Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku

Aku Menikahi Kekasih Kakak Ku
BAB 71


__ADS_3

Pagi menjelang, matahari telah bersinar tinggi. Lidya bangun dan bangkit dari tempat tidur. Bayangan kejadian tadi malam muncul , dan terus berputar di kepalanya.


Diliriknya jam sudah menunjukkan pukul enam pagi. Lidya melirik pria yang masih terlelap di sampingnya, yang tadi malam telah membuat luka yang amat mendalam di hatinya. Dia memindahkan tangan kekar suaminya dan melangkah turun bangun dan mandi.


Setelah membersihkan diri, Lidya kembali memakai pakaiannya semalam dan meninggal Alvaro sendiri di dalam kamar. Dengan tergesa-gesa Lidya segera meninggalkan hotel dan mencari taksi untuk mengantarkannya pulang. Dia butuh teman curhat menyampaikan keluh kesah di hatinya.


Sementara itu Arfan kembali ke kamar hotel Alvaro untuk membangunkan mereka berdua.


Tok tok tok


Tak berapa lama Alvaro keluar membukakan pintu." Arfan? Dimana kita sekarang? Ini bukan rumah kan? Apa yang ter-?", belum sempat Alvaro melanjutkan pertanyaannya Sebuah bogem mentah mendarat di wajahnya. Menyebabkan sudut bibir Alvaro robek dan berdarah.


"Masih ingin bertanya kamu hah? Apa yang kamu lakukan semalam? Apa kamu masih ingin merusak hidupmu dan masih ingin mencoreng muka mama dan papa?".


Arfan menarik nafas sejenak, sebuah pukulan kembali ia layangkan ke wajah Alvaro. Arfan menelisik ke dalam kamar tapi tidak melihat keberadaan Lidya. "Dimana istrimu?".

__ADS_1


"Istri? Apa maksud kamu?", tanya Alvaro bingung.


Arfan menceritakan apa yang sudah dialami Alvaro tadi malam dimana dia dijebak oleh Saras dengan mencampurkan Obat pada minuman Alvaro, Hingga Membawa Alvaro ke hotel ini. Tapi semua usaha Saras gagal ,Alvaro belum sampai menerobos Saras. Alvaro selamat dengan kedatangan Arfan dan Lidya tepat waktu. Melihat obat itu dosisnya terlalu tinggi , Terpaksa Arfan menyuruh lidya membantu Alvaro.


"Sekarang dimana Lidya?", tanya Alvaro.


"Haish.. Seharusnya aku yang tanya kenapamu. Bukan sebaliknya?", jawab Arfan.


***


Tok tok tok


"Lidya buka pintunya! Kamu kenapa?", tanya Kiandra di balik pintu.


Lidya tidak mempedulikan itu, dia menyembunyikan kepalanya sambil menangis mengingat kejadian semalam. "Kenapa Kak Varo melakukan itu pada kak Saras? Kalau bukan karena disuruh kak Arfan mungkin aku akan meninggalkan kak Varo seperti itu? Aku tidak mau lagi menjalani hubungan ini", batin Lidya.

__ADS_1


Kiandra kembali mengetuk pintu kamar Lidya, dia merasa khawatir dengan adiknya itu. Merasa penasaran akan apa yang terjadi Kiandra menghubungi Arfan suaminya untuk bertanya apa yang telah terjadi.


"Assalamu'alaikum hubby. Apa yang terjadi tadi malam? Kenapa Aku melihat wajah Lidya sembab?", tanya kiandra pada Arfan.


Arfan akhirnya menceritakan apa yang telah terjadi pada Alvaro dan apa yang di alami Lidya. Kiandra yang mendengar keterangan suaminya merasa bersalah. Bagaimanapun yang menyebabkan Alvaro pergi ke clup karena kesalahan dirinya yang marah pada Alvaro di kampus.


"Maaf hubby ini salah kia. Mungkin kalau Kia tidak bertengkar dengan Varo kemarin dia tidak akan pergi ke clup", tangis Kiandra merasa bersalah.


"Jangan merasa bersalah sayang. Sekarang kia lebih baik membujuk Lidya dan memberi dia ketenangan", sahut Arfan.


"Baik hubby".


Kiandra kembali memanggil Lidya dan meminta maaf karena dia Alvaro sampai berada di clup malam kemarin dan sampai bertemu dengan Saras. "Lidya buka pintunya! Cerita sama kakak !".


**

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komentarnya. Terima kasih 🙏🙏🙏


__ADS_2