
Jatuh cinta lah setiap hari
Agar kamu tidak memiliki alasan untuk patah hati
⏳⏳⏳
Kharisma membawa Al ke taman sekolah, dia memberikan air mineral kepada Al, lalu tersenyum dengan lembut. Seolah Kharisma yang dulu tidak pernah sejahat itu pada Al.
"Kenapa Kharisma bawa Al kesini, kan Al pengen ngomong sama El" ucap Al dengan raut muka yang kecewa
"Jangan terlalu ngejar dia Al, kalau dia elo kejar gitu yang ada dia malah gak ngasih hati ke elo" nasihan Kharisma tetap berdiri.
Al menatap sepasang sepatunya, melihat baik baik sepatu itu. Matanya basah, berkaca kaca.
"Apa sih yang elo suka dari dia?" Tanya Kharisma tanpa tahu bahwa Al akan menangis.
"El jujur" ujar Al dengan suara mendayu. Air matanya tumpah tanpa bisa dicegah. Dan itu membuat Kharisma sedikit terhentak.
"El jujur kalau dia gak suka sama Al, dia gak pernah pura pura suka sama Al demi menangkan Al, gak kayak Kharisma yang diam diam selingkuh di belakang Al" kata Al semakin cepat.
"Jangan nangis. Ntar dikira orang gue ngapa ngapain elo lagi" Kharisma duduk di depan Al, menyeka air mata gadis itu dengan lembut tetapi tidak menyertakan ketulusan.
"Gue minta maaf buat kesalahan gue yang dulu" kata Kharisma "maaf Al. Waktu itu ___" Kharisma menyeka air mata Al
"Al mau nyari El"
Gadis itu berlarian menyusuri lorong lorong sekolahan, menaiki roftof untuk mencari keberadaan El, tidak ada dimana mana. Bahkan lelaki itu tidak ada dikantin, perpustakaan, atau roftof.
Al berhenti, menangis tersedu sedu pada bayangan El yang melintas di otaknya.
Sepasang sepatu berhenti didepannya, Al mendongak, menatap tampang El yang datar.
"El, Al mau jelasin"
Srukk
Tiba tiba El memeluk Al dengan penuh kekuatan, memeluk gadis itu hingga rasanya...... Rasanya Al seperti kehabisan nafas tanpa tahu kenapa El melakukan itu pada Al.
"El, El kenapa?" Tanya Al dengan suara yang lirih, dia bingung dengan perubahan sikap El yang secara tiba tiba ini.
El masih memejamkan matanya saat memeluk Al. Dia tidak ingin kehilangan Al seperti dia kehilangan ibunya. Dia tidak ingin kehilangan seseorang yang sudah ada di hidupnya.
Lalu pelukan itu melepas dengan kasar. Dan El berdiri seolah tidak terjadi apa apa barusan.
__ADS_1
"Dari mana Lo?" Tanya El dengan nada dingin khasnya.
"Dari taman" kata Al jujur
"Lo mau tahu kenapa gue marah tadi?" Tanya El menatap lekat kearah Al.
Gadis kecil yang ditatap hanya mengerjapkan mata bingung. Dia menggeleng perlahan mempertegas bahwa dia tidak tahu apa penyebab El marah padanya.
El ingin berkata kalau dia tidak suka Al dekat dekat dengan Kharisma, tidak suka Al pergi dengan lelaki itu. Tapi entah kenapa bibirnya terasa kaku, dia memilih diam dan berjalan pergi dengan tiba tiba.
Lagi lagi Al hanya menatap punggung El yang kian menjauh tanpa mampu dikejarnya atau tanpa mampu pergi bersamanya.
Langkah El berhenti, dia menoleh kebelakang, menoleh Al yang masih diam membisu ditempatnya.
"Lo gak mau masuk kelas?" Tanya El pada Al
Al langsung tersadar dan tersenyum riang , berlarian disebelah El
"Tadi Al kira El gak mau ngajak Al masuk ke kelas" kata Al berlonjak lonjak seperti anak kecil
"Nanti kan ada Ujian Fisika. Emangnya elo mau gak dapet nilai"
Al langsung berhenti begitu mendengar bahwa nanti ada Ujian Fisika.
