AL Dan EL

AL Dan EL
Keajaiban Dua Puluh Tujuh


__ADS_3

Aku tidak ingin mencintainya tapi aku sudah jatuh cinta


⏳⏳⏳


Dikantin, Arnol, Ivana, Febri dan Al duduk di kursi utama, dengan pesanan masing masing. Tidak ada El disini, tadi sebelum istirahat El di panggil pak Gunawan ke kantor, katanya ada yang ingin dibicarakan.


"Eh Al, Lo tadi ngerjain MTK gimana?" Tanya Arnol sambil memakan baksonya


"Iya, elo kan gak bisa MTK, kok gue lihat tadi jawaban punya elo penuh?" Ivana ikut menyeletuk


"Ohh" Al manggut manggut "tadi dikerja in pacarnya Al" Al tersenyum, memainkan sendok nya


Arnol menaikan alis "pacar elo? Siapa?" Tanyanya karena lupa kalau Al adalah pacarnya El.


"Lo beneran di kerjain si El?" Febri ikut bergabung dalam obrolan, dia menatap mata Al, berharap gadis itu mengatakan kalimat bohong


"Iya, tadi dikerjain El, semuanya" kata Al memberitahu


"Bohong Lo" Arnol berdecak "Gue paham banget si El modelnya gimana, dia itu pelit" ujar Arnol mencaci


"Jangan bilang gitu tentang pacarnya Al" Al membela "Dia gak pelit kok, buktinya tadi ngerjain soalnya Al"


Ivana menatap Al, dia tidak percaya dengan ucapan Al. El itu lelaki yang kaku, keras kepala dan sombong, mana mungkin seroang El Nevaro mau mengerjakan tugas orang lain, di contekin saja dia tidak mau, ditanya soal rumus saja dia tidak mau membantu.


"Lo serius?" Tanya Ivana bagaikan obrolan kali ini begitu tegang


"Ihhh kalian kok gak percayaan sih" Al menghentakkan kakinya dengan sebal "emangnya Al pernah bohong?" Tanya Al pada ketiga temannya


Baik Febri, Ivana dan Arnol kompak menggeleng, Al memang sulit untuk bohong, gadis itu polos dan terlalu jujur, pernah sekali mereka dihukum karena Al jujur, ditanya ada tugas atau tidak eh Al malah bilang kalau ada tugas.


"Tapi masak sih dia mau ngerjain tugas elo?" Arnol masih tidak percaya "Lo ngimpi paling" goda Arnol


"Kan Al pacarannya El, jadi wajar dong kalo El ngerjain tugasnya Al" kata Al keukuh.


Arnol mengangguk "iya juga ya" dia menggaruk tekuknya.


"Kalo gini, gue baru percaya kalo elo pacaran sama El" kata Febri nyengir


Tidak lama Kharisma ikut bergabung, dia duduk di sebelah Al, memesan bakso dan es teh. Sambil menunggu pesanan Kharisma bertompang dagu dan menatap wajah Al.


"CLBK nanti" cibir Arnol melihat kelakuan Kharisma

__ADS_1


"Gak mungkin lah, si Al kan punya pacar" bersamaan dengan itu pesanan Kharisma datang


"Ngobrolin apa tadi?" Tanya Kharisma pada ketiga temannya, karena Kharisma hanya kenal dengan Ivana dan Arnol serta Al, tidak dengan Febri


"Ini, ngobrolin pacarnya Al" kata Arnol disertai suara menyeruput es


"Si El El itu" Kharisma pura pura tidak tahu


"Iya" Al berseru


⏳⏳⏳


Al kembali ke kelas lebih cepat dibandingkan teman temannya, dia mencari keberadaan El, untungnya El Nevaro ada di kelas sedang membaca buku, Al menarik kursi milik Gandi lalu menatap buku bacaan milik El.


"El udah makan?" Tanya Al pada El


Lelaki itu mengangkat kepala dan melihat puncuk kepala Al, melihat gadisnya menatap bacaan yang di baca El


"Udah" jawab El cuek


"Nanti latihan tinju gak? Al boleh ikut gak? Janji deh gak bakalan gangguin El" cerocos Al


El diam saja, menatap wajah Al dengan lekat, kalau ditatap begini wajah Al benar benar cantik. Bibir nya merah alami, alisnya tebal, ada tahi lalat kecil di pipi kirinya dekat dengan bibir, matanya juga sipit memiliki bola mata hitam kecil kecoklatan.


