Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku

Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku
BAB 82


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian


Malam ini Arfan ingin makan sesuatu. Arfan melihat Kiandra yang sedang terlelap tidur di sampingnya. Arfan merogoh Handphone nya yang terletak di atas Meja tempat tidur.


Arfan mulai menekankan tombol untuk menelpon orang di seberang sana. Sudah Panggilan kedua tapi panggilan Arfan belum juga diangkat. Arfan kembali melakukan panggilan hingga panggilan kelima baru diangkat oleh orang itu.


"Halo .."


" Kenapa lama sekali baru kamu angkat? "


"sekarang sudah jam satu malam, Fan. Ada apa nelpon Tengah Malam begini?"


"Tolong kamu belikan aku Gudeg, dan rujak kedondong yang pedas", ucap Arfan.


"Lo gak waras. Mana ada malam begini orang jualan rujak. satu lagi di Kota Padang ini mana ada orang jualan Gudeg?. Loh pikir jualan dari Jogjakarta itu ada di Padang", ucap orang seberang sana.


" Loh ingin di pecat Jefri!! Gue gak mau tahu pokoknya loh carikan sekarang. Jika perlu loh langsung beli di kota asalnya", ya orang yang dihubungi Arfan adalah asisten Jefri.

__ADS_1


"*Minta yang lainlah. Pecel lele atau ayam mungkin ada tapi Gudeg?".


"Loh mau anak gue ileran. Pokoknya cari sekarang! Titik gak pakai koma!!". Arfan langsung mematikan sambungan telepon.


'punya bos seperti ini kali, gak tau orang mengantuk*', ucap Jefri mengerutu sendiri.


Pukul setengah tiga malam Jefri telah sampai di kediaman Arfan. Tidak menunggu lama Pintu rumah di buka menampilkan Arfan yang tersenyum nyengir. "Mana pesanannya?", ucap arfan. Jefri pun menyerahkan pesanan yang di minta bos sekaligus sahabatnya itu. Gudeg merupakan makanan yang terbuat dari nangka muda yang di masak dengan santan.


"Dimana loh dapatkan pesanan ini?", tanya Arfan di sela-sela menikmati makanannya.


"Gue baru ingat asisten rumah tangga gue orang Jawa pasti dia tau cara buat Gudeg. Jadi gue suruh aja", ucap Jefri sambil merebahkan diri di sofa ruang keluarga.


Kiandra mulai menuruni tangga berharap bisa menemukan suaminya itu. Kiandra melihat pencahayaan di arah ruang keluarga dan menghampiri ruang itu. "Sayang kamu terbangun?", tanya Arfan.


"Hhmm.. Apa yang hubby makan? Sepertinya enak?".


"Kamu mau ini Gudeg dan rujak kedondong", jawab Arfan.

__ADS_1


Kiandra ikut duduk disamping Arfan dan mencicipi makanan itu. "Ini enak", ucap Kiandra menyantap Gudeg. Kiandra beralih ingin mencoba rujak, "Ini asam dan pedas hubby", ucap Kiandra yang langsung meneguk air suaminya.


"Apa hubby menyusahkan asisten Jefri lagi? Kasihan dia by kelelahan begitu?".


"Biarkan saja. Dari pada kamu yang susah sayang".Setelah menyelesaikan makanannya mereka berdua kembali ke dalam kamar untuk beristirahat dan meninggalkan asisten Jefri tidur di sofa.


Pagi menjelang pelayanan sibuk menyiapkan hidangan untuk sarapan pagi. Seperti biasa Kiandra akan membantu menyiapkan hidangan untuk anggota keluarga.


Kini anggota keluarga sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama seperti biasa. Tampak asisten Jefri juga ikut duduk disana.


"Jefri kamu kenapa pagi-pagi sudah berada disini?", tanya mama Hanna.


"Asisten Jefri tadi malam siap mencarikan makan yang diinginkan Kak Arfan ma", ucap Kiandra.


"Memang kamu minta apa?", tanya papa Arif.


"Minta Gudeg dan rujak kedondong pah", ucap Arfan santai.

__ADS_1


"Kamu ada-ada saja".


__ADS_2