepsi pernikahan kalian yang tertunda. Begitu juga sekalian resepsi pernikahan untuk Arfan dan Kiandra. Bagaimana menurut kalian?".
__ADS_1
"Kami terserah Papa dan mama saja", jawab Arfan. Pernikahan Arfan dan Kiandra waktu itu hanya acara ijab qabul saja. Mengingat waktu itu Alvaro yang dalam kondisi kritis maka mereka tidak jadi melaksanakan resepsi.