"Iya" Al mencimbikan bibir "Tapi nanti setelah manggung Al mau liat El main tinju" meski begitu Al masih punya cara untuk melihat El bertanding di atas ring


"Gak usah, gue gak suka di tonton orang" El masih keukuh menolak


"Yah" Al meletakkan dagu diatas meja "padahal Al pengen nonton Pertandingan nya El, kan seru, bisa nyorakin El dari tribun penonton"


Mata El jatuh pada bulu mata lentik milik Al, menatap perlahan lahan bulu mata itu bergerak, dan berkedip. El ingin mengelus rambut Al yang menjuntai kemejanya, tapi dia tahan, El tidak mau semakin dalam memiliki perasaan kepada Al, tujuan dia berpacaran dengan Al hanya agar tidak kehilangan satu orang teman, tidak lebih!


"Gak, gue bilang enggak ya enggak" nada El Menaik, itu membuat Al kaget.


"Al buat kesalahan ya?" Tanya Al karena takut dengan nada suara El yang tiba tiba menaik.


El menyisir rambut, menarik nafas lebih dalam. Menyesali kenapa dia bisa mengatakan kalimat setinggi tadi. Beberapa teman kelas Al masuk ke kelas, duduk di tempatnya masing masing tidak lupa juga melirik dan membicarakan mengenai Al dan El.


"Gue cuman gak suka elo disana" El akhirnya menjelaskan dengan nada yang lemah


"kenapa? Kan tempat itu yang bisa buat El nyaman, kenapa El gak suka Al disana?"

__ADS_1


"Gue gak suka aja" El tidak perlu menjelaskan, dia berdiri dan berjalan pergi.


Sebenarnya Al ingin mengejarnya tapi tidak jadi karena Al harus meladeni panggilan Arnol yang tiba tiba berubah untuknya.


"Eh bucin sini dulu deh" panggil Arnol pada Al


"Arnolll kalo manggil orang itu yang bener" Al mencak mencak


"Iya maaf, sini Al cantik" Arnol bersikap manis


Al mendekati Arnol dan Ivana yang duduk di kursi, ikutan duduk disebelah Ivana dan menonton tayangan YouTube yang sedang diputar Arnol.


"Gimana ? Bagus gak? , Besok kita gabungin sama lagu ini" Arnol menunjukan tampilan band di YouTube, sebuah lagu perpaduan


"Emangnya Arnol bisa langsung ngerubah kunci?" Tanya Al


"Gue sih gak bisa, tapi kan ada elo, elo bisa kan ganti kunci dengan cepat?"


"Al sih bisa"


Arnol mengangguk "Yaudah kita gabungin beberapa lagu lawas aja, yang penting elo bisa kuncinya gue mah ngikut aja" usul Arnol


"Iya nih gue setuju, lagian ya kalau kita pakek alat musik yang lain atau nambahin yang aneh aneh malah waktunya gak cukup" Ivana ikut menyeletuk


"Yaudah kita pakek ini aja" Al setuju "tapi lagu lawasnya apa aja?" Al bersiap mengambil kertas dan berniat mencatatnya


"Lagu kayak gini aja gimana? Jadi elo tinggal ngapalin kuncinya"


Al mengangguk atas saran Arnol, "yaudah nanti Al coba di cafe nya Om Welno" kata Al memasukan kertas kembali


"Lo ada gitar emang di rumah?" Tanya Arnol pada Al yang menatap kearah jendela


"Di pinjemin Om Welno kemarin"


"Emangnya gitar elo kemarin rusak kenapa sih Al?" Tanya Ivana yang memendam rasa penasaran sangat lama


"Iya, padahal gitarnya bagus, kalau cuman jatuh doang kayaknya gak mungkin seremuk itu deh" Arnol menimpali


Al diam saja, bingung menjawab nya bagaimana, kalau dia jujur dan bilang semuanya ulah El, rasa rasanya Arnol dan Ivana malah membenci El. Tidak lama Al punya pelarian dalam pertanyaan Arnol dan Ivana


El baru saja masuk kedalam kelas, dengan memasukan kedua tangan dan berjalan songong.

__ADS_1


"Al mau ke pacarannya Al dulu" Al buru buru pergi


"Elah ngebucin lagi dia" cicit Arnol


__ADS_2