Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku

Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku
BAB 56


__ADS_3

Pagi itu, matahari masih bersembunyi di pekatnya kegelapan, belum berani menampakkan diri. Lidya yang baru saja terlelap sehabis menangis semalaman merutuki nasib yang terjadi pada dirinya. Lidya yang baru saja terjaga memilih bangun dan duduk sambil menyusuri sekeliling kamar.


Pandangan Lidya tertuju pada laki-laki yang sedang bergelung di balik selimut. Laki-laki tampan yang pernah menyelamatkan hidupnya. Tapi sekarang laki-laki itu juga yang kemarin malam melecehkan tubuhnya.


Tok


Tok


Tok


Terdengar suara ketukan pintu kamar sangat keras dari seberang pintu. Ketukan itu semakin lama semakin keras terdengar hingga membangunkan Alvaro yang masih terlelap dalam tidurnya.


Alvaro mengercapkan matanya dan mengedarkan pandangan. Saat dia sudah membuka matanya dia melihat ada sosok wanita yang sedang duduk di lantai menyembunyikan wajahnya dalam lututnya. Terdengar suara tangis dari wanita itu.


Alvaro segera berdiri dan berjalan ke pintu yang dari tadi ketukan begitu keras.


Ceklek

__ADS_1


Terlihat Papa Arif ,mama Hanna dan Arfan yang sudah berdiri di depan pintu tersebut. Papa Arif segera menarik Alvaro ke luar kamar untuk memberikan pelajaran pada anaknya itu. Mama Hanna masuk ke dalam kamar dan memeluk Lidya dengan memberi ketenangan pada gadis kecil yang menangis itu.


"Sudah sayang, Ada mama disini!", ucap Mama Hanna mengelus rambut Lidya.


Lidya membalas pelukan Mama Hanna dengan erat, menumpahkan tangisannya dalam dekapan seorang Ibu. "Maafkan Anak mama nak? Kami gagal mendidik anak kami itu. menjadi pribadi yang baik".


Sementara di luar tepatnya di rumah tamu Alvaro kembali terkena pukulan dari Papa Arif. Belum hilang memar di wajahnya tadi malam dan pagi ini di kembali merasakan hal itu kembali.


Arfan mengambil HP dalam saku jasnya. Dia mengacak dan tampak menekan nomor di ponselnya. Arfan mendekatkan ponsel tersebut keteliganya.


"Assalamualaikum".


"Pak Heru bisakah acara ijab qabul pernikahan Lidya dan Arfan di laksanakan siang ini?"


"Apa yang terjadi tuan. Kenapa rencananya tiba-tiba di percepat. bahkan kami belum menyiapkan apapun saat ini?"


"Hari ini kita hanya akan mengadakan pernikahannya saja pak? Acara resepsinya masih sesuai jadwal sebelumnya, saat Lidya tamat sekolah pak Heru?"

__ADS_1


" Kenapa mendadak sekali. Apa sudah terjadi sesuatu dengan Lidya?"


"Maafkan kami pak, seperti yang bapak pikirkan. Telah terjadi antara mereka berdua!! Maka dari itu kita menikahkan mereka hari ini. Kita hanya mengadakan acara sederhana saja. Dan Pak Heru sebagai wali dari Lidya".


"Baik tuan Arfan saya kesana sekarang".


🌿🌿🌿


Kini Arfan sedang menemani Alvaro bersiap - siap di salah satu kamar di kediaman Mama Hanna. Arfan menepuk bahu Alvaro yang sebentar lagi akan melangsungkan ijab qabul di depan penghulu.


sudahlah Alvaro, kamu Terima saja pernikahan ini! apa lagi yang kamu pikirkan? Lidya sosok gadis yang cocok denganmu. Dia masih sangat mudaa untuk mendampingi hidup mu yang berantakan ini. Jangan memikirkan kiandra lagi dia sudah menjadi tanggung jawab ku!! Kamu mulailah belajar menerima Lidya sebagai pendamping hidup."


"Mulailah berubah untuk menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya. Kamu kembali lah bergabung di perusahaan. Bantu aku memajukan perusahaan papa".


"Tapi aku tidak memiliki perasaan pada Lidya. Aku masih punya rasa pada Kiandra, fan!"


"Belajarlah untuk itu!".

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komentar yang membangun author kedepan. πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2