AL Dan EL

AL Dan EL
Keajaiban Lima Puluh Empat


__ADS_3

Mungkin saatnya jujur pada hati sendiri


⏳⏳⏳


Alriestella menatap mentari yang terik menyinarinya. Hari ini setelah kegiatan olahraga tembak tembakan selanjutnya  kegiatan bakti sosial dan penjelajahan alam, mungkin mereka akan menjelajahi menuju  desa ekowisata Pampang, dan melanjutkan dengan kegiatan bakti sosial seperti membersihkan tempat tempat desa, memberikan makanan gratis pada pengunjung jalan serta berbagi masker.


Al mengikuti rombongan yang sedang berjalan, keringatnya bercucuran, entah kemana perginya Ivana, tadi sebelum dia berhenti untuk menatap matahari yang sudah terik dia masih berjalan disebelahnya. Arnol tampak sudah didepan terdengar suara nyaring teriakannya, juga suara toa speaker dari Hafiz dan beberapa anggota OSIS dari kelas dua dan satu.


"Mau minum?" Tawaran dari sebelah membuat Al menoleh, dilihatnya Kharisma berdiri memaku sambil terus tersenyum


"Makasih" katanya menerima botol minum yang di sodorkan Al.


Mereka hanya berjalan bersisian tanpa berbincang sama sekali, mungkin karena jauhnya lokasi menuju desa Ekowisata Pampang. Kalau menggunakan mobil jaraknya bisa di tempuh dalam tiga puluh empat menit namun jika berjalan kaki Al tidak yakin akan sampai secepat itu.


"Istirahat dulu" instruksi dari depan.


Bahkan sepanjang jalan dipenuhi siswa siswi SMA Mesma yang sudah mengantri di sisi jalan.


"Ah nyesel gue ikut camping" teriak Arnol yang jaraknya tidak terlalu jauh.


"Kalo tahu ada penjelajah alam yang beneran ngejelajahin mendingan tadi gak usah ikut" timpal dari kelas lain


"Jaraknya bisa dipersingkat gak sih?" Tanya yang lainnya lagi.


"Kalo jaraknya deket namanya bukan penjelajahan alam tapi jalan santai" salah satu siswa siswi yang bertugas sebagai panitia membagikan minuman.


Tidak lama mereka beristirahat karena selanjutnya mereka kembali melanjutkan perjalanan. Sekitar empat jam mereka menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai di desa Ekowisata Pampang, para staf dan guru sudah menunggu dengan mobil pickup yang berisi makanan untuk di bagikan serta beberapa mobil yang berisi peralatan untuk membersihkan desa.


Kegiatan bakti sosial dan penjelajahan alam baru selesai dilakukan pukul lima sore. Mereka diperbolehkan istirahat ditenda masing masing.


"Istirahat dulu yang mau istirahat, nanti malam kita ada kegiatan jurit" ujar Hafiz sebagai komando membubarkan barisan didepan tenda.


Al tidak banyak bertemu Kharisma, perempuan ini selalu menghindarinya.


⏳⏳⏳


Ketika bangun tidur El teringat kata kata dari Ginanjar mengenai kapasitas hati yang dari semalam membuatnya berpikir panjang. El menatap matahari yang tertutup mendung, dia mengedipkan mata.

__ADS_1


"Kopi El" tawar Ginanjar memberikan kopi instan disebelah El berdiri.


"Oh ya kayaknya nanti malam Erik gak bisa main, Lo maju jadi pemainnya ya" ujar Ginanjar menyeruput kopi panas.


El masih menatap matahari yang terasa mendung, entah kenapa dia teringat akan Al, mengenai gadis itu yang mencarinya.


"Bang" El menatap Ginanjar "kayaknya gue gak bisa" buru buru El mengambil jaket yang semalam dia gunakan


"Lo mau kemana?" Tanya Ginanjar bingung saat melihat El sudah bergegas pergi.


El memeriksa dompet serta ponsel agar tidak tertinggal, dia memakai pakaiannya yang semalam sudah dijemur, dan memakai sepatu dengan tergesa gesa.


"Semalam Lo bilang buat gue ngurangin kapasitas beban di hati gue kan?" El berdiri "Gue mau ke Jogja bang" kata El dengan mantap "gue mau jujur soal perasaan gue" katanya sudah berlarian menyusuri jalan


Mendengar El yang mulai bertekad untuk membuka dirinya meski bukan dengan Ginanjar. Lelaki yang kini mengangkat gelas sambil tersenyum merasa senang.


"Take care El" pekiknya yang tidak didengar oleh El.


