
Kamu adalah salah satu bintang yang paling terang
⏳⏳⏳
Sampai malam Kharisma dan yang lainnya masih bercanda diruang tamu Al, sebenarnya Al selalu diam tidak menanggapi, beberapa kali digoda oleh Kharisma pun dia hanya tersenyum tidak jelas saja.
"Al, minumnya nambah lagi dong" Arnol menyodorkan teko kearah Al.
Perempuan itu gelagapan, karena banyak melamun. Dia lekas berdiri dan mengambil teko yang disodorkan oleh Arnol, berjalan masuk ke dapur dan meminta Bella menuangkan kembali jus yang dibuatnya tadi.
"Mereka lama banget ma" Al cemberut sambil menunggu Bella selesai membuat minuman
"Hus gak boleh gitu, temen main ke rumah itu rejeki" kata Bella menasehati
"Iya Al seneng kok mereka main kesini, tapi kan Al pengen ketemu El" wajah Al langsung murung
"Udah, El pasti ngerti kalo kamu lagi sama temen" Bella menenangkan "sana bawa tekonya keluar"
Sambil membawa nampan berisikan minuman, Al berjalan, matanya menatap kearah jalan, melihat El yang berdiri didepan gerbang rumahnya, buru buru Al meletakkan nampan diatas meja.
"Al ngejar tukang bakso dulu ya, tadi udah dipanggilin"kata Al langsung berlari pergi tanpa mengindahkan ucapan yang lainnya.
"Al gue nitip" teriak Arnol dari dalam
Satu satunya yang dipedulikan oleh Al adalah El Nevaro, lelaki itu sudah berbalik dan melangkah pergi tadi. Sekuat tenaganya, dengan tergesa gesa Al membuka pintu gerbang dan berhamburan kejalan. Disana dia melihat punggung El yang bergerak menjauh, dibawah lampu yang tidak begitu terang, El masih terus berjalan.
"Elllllllll" Al memanggil sambil terus berlari menyusul
El Nevaro menghentikan langkah kakinya, dia masih tidak bergerak untuk berbalik dan menatap Al.
"El kenapa pulang? Kan belum ketemu sama Al" Alriestella menarik narik ujung switer El
Lelaki itu menoleh, memperlihatkan wajah babak belur nya, menatap Al yang kini meneteskan air mata sangking khawatir. Melihat wajah El yang dipenuhi dengan lebam, tangis Al langsung mengeras
"El kenapa? El habis dipukulin siapa?" Tanya Al tidak bisa membendung air matanya lagi
El hanya bisa terdiam menatap wajah manis Al yang dibasahi oleh air mata, kapan dia bisa membuat gadis ini tersenyum tanpa membuatnya menangis.
"Elll jawab Al" Al masih meminta untuk El menjawab
Lelaki itu tidak menjawab justru menarik pinggang Al untuk mendekat, mencium bibir gadis itu secara sepihak. ciuman itu begitu lama, Al memegang switer El sambil meremasnya, sedangkan El lelaki dingin itu memejamkan mata.
El memeluk Al dengan kencang menumpahkan rasa sakit yang dia alami tadi di pundak Al. Gadis yang kini juga melingkarkan tangan mungilnya ke pinggang El .
Begitu El membuka mata, lelaki yang kini kaget dengan sikap nya. Mereka melongo, tidak tahu harus berbuat apa untuk saat ini.
"Hm" El berdehem "Gue mau pulang, Lo mah ikut?" Menyadari ucapannya El segera meralat "maksud gue, Lo mau ikut gue jalan gak?" Tanya El mengulang pertanyaannya tadi
__ADS_1
Al mengangguk berulang ulang "mau" katanya sudah menggandeng lengan El.
Perempuan ajaib ini menggandengnya tanpa merasa canggung setelah mereka berciuman tadi. Bahkan El begitu heran dengan keberanian Al yang tidak gugup sama sekali.
"Temen temen elo?" Dengan kaku El berkata dan menunjuk kearah rumahnya
"Gak papa, mereka bisa pulang sendiri" kata Al sudah menarik El untuk meninggalkan komplek rumahnya.
Mereka menyusuri jalanan yang juga dilalui banyak mobil. Berkali kali El hanya berdehem untuk mentrealisirkan kegugupan dirinya. Astaga, seorang El Nevaro yang hampir tidak pernah gugup sekarang merasakan apa itu gugup.
"El, El kenapa tadi cepet cepet pulang?" Tanya Al saat mereka berjalan kearah taman yang di padati oleh permainan.
