Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku

Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku
BAB 49


__ADS_3

Orang tua Kiandra dan orang tua Arfan kini telah sampai di depan ruangan Kiandra. Alvaro sedari tadi hanya bulak balik di depan ruangan tersebut, sedangkan yang lainnya duduk seraya berdoa untuk kelancaran proses kelahiran Kiandra.


Lidya terus memperhatikan raut wajah khawatir yang ditunjukkan Alvaro. "Kenapa kak Alvaro terlihat begitu khawatir ya? Padahal di dalam sana sudah ada kak Arfan yang menemani kak Kiandra?", batin Lidya.


Dua jam kemudian


Oekk... Oekk..


Tak berapa lama setelah itu tangisan bayi pun terdengar nyaring hingga keluar ruangan. Rasa syukur menggema di depan ruangan bersalin Kiandra. Teriakan Alhamdulillah terdengar keras hingga memenuhi sepanjang lorong rumah sakit membuat Orang-orang yang berada di lorong tertuju pada mereka.


"Selamat Pak, Ibu dan Mama. Cucu kita sudah lahir kedunia", ucap Papa Arif.


"Sama-sama Pak Arif, Sekarang kita sudah jadi kakek dan nenek", balas Ayah Kiandra.


"Selamat Alvaro kamu sekarang sudah jadi seorang papa", ucap Papa Arif langsung memeluk putranya dan tersenyum penuh haru. Sedangkan Alvaro menangis saat mengetahui anaknya telah lahir ke dunia.


Tak berselang lama pintu ruangan terbuka terlihat Arfan yang sedang menggendong bayi dan berjalan menghampiri Alvaro.


"Alvaro sekarang kamu azani anak ini!", ucap Arfan.

__ADS_1


Alvaro segera berjalan ke arah pintu ruangan yang terbuka itu. Dia segera mengambil bayi tersebut dari tangan Arfan dengan Hati-hati. Alvaro langsung mengazani anak itu sambil meneteskan air matanya. Ada rasa bersalah yang menyelimuti perasaan Alvaro yang pernah menolak keberadaan anaknya ini.


Alvaro mengelus pipi merah muda itu dan menciumnya.


"Apa jenis kelaminnya Fan?Siapa namanya?", ucap Alvaro lagi.


"Jenis Kelaminnya Laki-laki. Soal nama nanti kita balas sekarang anak ini harus aku berikan pada ibunya", ucap Arfan yang kembali masuk dalam ruangan.


Bayi mungil itu langsung di tengkurap di atas tubuh Kiandra untuk mencari sumber makanannya. Kiandra sedang di bantu duduk oleh Arfan agar memudahkan Kiandra memberi Asi pertama pada putranya.


Kiandra mencium kening dan tangan anak cukup lama. "Hubby akhirnya sekarang Kia sudah menjadi seorang Mommy dan Hubby menjadi Daddy", ucap Kiandra merasa haru.


"Hubby bahagia? Apa hubby akan selalu menyayanginya?", ucap Kiandra.


"Tentu hubby bahagia sayang. Hubby akan selalu sayang pada putra kita ini. Kamu jangan cemas ya!", ucap Arfan yang juga mencium pipi merah muda bayi itu.


"Siapa namanya sayang?", ucap Arfan memberi izin pada istri memberi nama untuk buah hatinya.


"Kaisar", Untuk nama depanya dan kepanjangan namanya Kia serahkan ke pada hubby.

__ADS_1


Satu jam kemudian Kiandra dan bayinya di bawa ke ruangan perawatan agar bisa dilihat oleh keluarga yang lainnya.


"Selamat Kiandra, Sekarang kamu sudah menjadi seorang ibu", ucap Mama Hanna dan Ibu Kiandra berbarengan.


"Selamat kak", ucap Lidya juga. Sementara para pria bergantian menggendong bayi mungil yang telah dilahirkan Kiandra.


"Kia, apa aku boleh memberi nama pada bayi ini?", tanya Alvaro meminta persetujuan kiandra.


Kiandra melirik pada Arfan untuk meminta izin. Arfan yang tahu apa maksud dari istrinya mengangguk tanda mengizinkan.


"Boleh tapi nama depannya KAISAR, kamu boleh menambah nama belakangnya", ucap Kiandra.


"Terima kasih".


"Nama bayi ini adalah KAISAR ALVANO ILMAN".


"Kenapa kamu memberi nama itu apa artinya?", tanya Arfan


"Artinya dia akan menjadi kesatria yang memiliki pengetahuan dan memiliki dua orang ayah".

__ADS_1


__ADS_2