
"Cara menghargai orang lain, dengan tidak memberinya beban disaat dia tengah makan"
Bahkan dengan lengan terluka, Al tetap berlarian dengan wajah bahagia. Dia berdiri ditengah kelas, menarik nafas dan bersiap berteriak
"Pengumumannnn" teriak Al kencang.
Teman sekelasnya kontan menoleh, menatap Al yang tertawa di depan kelas
"Mulai hari ini El Nevaro Semanding sama Alriestella Lesham Shaenatte resmi berpacaran"
Ucapan Al mendapat sorakan riuh dari teman sekelasnya, tak terkecuali Arnol yang langsung berdiri.
"Lo ngimpi? Apa lagi halu?" tanya Arnol bertubi tubi
Febri ikut mendekat, menempelkan punggung tangan di dahi Al.
"Elo demam, sana pulang, minum obat biar gak halu" tukas Febri
"Ih Al gak halu, emang bener kok Al sama El pacaran" sungut Al kesal
"Si dul nya gak lo ajak pacaran sekalian, biar jadi Al, El, Dul" cicit Arnol
"Arnol resek" Al bersidekep.
"Lagian, udah tahu si El ga suka sama elo, masih aja ngarep buat pacaran sama dia"
Arnol menepuk bahu Al
"Kalau ngimpi jangan tinggi tinggi amat, pacaran sama orang yang mudah elo gapai, contohnya si Gandi"
Febri dan Arnol tertawa
"Awas ya kalian, kalo sampe El ngakuin kalo Al pacaran sama El, siap siap telanjang ditengah lapangan" tunjuk Al
"Gue sih yes" Arnol masih tertawa nyengir, sedangkan Febri menyulurkan tangan ke arah Arnol untuk berhig five ria.
"Halu. Kebanyakan halu lo be Cabe" cicit Arnol.
Selang dari sana El masuk ke kelas dengan tumpukan buku paket ditangan. Tanpa ekspresi dan melewati Al yang tengah berdiri dengan cengiran.
"Mumpung ada orangnya. Kita harus mencari sumber terakurat"
Arnol berjalan mendekati El. Lelaki itu meletakkan buku paket Biologi diatas meja guru.
"El, elo beneran pacaran sama Al?"
Arnol masih bersidekap. Menunggu jawaban El. Lelaki itu mendongak, sekilas menatap Arnol dan berpindah ke arah Al.
"Iya, kenapa?"
Ekspresi El tetap datar meski begitu, Al langsung lari dan menjulurkan lidah kearah Arnol
"Tu kan, Al sama El emang pacaran, siap siap lari telanjang"
Ekspresi Arnol berubah pucat, meski begitu dia masih bisa mengangkat dagu
"ngapain elo pacaran sama cabe kayak dia?"
__ADS_1
El tidak menggubris justru dia berjalan kearah bangkunya.
"Ih Arnol tu gak boleh gitu, namanya cinta semua bisa terjadi gitu aja" sergah Al
"Cinta, makan tuh cinta"
Arnol hendak berlalu. Tapi kedatangan Ivana dari kantin membuatnya berhenti
"Vana" panggil Arnol
"Berenti elo panggil geu Vana, nama gue Ivana" bentak Ivana
"Iya iya dunia Vana" Arnol tertawa "lo udah denger kabar belum?"
Ivana memiringkan kepala, sambil memakan cilok ditangan
"Apaan?"
"Itu, temen elo, si Al El dul, pacaran sama El"
Ivana menggaruk kepala yang tidak gatal "maksud lo apaan si monyet"
"Si Al, pacaran sama El"
Ivana mendelik, setengah tidak percaya, dia langsung berjalan ke arah Al, dimana gadis itu tengah tersenyum lebar
"Lo bener pacaran sama El?"
Al mengangguk dengan mata penuh binar kebahagiaan. Ivana hanya bisa menggeleng, tidak tahu harus bereaksi seperti apa.
**
"Al, lo kalo lagi ngedate bareng El pasti hening kayak dikuburan" sela Arnol sambil memasukan Nacho kedalam mulut.
