
Pagi harinya rasa mual kembali menyerang Arfan. Arfan segera turun dari ranjang dan berlari ke kamar mandi memuntahkan isi perutnya. Kiandra yang mendengar suara bising dari arah kamar mandi segera bangun. Kiandra menghampiri suaminya dan dia melihat Arfan yang sedang terduduk lemah di lantai.
Kiandra langsung memapah Arfan masuk kamar dan membaringkan dia disana. "Hubby tunggu disini dulu, Kia ambilkan air hangat kuku dulu", Kiandra turun dan segera mengambil air dan kembali ke kamarnya.
"Kiandra kamu kenapa buru-buru sekali. Ada apa?", ucap Mama Hanna yang selisih jalan dengan kiandra.
"Kak Arfan mual-mual ma, ini air untuknya. Kebetulan air di kamar habis". Kiandra meninggalkan Mama Hanna setelahnya. Mama Hanna juga ikut masuk ke kamar Kiandra untuk melihat kondisi anaknya.
Kiandra langsung membantu Arfan minum air yang dia bawa. Arfan segera meneguk air itu sampai tandas. "Arfan kamu dari kemarin seperti ini ? Apa sebaiknya kamu pergi ke dokter saja?"Tanya Mama Hanna.
"Tidak usah ma. Aku sekarang sudah baikkan", jawab Arfan lemah.
"Tidak ada tapi tapiannya. Biar Mama menyuruh dokter keluarga memeriksa kamu", ucap mama dan langsung menghubungi dokter keluarga ke rumah.
__ADS_1
Setengah jam kemudian dokter itu sudah sampai dan segera memeriksa kondisi Arfan. Tapi kondisi Arfan baik-baik saja. Mendengar cerita yang di alami Arfan, Dokter mulai merasa ini ada kaitannya dengan Kiandra. Dokter berinisiatif menyuruh kiandra menggunakan Testpack yang kebetulan ada dalam tasnya.
"Nyonya Kiandra coba anda menggunakan alat ini!", perintah Dokter menyodorkan testpack pada kiandra. Walaupun ragu Kiandra menerimanya dan masuk ke kamar mandi untuk melakukan tes.
Tidak berapa lama Kiandra keluar dan menangis melihat hasilnya. "Kamu kenapa menangis sayang?", tanya Arfan yang masih bingung. Tapi tidak dengan mama Hanna yang tau apa kegunaan alat itu.
"Bagaimana hasilnya sayang?", tanya Mama Hanna.
"Aku positif mah?", jawab Kiandra.
"Itu maksudnya istri tuan Arfan sedang hamil. Selamat tuan dan Nyonya kalian akan memiliki anak lagi", ucap Dokter memberi selamat.
"Untuk mengetahui berapa usia janinnya sebaiknya tuan dan nyonya cek ke rumah sakit", tambah dokter.
__ADS_1
"Terus kenapa Arfan sakit dok?", Tanya Mama Hanna
"Tuan arfan seperti ini karena mengalami hamil simpatik. Maksudnya Tuan Arfan ikut merasakan apa yang biasanya wanita hamil rasakan. Seperti mual dan juga ngidam", lanjut dokter menjelaskan.
"Saya akan meresepkan obat untuk tuan arfan. dan sebagainya tuan segera membawa nyonya Kiandra ke rumah sakit". Setelah itu Dokter segera meninggalkan kediaman Arfan.
Berita bahagia ini langsung disambut antusias oleh seluruh keluarga. "Kamu bisa-bisanya membuat istri kamu hamil", ucap Alvaro.
"Apa yang salah coba? Dia istriku tentu aku bisa membuatnya hamil anakku?", jawab Arfan.
"Bukan itu maksud aku dodol. Tapi apa kamu tidak kasihan dengan Baby Kaisar yang masih butuh ASI ibunya", ucap Alvaro memukul kepala Arfan pelan. Kapan lagi dia bisa balas dendam memukul kepala saudaranya itu.
"Dan Kamu Alvaro apa kabar? Istri dibiarkan jauh. Mungkin saja dia juga sedang hamil disana?", ucap Arfan tidak mau kalah.
__ADS_1
"Benar kata Arfan tuh sekarang kamu jemput Lidya dan bawa dia pulang hari ini!", perintah Mama Hanna.
*Jangan lupa like, vote dan komentarnya. Saranghae semuanya ❤❤❤