Lelaki itu berlarian menyusuri jalan kembali kerumahnya. Ini masih pukul sentengah enam, Glori belum pergi kekantor. Mungkin lelaki itu sedang duduk di pinggir kolam sambil menikmati cuaca ibu kota.


Sampai di rumah Glori, El lantas membuka pintu dan menuju kolam, benar saja lelaki itu tengah menikmati secangkir teh dan tablet kerjanya.


"Aku ingin pergi camping" kata El kepada Glori yang membuat lipatan di dahi


"Maksudmu?"


"El mau pergi ke acara camping tahunan sekolah" jelas El


Glori menatap wajah putranya yang seperti benar benar ingin pergi kesana. Melihat wajah El yang masih belum terlalu segar, Glori menyimpulkan El benar benar terburu buru hanya untuk mengatakan ini.


"Atm dan kunci motor ada dikamar kamu, kamu gunakan itu untuk keperluan camping" kata Glori lantas menepuk bahu El.


Lelaki yang baru saja ditepuk tidak akan membuang buang waktu lagi, dia lantas menapaki tangga menuju kamarnya dan menemukan surat undangan camping miliknya yang diatas amplop sudah ada kartu ATM dan kunci motor.


El lantas buru buru mandi dan hanya membawa pakaian seperlunya toh dia hanya sehari disana, perjalanan menuju Jogja akan sangat panjang.


⏳⏳⏳

__ADS_1


Melintasi jalan yang kemarin sempat dia lintasi membuat pacuan jantung El berdetak. El semakin mempercepat laju motornya, dia merasa tidak sabar. Dari pukul enam sampai tujuh malam El tak henti hentinya ingin sampai di tempat camping. Setelah hampir memakan waktu empat belas jam, akhirnya dia sampai ditempat parkir acara camping nya, dia melihat banyak api unggun yang sedang di buat, beberapa tenda di sebelahnya yang berisikan orang orang tidak dikenali.


Beberapa siswa siswi yang melintas melirik El dengan aneh. Iya mereka belum melihat lelaki ini sebelumnya, apalagi El datang dengan jaket jeans hitam serta celana hitam. Tampangnya kaku seperti seorang gengster.


El bingung mencari tenda Al, begitu melihat Hafiz yang berada di tenda panitia, El lantas menemui Hafiz.


"Gue mau daftar camping" ujarnya yang ditoleh panitia dengan heran.


"Sorry kak, udah telat, besok kita udah penutupan acara" tolak salah satu panitia


Hafiz menoleh kearah belakang saat melihat El berdiri dengan tatanan rambut berantakan, lelaki itu lantas mendekatinya.


"El, Lo kok baru Dateng?" Tanya Hafiz ramah


"Ada keperluan"


"Gimana? Ada yang bisa gue bantu?"


"Gue mau daftar camping"


Hafiz diam sejenak saat mendengar permintaan El. Lagi pula dia tidak enak untuk menolak permintaan El yang terlihat dia begitu ingin mengikuti acara meski sudah terlambat.


"Boleh, asal waktu jurit elo jaga di pos ketiga" tawar Hafiz memulai negosiasi nya


El menaikan alis, menjaga pos? El memilih menerimanya daripada dia harus pulang tanpa diterima di acara camping, toh tidak ada ruginya selama dia masih bisa ikut acara.


"Oke" ujar El menerima tawaran Hafiz


"Nah masalah nya tenda kita udah cukup semua, per tenda dua orang tapii__" Hafiz berhenti sejenak "Gue tahu Lo cocok di tenda siapa" ujar Hafiz selanjutnya dengan senyuman paling manis


"Kebetulan si Arnol bawa tenda sendiri yang luas, nah cukuplah untuk bertiga" kata Hafiz merangkul leher El yang langsung ditepisnya


"Udah kan, dimana tendanya Arnol?" Tanya El setelah menepis tangan Hafiz yang tadi melingkar di lehernya


"Di situ" Hafiz menunjuk kearah selatan, dan El tidak lagi mengatakan kalimat terimakasih, lelaki itu lantas pergi begitu saja.


Dia menyusuri tenda per tenda yang berisikan orang orang tidak dikenalinya, saat dia berniat ke tenda ujung yang terlihat lebih besar, matanya melihat dua orang di kejauhan. Dua orang yang tidak asing yang membuat langkahnya berbalik menuju posisi orang itu.

__ADS_1


El terus berjalan dan berhenti, berhenti saat melihat Kharisma memeluk Alriestella, pacarnya.


__ADS_2