
Selama berjalannya proyek kerja sama dengan perusahaan Flower , Arfan menyerahkan tanggung jawab ini pada Alvaro. Dia tidak ingin memberi harapan pada Saras dengan ini juga bisa membuat Alvaro sibuk untuk tidak mendekati kiandra lagi.
Saras juga merasa perubahan sikap Arfan yang biasa akan selalu mencari cara menghindari dirinya dengan berbagai alasan. Sikap Arfan juga tidak sedingin biasa tapi tetap berusaha menghindar. "Tuan apa saya boleh bertanya?" ragu ragu untuk memulai percakapan.
"hhumm, tanyalah", ucap Alvaro dingin.
"Kenapa Aku merasa anda bersikap lain dari awalnya kita bertemu? Apa anda memang tuan Arfan?", tanya Saras takut menyinggung kliennya.
"Kenapa anda bertanya begitu?".Alvaro yang berusaha berperan sebagai Arfan hanya bisa mengangkat sedikit sudut bibirnya dan tetap menunjukkan wajah datarnya. tak beda dengan asisten Jefri yang juga menahan senyum seperti penyamaran tuan Alvaro sudah terbongkar.
"Anda biasanya hanya diam dan semua yang aku tanyakan maka Asisten Jefri yang akan menjawabnya".
"Hebat juga ternyata Nona menganalisa orang. Ya anda benar saya bukan Arfan tapi kembarannya".
Perkenalkan nama saya Alvaro Arifin putra. Pangil saja Varo", ucapnya tegas
__ADS_1
"Apa anda keberatan saya yang menjadi klien anda bukan Arfan?", tanya Varo melihat raut terkejut dari Saras dan Asistennya.
"Ti- tidak masalah tuan, saya hanya tidak percaya saja anda mirip sekali berdua".
"Ayo kita lanjut pekerjaannya", ucap Varo tidak ingin terlalu lama mengobrol tetang orang selalu membandingkan dirinya dan Arfan.
Kini Saras sudah mengetahui bahwa orang yang bersamanya bukan Arfan tapi dia merasa ini kesempatan yang tidak bisa di lewatkan karena dia tidak perlu lagi bersaing dengan Kiandra berharap perhatian dari Arfan. Sikap Alvaro yang lebih hangat padanya membuat dia lebih nyaman bersama Alvaro dibandingkan dengan Arfan yang selalu dingin.
Saras kini bertekad merubah haluan pada Alvaro yang membuatnya lebih nyaman. Apalagi Alvaro sekarang masih jomblo. maka tidak akan sulit mengambil hatinya untuk di perjuangkan.
Baru saja ponsel Kiandra bergetar menandakan ada pesan masuk di ponselnya. Disana terlihat pesan dari Alvaro yang ingin mengajaknya untuk bertemu siang ini. Kiandra berusaha tidak meresponnya akan tetapi Alvaro Lagi-lagi mengirimkan pesan. "Kia, Aku ingin bicara dengan kamu, Tolong temui aku siang ini!", pesan yang dikirim Alvaro.
"Kia, kita harus bicara empat mata untuk menyelesaikan masalah kita ini", lagi Varo mengirim pesan.
Akhirnya Kiandra menyetujui ajakan Alvaro untuk bertemu dan sebelum itu Kiandra meminta izin pada Arfan untuk keluar sebentar menemui Alvaro. Arfan sebenarnya berat memberi izin pada istrinya ini tapi mungkin ada masalah yang di harus diselesaikan antara kiandra dan Alvaro.
__ADS_1
Kini Kiandra sedang menunggu kedatangan Alvaro di sebuah restoran yang telah mereka janjikan sebelumnya. Tak berapa lama nampak Alvaro berjalan ke arah ruangan VIP. Dalam ruangan itu sudah ada Kiandra yang menunggu kedatangan nya.
"Maaf membuat kamu menunggu Kia!", di meja terlihat sudah ada minum untuk mereka yang sebelumnya sudah di pesan.
Tidak usah mengulur waktu, sampaikan apa yang ingin kamu katakan!", bentak Kiandra.
"Kiandra kembali lah pada ku? Apa kamu tidak mau anakmu mendapatkan kasih sayang Papanya?"
"Aku tidak bisa melepaskan kamu kia. Kamu hanya milik ku! bercerai lah dengan Arfan, Kia!"
"Busyitt,
Apa kamu pikir kalau aku bercerai, aku mau balik bersama kamu hah!" Teriak kiandra dengan kilatan amarahnya.
"Aku tidak akan kembali kepada kamu! pria brengsek yang menghancurkan hidup ku!"
__ADS_1
"Kamu kan tahu selama ini aku koma. Sekarang aku sudah kembali kamu bisa kembali kepada ku?", ucap Alvaro