El ikut berhenti dan menatap wajah kaget dari Al. Alisnya naik terangkat.
"Apanya yang dadakan?" Tanya El bingung
"Ujiannya. Kemarin pak Jacksen gak bilang apa apa"
El menghembuskan nafas berat. Selain bodoh ternyata Al juga pelupa, mungkin satu satunya yang selalu di ingat Al adalah tentang perasaannya.
"Kemarin pak Jacksen bilang kalau hari ini kita ujian" kata El sambil memutar bola mata malas
"Kok Al gak denger"
"Elo ribut terus di kelas" ujar El sudah berlalu pergi
"El El. Contekin Al ya, pleaseeee" Al merengek agar bisa mendapatkan contekan dari El
"Lo gak malu minta contekan ke gue?"
"Kenapa harus malu?" AL berjalan mundur sambil terus memohon pada El.
__ADS_1
"Gue pacar elo bdw"
Mendengar itu Al tersenyum malu malu. Mengerjapkan matanya dan melipat tangan lalu menggoyang goyangkan badannya perlahan
"He he" cengirnya "kenapa mesti malu. Nilai jauh lebih penting d ari pada hubungan. Kalau Al gengsi gengsi nanti Al malah gak lulus" kata Al dengan manja.
El hanya bisa geleng geleng dan berjalan dengan pelan. Melihat Al yang ada didepannya berjalan mundur.
Srukk
Tangan kekar El langsung meraih pinggang Al untuk dipindah ke sampingnya. Seseorang dengan tumbuh gumpal hampir menabrak Al dari belakang.
"Lo kalo jalan pakek mata" bentak El pada Al
Al langsung menunduk begitu El marah padanya.
⏳⏳⏳
Matahari sedang terik teriknya diatas kepala, langkah sepatu Al dan El beriringan untuk pertama kalinya. Tidak hanya Al dan El sebenarnya Ivana dan Arnol juga mengikuti mereka sambil berbisik bisik membicarakan sikap kasar El.
El bukannya tidak mendengar dia hanya pura pura tidak mendengar, baginya dibicarakan dari belakang sudah menjadi hal biasa untuknya.
Sampai di cafe Welno, mereka duduk sebentar dan memesan minuman. Arnol lebih dulu menghabis kan segelas minuman, lalu memesan lagi.
"Gila, kalau kayak gini panasnya gue pengen pindah ke kutub Utara aja" keluh Arnol
"Pindah Sono pindah" Ivana menonyor dahi Arnol tanpa perasaan
Sedangkan Al dia hanya menatap wajah El yang sedang menikmati minumannya. Rasanya dengan melihat wajah El, hidup Al jadi berwarna.
"Duh bucin banget si elo Al" cicit Arnol yang mulai gemas dengan sikap kebucinan si Al
"Emangnya salah ya dari Al" kata Al bingung menatap wajah Arnol
"Enggak, elo mah gak pernah salah yang salah cuman aa Arnol" kata Arnol gemas sendiri.
"Yuk latihan" ajak Ivana yang sudah jengah dengan sikap Al.
Mereka masuk kedalam tempat latihan. Memulai dengan lagu yang telah disepakati. Mereka sepakat dengan bernyanyi sambil bergitar saja, untuk ucapan El pada miss Ani, nantinya Al akan menjelaskan alasan mereka tidak menggunakan alat musik selain gitar. Karena yang bisa memainkan alat musik hanya Al dan Arnol sedangkan Ivana dan El sama sekali tidak bisa.
Disela sela Al yang mencoba vokalnya. Mata El terus terfokus pada cantiknya wajah Al. Mungkin dia tidak menyadari bahwa saat ini dirinya sedang menatap wajah Al.
"Hmm" Arnol berdehem "jangan dipandangi terus" goda Arnol
__ADS_1
Mendengar itu El langsung melirik tajam kearah Arnol hingga yang di beri tatapan seperti itu langsung berjalan pergi, ketakutan. Lelaki kasar bernama El Nevaro Semanding benar benar sudah jatuh hati pada Alriestella.