Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku

Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku
BAB 47


__ADS_3

Malam hari di sebuah ballroom hotel yang mewah tepatnya hotel Galaxy yang merupakan proyek hotel kerjasama perusahaan Arifin Gruop dan perusahaan Flower, tampak sebuah pesta yang sangat meriah. Meja prasmanan tampak sudah di penuhi dengan berbagai makanan, kue-kue dan berbagai macam minuman.


Disetiap sudut ruangan juga tampak bunga-bunga dan hiasan pesta yang memperlihatkan kemewahan interior ballroom hotel tersebut. Tampak berlalu lalang tamu undangan yang menghadiri pesta pertunangan Alvaro dan Lidya. Disana juga terlihat kehadiran kedua belah pihak kecuali Saras karena sedang berada di luar negeri untuk melakukan bisnis.


"Selamat tuan Heru akhirnya kita akan menjadi besan", tuan Arif menyambut tangan tuan Heru dengan ramah.


"Selamat juga tuan Arif. Kita tidak hanya menjadi rekan kerja tapi juga akan menjadi besan tentunya", ucap tuan Heru. Selanjutnya berlanjut menyalami istri masing-masing.


Dari kejauhan terlihat ayah dan Ibu Kiandra yang juga di undang di pesta pertunangan tersebut. "Selamat atas pertunanganmu Alvaro dan Lidya", ucap Ayah dan ibu kiandra memberi selamat pada kedua pasangan.


"Selamat tuan Arif dan nyonya Hanna atas pertunangan anaknya".


"Terima kasih Pak, Ibu sudah mau hadir ke pesta pertunangan Alvaro ini", ucap Mama Hanna.


"Tentu saja kami harus hadir kesini jika anda mengundang kami. Apalagi Kita orang tua Kiandra dana besan tuan dan nyonya".

__ADS_1


"Selamat menikmati pestanya Pak, Ibu. Kami permisi dulu mau menyambut undangan lainnya", ucap Papa Arif dan Mama Hanna dengan ramah dan meninggalkan kedua orang tua Kiandra.


Sedangkan disudut lainnya di sebuah meja Arfan dan Kiandra terlihat sedangkan menikmati hidangan yang ada, kehamilan Kiandra yang sudah sembilan bulan ini membuatnya kesusahan untuk mengikuti semua acara pesta.


Arfan pun setia menemani kemana langkah istrinya pergi, walaupun dia sudah melarang Kiandra untuk ikut pergi ke pesta namun Kiandra bersikeras untuk ikut.


"Sayang kalau kamu sudah merasa lelah berada di pesta katakan kepadaku secepatnya ya. Hubby khawatir dengan kondisimu", ucap Arfan.


"Iya hubby, sayang kamu sudah mengatakan hal itu berulang - ulang", balas Kiandra yang tahu Arfan sangat menghawatirkan dirinya.


"Kia sama sekali tidak lelah bu, Tadi siang Kiandra sudah tidur lama jadi sekarang badan Kia sangat bertenaga"jawab Kiandra yakin.


Namun jawab Kiandra membuat Arfan lemas dan menyakinkan bahwa sang istri akan berlama-lama berada di pesta ini.


"Benarkah? Tapi aku khawatir dengan kandunganmu", ucap Arfan khawatirkhawatir dan di anggukan tanda setuju dari ibu Kiandra.

__ADS_1


"Hubby tenang saja , aku baik baik saja".


"Kamu yakin?", tanya Arfan lagi


"Iya.. Aauuw", Desis Kiandra. Entah kenapa perutnya mendadak mengencang tak biasa.


Mendengar jeritan kecil dari sang istri Arfan langsung dibuat panik.


"Kenapa sayang? Apa yang sakit?"


Alis Kiandra kian mengerut menandakan jika wanita itu sedang menahan rasa sakit, Tangannya reflek memegang ke bagian tubuhnya yang terasa nyeri yaitu perutnya .


"Hubby, Ibu... Perutku sa.. kitt!, ucap Kiandra terbata memegang perutnyaperutnya terasa kram.


Alvaro, Lidya, Papa Arif, Mama Hanna, dan Ayah Kiandra ikut panik dibuatnya. Arfan dan Alvaro langsung menompang tubuh Kiandra agar tidak jatuh. Pikiran-pikiran negatif yang berada di kepalanya kian menjadi.

__ADS_1


Tahan sayang, ayo kita duduk dulu mungkin kamu terlalu lama berdiri sayang!", ujar Arfan mencoba untuk tetap tenang.


__ADS_2