"Enak aja, El orangnya asyik kok"
Al mengigit sendok sebagai respon dari ucapan Arnol
"Gue berani jamin deh"
Arnol tetap gencar menggoda El, sedangkan yang digoda berulang ulang mendelikan mata.
"El, pesenin gue omelet mie dong"
El mendongak, mendelikan mata hingga membuat Arnol tersedak.
"Kaki itu fungsinya untuk jalan, kalo elo lupa gue ingetin"
El menyesap jus, menyenderkan tubuh di sandaran kursi sambil terus memperhatikan Arnol
"Iya iya, gak usah gitu juga ngeliatnya mas"
Arnol bangkit, berjalan ke arah Dito yang sibuk mengelap meja.
"Ih El gak boleh gitu, kasihan si Arnol tahu. Dia kan cuman becanda"
El mengurungkan niat saat hendak memasukan Nacho kedalam mulut. Dia meletakkan sendok sehingga bunyi ting langsung membuat Ivana yang fokus ke ponsel menoleh.
__ADS_1
"Dua hal yang gue gak suka pas lagi makan, pertama : di perintah, kedua: di nasehati"
El menggeser kursi, hendak pergi untungnya cekalan tangan Al membuatnya berhenti
"Maafin Al, Al gak tahu, janji gak bakal diulangi lagi"
Wajah penuh harap dari Al membuat El mendegus. Lelaki itu kembali duduk, menunggu Arnol menyelesaikan satu menu lagi, memilih asyik menggulir ponselnya tanpa tujuan
Selesai Arnol makan, mereka berdiri di belakang panggung. Tempat ini biasanya digunakan Al untuk latihan, ruangan yang luas dan hanya di isi alat alat musik. Welno memang hoby musik, makanya dia sengaja mempersiapkan ruangan ini khusus untuk dia.
"Jadi masalah ngecover lagu kemaren pakek Piano sama drum jadi gak?"
Arnol mengeluarkan sebatang rokok. Berniat menyulut dengan api tapi kalimat dari Al membuat Arnol berhenti
"Ih Arnol ngerokok?"
"Baru mau sekali ini" jawab Arnol acuh
"Kalo mau ngerokok keluar sana, jangan disini"
Kali ini Arnol benar benar seperti ditegur oleh papanya. Tanpa sadar dia membuang rokok yang belum di sulut karena ucapan El tiba tiba.
Lelaki itu masih saja acuh, memilih duduk di pinggir meja sambil mengamati Al. Gadis yang baru beberapa jam resmi menjadi pacar nya.
Tapi, alasan dia menjadikan gadis ini pacarnya adalah bahwa dia tidak ingin kehilangan satu orang yang peduli padanya. Saat ini alasab itu cukup masuk akal bagi dirinya.
"El lo bisa main alat musik?" tanya Arnol
El menoleh. Menatap Arnol yang tengah mengatur senar gitar. El memutar mata, lalu menjawab dengan santai
"Enggak"
Dugh
Tanpa sengaja Arnol menjatuhkan gitar, Al menoleh sedangkan Ivana menganga. Cukup bagus bagi mereka menghadiahi El keterkejutan secara bersama sama.
"Ha? Serius?"
Arnol melangkah maju, menepuk nepuk pipi El. Tepukan itu cukup mengejutkan El, sehingga lelaki betubuh jangkung langsung menepisnya
"El gak bisa maen alat musik?" tanya Al
"Enggak" jawabnya santai
"Terus kenapa elo bilang sama miss Ani kalau elo main drum bambang" Arnol menghentakkan kaki. Mencubit lengan El berulang ulang
"Gue cuman nyelamatin kelompok kita dari hukuman miss Ani"
Baiklah, agaknya yang dikatakan El tidak sepenuhnya salah. Arnol menghela nafas begitu juga dengan Al.
"Sekarang gimana Al?" tanya Arnol dengan lemas.
Al menggeleng, mendekati EL dan mengelus punggung lelaki itu.
"Gak papa, Al bakal ngajarin El sampe El bisa main drum"
💐💐💐
__ADS_1