Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku

Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku
BAB 75


__ADS_3

Setelah sarapan Arfan dan Kiandra berniat langsung ke rumah sakit memastikan kehamilan Kiandra. Arfan menyuruh asisten Jefri mengurus perusahaan hari ini.


Tidak menunggu lama antrian. Arfan dan Kiandra segera dipanggil perawat masuk ke ruang pemeriksaan. Dalam ruangan Kiandra di suruh berbaring di brangkar pasien. Perawat langsung memberi Gel di atas perut Kiandra untuk bisa langsung di USG. Dokter menggerakkan alat USG disana dan memperhatikan ke layar monitor.


"Selamat bapak Ibu anak kalian kembar. Disini anda bisa lihat ada dua titik hitam. Titik hitam ini adalah anak kalian yang masih sebesar biji kacang hijau". Setelah melakukan pemeriksaan Arfan dan juga Kiandra duduk di depan dokter dan mendengarkan penjelasan dokter.


"Usai kandung Ibu Kiandra sekarang sudah 6 minggu. Ibu diminta untuk menjaga kondisi tubuh dengan baik. Apa yang Ibu rasakan, Apa ada keluhan?", tanya Dokter.


"Saya sama sekali tidak merasa keluhan dok, tapi suami saya yang merasakan itu", jawab Kiandra jujur.


"Bagus itu buk. Saya akan meresepkan vitamin untuk ibu. dan obat untuk bapak Arfan juga.tolong dijaga kandungnya dengan baik", ucap dokter menyerah resep untuk ditebus di apotik.


Sementara Alvaro langsung berangkat ke rumah orang tua kiandra untuk menjemput Lidya istrinya. Alvaro memilih minta ditemani Adit pergi ke Alahan Panjang menemaninya. Alvaro merasa lebih baik berdua jadi mereka bisa bergantian membawa mobil.


Alvaro kini sudah sampai di halaman rumah orang tua Kiandra dan segera mengetuk pintu memberi salam.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum ", saru Alvaro di luar.


Tak berapa lama pintu rumah terbuka menampilkan ibu Kiandra. "Waalaikumsalam, masuk nak Arfan", ucap Ibu Kiandra mempersilahkan Masuk.


"Saya Alvaro buk", jawab Alvaro memaklumi itu.


"Maaf nak Varo, ibu salah panggil".


"Tidak masalah buk. Lidya ada buk?".


Alvaro kini sudah berada di samping Lidya istrinya. Alvaro memilih berbaring disamping istrinya dan mulai mengelus kepala Lidya dan memberikan kecupan di kening istrinya itu. Lidya yang merasa terusik segera membuka matanya. Lidya terkejut melihat ada Alvaro di sampingnya yang sedang memeluknya.


"Kak Alvaro. Benaran ini kak Varo?", tanya Lidya.


"Benar sayang, ini aku suamimu".

__ADS_1


Lidya segera mendorong tubuh Alvaro berjarak darinya. "Kenapa kakak kesini? Pergi sana?", ucap Lidya langsung menangis.


"Maafkan kakak sayang. Kakak janji tidak akan melakukan kesalahan lagi", ucap Alvaro sambil mengecup tangan istrinya.


"Kata Ibu kamu sakit?Apa sudah dibawa ke dokter?", Alvaro terus berusaha mendekatkan diri dan kembali memeluk tubuh Lidya.


"Iya kepala Lidya terasa pusing dan mual kak. Padahal Lidya sudah bolak-balik ke kamar mandi", manja Lidya dalam pelukan Alvaro. "Tubuh Lidya juga lemas kak", terangnya lagi sambil membenamkan wajahnya di dada Alvaro.


Tiba-tiba Ibu Kiandra mengetuk pintu kamar dan masuk membawakan makanan untuk Lidya yang belum mengisi perutnya dari pagi. Alvaro segera menerima makanan itu. "Sekarang kamu makan ya biar ada tenaga. Setelah ini kita pergi ke dokter", ucap Alvaro yang mulai menyuapkan makanan ke mulut Lidya.


Lidya masih merasa tidak selera makan. tapi melihat perhatian Alvaro untuknya Lidya mulai membuka mulutnya menerima suapan itu. Tak terasa makan itu habis di makannya. "Setelah ini kamu Siap-siaplah kita akan pergi ke dokter", ucap Alvaro.


Alvaro memilih keluar kamar dan menghampiri Adit yang masih duduk di ruang tamu sambil meminum kopi panas buatan Ibu.


*Jangan lupa like, vote, dan komentarnya 👍👍👍👍

__ADS_1


__ADS_2