Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku

Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku
BAB 30


__ADS_3

"Alvaro kamu kenapa bicara begitu?", Marah papa.


"Sebab Aku yang mengambil selaput dara Kiandra! Pastinya itu anak ku!", jawab Alvaro.


"Jadi kamu yang menyakiti mantu kami ?", tanya Mama Hana sambil merangkul kiandra dalam pelukan nya. Mama Hana mengajak kiandra meninggalkan ruang keluarga. Kini tinggallah para pria.


"Terus kenapa kamu lari dari masalah?", sarkas Arfan.


"Aku tidak lari tapi belum siap saja? Sekarang aku akan mengambilnya kembali!", seru Alvaro menantang.


"Hahaha... Hebat sekali kamu Varo!", tepuk Arfan.


"Kamu pikir Kiandra bola yang bisa kamu oper sesuka mu! Bagaimana menurut papa?", seru Arfan menanyakan pendapat papa Arif.


"Kamu pikir seenak kamu berbuat begitu? Dia istri saudara mu?".


"Kamu jangan main-main dengan pernikahan?", ucap papa Arif


Kini Arfan pergi menemui istrinya. "Ayok kita pulang saja?", tanya Arfan pada istrinya.


"Kalian tidak menginap disini saja? ini sudah larut malam".

__ADS_1


"Kami harus balik ma! Mungkin lain kali saja!", ucap Arfan


"Mama masih kangen dengan kalian!", mohon mama Hana.


"Bagaimana menurut kamu sayang?", tanya Arfan pada Kiandra.


"Kiandra sedang mengandung, fan. Tidak baik bagi kesehatan kiandra!", ucap mama Hana.


Mereka akhirnya luluh dengan ucapan mama Hana untuk bermalam disana. Keesokan harinya kiandra membantu mama Hana menyiapkan sarapan.


Mereka menyantap sarapan dengan tenang. Alvaro sesekali mencuri pandang pada Kiandra. Tapi kiandra hanya diam saja. Seakan menganggap Alvaro angin lalu disana.


Siap sarapan Arfan dan Kiandra pamit undur diri pada orang tuanya. Arfan terlebih dulu mengantarkan Kiandra ke Arpatem baru berangkat ke perusahaan. Entah kemana Kiandra minta ikut ke perusahaan menemani Arfan bekerja.


Alvaro akhirnya sampai di pelataran parkir Arpatem Arfan dan segera memikirkan mobilnya. Alvaro menaiki lift menuju lantai unit Arpatem Arfan.


Alvaro segera membunyikan bel Arpatem arfan. Sepertinya Arfan menukar kode sandi Arpatem. Tidak beberapa lama pintu terbuka. Menampilkan sosok perempuan setelah baya.


"Tuan Arfan, kenapa tidak langsung masuk saja?", tanya Bibi


"Saya bukan Arfan tapi Alvaro! Mana Nona rumah?", seru Alvaro yang langsung masuk saja.

__ADS_1


"Maaf tuan, Nona kiandra dan Tuan arfan sedang menginap di rumah orang tua tuan Arfan. Maaf tuan jangan masuk begitu saja!".


"Anda silahkan duduk dulu" ucap bibi mempersilakan tamunya duduk.


"Wajah anda kenapa mirip tuan Arfan?", tanya Bibi yang penasaran.


"Saya kembaran Arfan tentu mirip!".


Bibi segera menghubungi Nona kiandra dan menyampaikan ada tuan Alvaro yang sedang bertemu mencari tuan rumah.


Arfan yang mendengar penjelasan bibi langsung menyuruh Alvaro pulang saja. Dia dengan kiandra sedang sibuk di perusahaan. Kiandra pun tidak mau pulang untuk menemui Alvaro.


Alvaro yang di usir oleh bibi menjadi kesal. Sebelum pulang dia menanyakan keberadaan Kiandra. Alvaro memilih menyusul ke perusahaan.


Alvaro berjalan memasuki perusahaan. Karyawan yang melihat takjub, tidak biasanya bos mereka memakai pakaian kasual, yang biasa selalu memakai setelan formal. Alvaro bertanya pada resepsionis dimana ruangan tuan Arfan.


Resepsionis itu menjadi bingung sendiri. CEO perusahaan menanyakan ruangannya sendiri. Resepsionis itu memilih menghubungi sekretaris CEO.


"Halo Nona caca, Disini ada yang mau bertemu tuan Arfan. tapi wajahnya seperti tuan Arfan itu sendiri".


Resepsionis yang menerima perintah segera mengantarkan Alvaro ke ruangan CEO. "Maaf tuan, bukan kah anda tuan Arfan?", tanya resepsionis dengan gugup takut dibilang lancang.

__ADS_1


"Menurut kamu?".


__ADS_2