"Ada urusan" jawab El dingin
"Terus wajahnya El kenapa bisa babak belur gitu?" Tanya Al lagi
"Tinju tadi"
Mereka berhenti, dan duduk di bangku teman, menatap keatas dimana bintang bintang tengah berpijar. El Nevaro lelaki yang dikenal dengan kegagahan dan kekakuannya saat ini mengeluarkan keringat sangking gugupnya, Al justru menyadarkan kepala ke bahu El, melingkarkan tangan ke lengan El sebagai bantal.
"Tadi Al diajak liat bola sama Ivana, padahal Al gak mau" cerita Al sambil memejamkan mata
Hanya di jadikan sandaran oleh Al saja jantung El berdetak begini apalagi dijadikan sandaran hidup perempuan disebelahnya ini. El hampir menahan nafas sangking takut membuat Al tidak nyaman, ada apa ini, perasaan semacam apa ini?
"L-lo udah baikan sama Ivana?" Tanya El tidak bisa menyembunyikan kegugupannya
"Kenapa, elo gak nyaman nyender gue?" Tanya El
Al menggeleng "sakit gak El?" Tanya Al mempertanyakan mengenai kondisi El saat ini.
Lelaki itu menatap arah depan lalu menggeleng "enggak, tadi udah gue obati" katanya
"Yaudah kalo gitu, besok El gak usah sekolah, nanti Al temenin gak sekolahnya"
El tersenyum dengan tipis, itu hanya alasan Al saja supaya dia bisa lari dari sekolah. Al itu paling malas yang namanya sekolah, kalau bisa dia ingin Doraemon menghapuskan yang namanya sekolah .
"Lo harus sekolah" kata El tegas
"Tapi kan El lagi sakit"
"Kan yang sakit gue"
"Nanti siapa yang ngerawat El?" Al masih mencari cara supaya El mengijinkan Al tidak sekolah
"Gue bisa rawat diri gue sendiri"
"Kalo El mau ke kamar mandi yang nganterin siapa?"
__ADS_1
El menoleh saat mulut tipis Al punya banyak cara untuk menjawabnya
"Gue masih bisa jalan Al" kata El lembut
Perempuan yang rambutnya sedang diterpa angin malam itu menyenderkan kepala ke bahu El. Menikmati udara yang berhembus dengan lelaki istimewa disebelahnya, lalu menatap bintang terang penuh pijar kebahagian.
"Al suka sama bintang" tanya Al bersuara setelah mereka terdiam lama "Kata Mama, bintang itu adalah orang orang baik yang udah meninggal"
El ikut menatap arah depan, melihat bintang berpijar untuk pertama kali, maksudnya pertama kali ini dia menikmati bintang yang berhamburan dengan seksama. Apakah yang dikatakan Al barusan benar?, jika iya itu artinya mamanya ada diantara bintang disana.
Ah itu tidak mungkin, Bintang-bintang terbentuk dari awan dingin debu dan gas di ruang angkasa yang disebut nebula.
Karena awan-awan ini sangat dingin (jauh lebih dingin daripada semua tempat di Bumi), atom-atom mengikat bersama dan gas membentuk rumpun yang ketat yang disebut protobintang.
Ketika gravitasi menarik lebih banyak gas lebih dekat bersama-sama, protobintang mulai berputar. Mana mungkin bintang adalah orang orang yang sudah meninggal, El tidak akan mempercayai Al yang mengerjakan soal tambah tambahan saja masih sering salah.
"El suka bintang?" Tanya Al setelah dia diam lebih lama
Suka? Apa itu suka, El tidak pernah memiliki perasaan semacam itu selain pada tinju, itupun dia melakukan tinju karena hobi buka suka
"Gak" jawab El dingin
"Ihhh El itu gak boleh kayak gitu" kata Al sambil menegakkan kepala nya kembali. "El harus menyukai semua ciptaan Tuhan di dunia ini!"
Mereka saling berhadapan, "El suka bintang?" Ulang Al
El menggeleng "Gak" jawabnya
"El suka bulan?" Tanya Al lagi
"Gak"
"El suka matahari?"
"Gak"
"El suka pelangi?"
"Gak"
"El suka sama Al"
"Ya" menyadari kalimat yang di ucapkan El, Al kontan menoleh
"Ya, gue suka sama elo Al" kata El menegaskan kalimatnya tadi.
Rasanya jantung Al ingin berdetak lebih keras apalagi El mengatakan kalimat itu dengan jelas.
__ADS_1
"Gue gak suka bintang tapi suka elo"