AL Dan EL

AL Dan EL
Keajaiban Enam Puluh Tujuh


__ADS_3

Aku merasa kehilangan setalah dia mengumumkan pesan perpisahan


⏳⏳⏳


El memacu motornya begitu cepat menuju rumah sakit, saat ini yang ada di otaknya hanya lah rumah sakit. Begitu dia menstandarkan motor, dia melihat mobil Glori baru saja pergi dari rumah sakit. El membuka helm lalu membawa sebuket bunga masuk kedalam rumah sakit. Berjalan menuju ruangan Ella, ya El sudah sadar sepenuhnya siapa yang terbaring dimatanya saat ini, itu adalah Ella Mama tirinya, tapi tidak ada sepercik benci dalam hatinya. Eviana pernah di posisi Ella, pernah terbaring seperti didepannya, dan El tidak mau, apa yang dialami Eviana kembali di alami Ella. Masalah berdamai atau tidak itu urusan nanti.


El meletakkan sebuket bunga di atas meja, tampaknya Ella masih tertidur, tidak ada Kharisma ataupun siapapun yang menjaga disini. El menggeser kursi, menatap Ella dari posisinya, wajah damai khas ibu ketika tertidur benar benar membuatnya teringat Eviana.


El mengangkat tangan Ella, menciumnya lalu mengangkat selimut yang sempat jatuh hingga ke lutut kaki. El memandangi Ella dengan ketulusan, benar benar tulus karena saat ini tidak ada rasa sakit hati yang terselip.


"Tante cepet sembuh ya" ujar El dengan lirih "Jangan lagi sakit, kasihan Kharisma" El membelai rambut Ella, lalu berdiri tegak


"Tante tahu, ditinggalkan seorang ibu adalah kiamat bagi anaknya, jadi Tante harus sembuh demi anak Tante" kata El lantas pergi.


Begitu El menggeser pintu, Ella membuka mata dan meneteskan air matanya. Dia tidak menyangka lelaki yang selalu dia benci bisa berbuat sebaik itu padanya.


"Maaf El, Tante belum bisa memaafkan kamu, kamu adalah alasan Tante sakit hati sejauh ini" ujarnya memandangi arah pintu.


⏳⏳⏳


El mendatangi rumah Al, setidaknya jam segini Al dirumahkan?. Lelaki itu berdiri didepan pintu, memandangi pintu yang bercat putih. Ketika daun pintu di ketuk, Bella dan Jovan kompak membuka pintu, pakaian mereka seperti pakaian orang yang akan pergi, tapi tidak tahu mereka akan kemana.


"Eh El" sapa Bella dengan senyuman yang begitu manis "ayok masuk"


El menunduk sebentar dan ikut tersenyum, mengalami Jovan dan Bella bergantian. Mereka masuk dan duduk diruang tamu.


"Udah lama kamu gak kesini kemana aja?" Tanya Jovan


"Lagi banyak urusan Om" suara El lemah "Al ada?" Tanya nya


Jovan dan Bella saling pandang, seperti sedang meminta salah satu dari mereka untuk mengatakan dimana keberadaan Al sekarang.


"Itu, emmm Al nya lagi di acara ulang tahun temennya" Jovan akhirnya yang memilih menjelaskan "Dia, dia perginya sama Kharisma" lanjut Jovan


El hanya bisa merasakan desiran dihati, lalu tersenyum "Boleh minta alamatnya?" Tanya El sekali lagi

__ADS_1


"Boleh boleh, di jalan Anggrek, dekat sama cafe Welno, rumah nomor 89" kata Jovan setelah melihat ponsel


El hanya bisa mengangguk dan berniat berpamitan tapi pertanyaan dari Bella membuat El mengurungkan niat.


"Tante boleh nanya gak sama kamu? , Ini sih kayak masalah pribadi, tapi Tante harus tahu" Bella menatap suaminya lalu menatap El.


El hanya bisa mengangguk tanpa suara.


"Kamu ada masalah apa sama Al? Karena belakangan ini Al selalu nangis, dia jadi tertutup sama Tante"


El menunduk sejenak "El sama Al udah putus Tan"


Mendengar jawaban El, Bella dan Jovan kaget, padahal melihat hubungan mereka tampak baik baik saja kenapa begitu tiba tiba mereka sudah berkahir.


"Tante boleh tahu alasannya apa?" Tanya Bella yang belum terima berakhirnya hubungan mereka


El menatap Bella dan Jovan bergantian "El juga gak tahu apa alasannya"


Bella serta Jovan diam saja, mereka merasa kasihan dan bersalah dengan pertanyaannya


"El permisi dulu Tante, Om" El berpamitan, mencium tangan kedua orang tua Al, dan permisi pergi.


El mengernyitkan dahi, menatap reaksi Jovan yang seperti bersungguh sungguh dengan ucapannya tadi. Tapi perempuan siapa yang Al maksud, selintas bayangan Ainun langsung memenuhi otaknya, ya tidak ada perempuan selain Ainun yang akhir akhir ini dekat dengan dirinya.


"Bukan" El menjawab dengan ketegasan dan itu membuat Jovan tersenyum


"Om percaya sama kamu" katanya


⏳⏳⏳


El memacu motornya menuju pesta ulang tahun yang disebutkan Jovan barusan, menemui orang orang baru dan dengan pakaian yang begitu glamor, El merasa sedang menjadi orang asing ditengah orang yang sama, lihatlah dia memakai pakaian yang biasa disini.


El mengenakan jaket kulit warna hitam dengan celana warna hitamnya, dia menoleh kekanan dan kiri mencari keberadaan Al.


Perempuan yang dicarinya, berdiri diatas panggung dengan setelan dres warna merah, tampak anggun dan begitu membuatnya terlihat cantik.

__ADS_1


Al membawakan lagu dari Judika, tak bisa bersama, dia tampak begitu menikmati lagu yang dia bawakan, dibawah panggung Kharisma berdiri menonton, El hanya bisa memandangi saja.


Arnol yang dari arah panggung lantas berjalan mendekati El yang berdiri memandangi Al tanpa berani menghampiri. Lelaki itu menyisir rambut dan tersenyum.


"Lo disini? Kenal sama yang ulang tahun?" Tanya Arnol dengan minuman ditangan


El menatap Arnol, lelaki itu masih biasa saja bahkan setelah dia tahu bahwa El adalah anak haram.


"Gue cuman nonton" katanya kembali menatap Al.


"Samperin aja lagi" Arnol melambaikan tangan kearah Febri dan Gandi


El berjalan pergi meninggalkan Arnol tanpa sepatah kata, menuju pelayan yang sedang melayani acara pesta ulang tahun, El meminjam kertas dan pena, lalu menulis di lembar kertas ini dan kembali ke Arnol.


"Nitip buat Al" katanya yang dipandang Arnol dengan heran.


"Eh in___" belum sempat Arnol menolak, El sudah berjalan keluar dari pesta, Arnol hanya mengernyitkan dahi sambil menggeleng.


"Heran deh mereka kayak jaman belom ada hp aja, pakek surat suratan" meski begitu Arnol berjalan kearah Al, menunggu perempuan itu turun dari panggung.


"Nih dari pacar Lo eh mantan pacar Lo" sodornya


"Ha?" Al melongo, lantas menerima secarik kertas dan membukanya.


Kenapa ada begitu banyak kesalah paham diantara kita? Selamat bersenang senang Al, sampai berjumpa di lain kesempatan dan dengan keadaan yang jauh lebih baik.


Surat itu entah mengapa seperti sebuah isyarat pesan perpisahan dari El.


"Sekarang El dimana?" Tanya Al pada Arnol yang sedang berbincang dengan Ivana.


Mereka yang ada disitu lantas menatap Al dengan kompak.


"Udah pergi dari tadi" kata Arnol yang membuat langkah Al langsung bergerak.


Al berlarian keluar dari pesta, berlari sampai dijalan raya dan menoleh kanan kiri. Tidak ada El lagi disini, kenapa pesan yang dituliskan El seperti pengumuman perpisahan?. Mau kemana lelaki itu sebenarnya? Kenapa seolah olah dia akan pergi jauh dan meninggalkan Al.

__ADS_1


Langit sedang tidak bahagia, lihatlah kilat diatas langit bersahutan, di sambut dengan rintikan hujan yang membasahi tubuh Al.


Al merasa kehilangan, sangat kehilangan.


__ADS_2