
Aku tidak mau ada yang mencintai mu selain aku
⏳⏳⏳
Kaki itu membawa El ke kelas Kharisma, rahang El begitu mengeras tatapannya tidak sehangat saat dia menatap Al tadi, sekarang lelaki yang hampir tidak pernah tersenyum masuk kedalam kelas Kharisma.
"Tau Kharisma?" Tanya El dingin
Siswa yang ditanyai menatap kearah El dengan ketakutan, apalagi melihat bola mata hitam yang sudah pekat seperti tatapan elang pemangsa
"Di lapangan sepak bola" ucapnya
El tidak mengucapkan kalimat apapun lagi, saat ini dia merasa hatinya bergemuruh, jantung berdetak dengan keras matanya berkobar, El tidak pernah terpancing emosi sampai ingin marah seperti ini, begitu dia membuka pagar besi lapangan sepak bola, El langsung berjalan mendekati kearah Kharisma.
Matanya menangkap Kharisma tengah menendang bola kearah temannya, lelaki yang kini di penuhi amarah lantas menarik kerah kaos Kharisma dan melemparnya ke atas rumput.
Kharisma menatap El, tanpa tanya lelaki yang kini terjatuh diatas rumput hijau langsung berdiri dan balas menarik kerah El.
"Maksud Lo apa?" Tanya Kharisma dengan tatapan tajam
El menepis cengkraman itu "Gak usah pura pura **** lo!!"
Bugh
Bugh
Bugh
Tiga tinjuan cukup membuat Kharisma lemas, ingat lelaki yang kini menggelengkan kepala dan bersiap menyerang lagi adalah seorang petinju terlatih diatas ring. Sedangkan Kharisma dia hanya pemain sepak bola, punya otot kaki kencang.
"Brengsek" Kharisma meludah kearah samping, ludah yang bercampur dengan darah.
"Bangun Lo" El benar benar terpancing emosi sehingga menarik kerah Kharisma dan memaksa Kharisma menompang badannya.
Bugh
"Jangan berani beraninya lo sentuh Al" ancam El dengan tatapan mata yang memerah
Kharisma tidak merasa takut justru di tengah hidungnya berdarah dia malah tertawa. Kharisma mendorong tubuh El dan menompang tubuhnya dengan benar.
Diatas lapangan hijau itu tidak ada yang berani memisahkan keduanya, tidak ada. Mereka setia menjadi penonton disebelah El dan Kharisma
"Kalau gue gak mau gimana?" Kharisma memiringkan kepalanya
Bugh
__ADS_1
Satu tendangan di dada Kharisma membuat lelaki itu tersungkur beberapa meter dari posisinya semula. Kharisma terbatuk, El berniat menghampiri dan menghabisi namun teriakan dari Sena dan pelatihnya membuat langkah El terhenti.
"El Nevaro sudah jadi preman kamu disini?" Pak Bambang datang dengan tampang pias, dia mendorong dada El dengan marah.
"Kalau mau jadi preman jangan disini" teriak pak Bambang dengan tegas
Sena memapah Kharisma untuk berdiri, lelaki yang kini sedang merangkul sahabatnya melirik sekilas kearah El.
"Kalau gue gak inget dimana gue sekarang, gue udah habisin elo" kata Sena membawa Kharisma pergi.
Pak Bambang menggeleng melihat tampang tidak bersalah yang ditunjukan oleh El, justru lelaki itu berdiri santai dan kaku.
"Ikut saya" katanya
⏳⏳⏳
Al sudah mencari El kemana mana, tapi lelaki itu tidak dia temukan. Akhirnya dengan pasrah, Al duduk dan membenamkan kepala, dia sudah berhenti menangis tapi hatinya sedang ketakutan saat ini.
"Al AAl Alllll" panggilan dari Arnol tidak membuatnya mengangkat kepala.
"Si El, si El berantem sama Kharisma"
Mendengar itu Al langsung mengangkat kepala dan menatap kearah Arnol. Dari sudut mata dan nafas Arnol yang ngos ngosan Al kira, Arnol buru buru memberikan berita yang memiliki kekuatan datanya.
"Sekarang dia dimana?" Tanya Al bernada bentakan
Al tidak perlu tahu dimana Kharisma berada, yang jelas Al sudah tahu bahwa El ada diruang Bk. Langkah Al tergesa gesa menuju ruang Bk, rasanya ruang Bk yang menjadi tempat paling dibenci Al terasa tempat paling ingin didatangi hari ini. Al tidak perduli dengan rok nya yang pendek, juga tidak perduli kalau bahu yang sedari dia tabrak merasa nyeri karena ulah Al.
Ketika pintu bewarna coklat itu didepan matanya, Al lantas membuka begitu saja, Al terlalu terburu-buru sampai tidak mengucapkan barang sepatah kata.
Tidak ada El disini, hanya ada Bu Ki'a guru BKnya
"Bu Kiaaaa" panggil Al dengan suara Sember
Bu Ki'a mendongak kan kepala dan menatap Al yang entah sejak kapan berada didepannya
"Ada apa?" Tanya Bu Ki'a dengan bingung
"El kemana? El pacarannya Al"
"El? Oh anak yang baru aja berantem itu udah pergi dari tadi, mungkin ad___"
Bahkan saat Bu Ki'a belum menyelesaikan kalimatnya pun Al sudah bergegas pergi dengan perasaan penuh kekhawatiran. Langkah kaki Al dipaksa untuk secepat kilat menaiki atas roftof, begitu dia berada di atasnya, Al bernafas lega karena pacarnya masih ada di bumi dengan keadaan lengkap
"Elll" panggil Al penuh kelegaan sekaligus kekhawatiran
__ADS_1
El yang sedang menatap arah depan menoleh kearah Al dengan senyuman paling tipis. Langkah Al dengan pasti berjalan mendekat, memeluk lelakinya.
"El bikin Al khawatir tauuu" Al mengeratkan pelukannya
Untuk pertama kali, pelukan itu dibalas oleh El, dibalas dengan rasa paling aneh yang baru pertama kali dia rasakan.
"El habis berantem ya, El ada yang luka gak?" setelah Al melepaskan pelukannya, dengan memegang tubuh El, perempuan berkuncir kepang dua membolak-balikan tubuh El.
"Gue gak papa, gue petinju" ujar El menyombongkan dirinya
Al langsung cemberut dan melirik El dengan tatapan menghunus
"Iihhh meskipun El seorang petinju El gak boleh asal asalan ninju orang"
"Gue cuman ngasih dia pelajaran karena dia berani nyium elo"
Entah kenapa mendengarkan jawaban El seperti itu bibir Al langsung terangkat naik. Pipi gadis itu merah merona, Al berulang ulang mengatupkan bibir, menahan agar tidak tertawa senang saat ini.
"Ih jangan ngerayu Al, Al lagi marah ini" kata Al setelah melawan untuk tidak merasa senang
"Gue gak ngerayu elo"
"Tadi apa namanya?" Al mendongak
"Gue cuman ngomong fakta"
Al bersungut, kalau berdebat dengan El memang selalu kalah. Al tidak bisa melawan perkataan El, lelaki itu terlalu sulit untuk menjadi lawan Al.
"Pokoknya Al gak suka kalo El asal berantem sama orang, apalagi El berantemnya gara gara Al"
"Gue juga gak suka elo di cium orang lain selain gue!" Kata El tegas yang membuat jantung Al berdetak
Al memegang jantung nya lalu meringis dengan senang, memang El paling bisa membuat Al tidak marah dalam hitungan beberapa menit.
"Hihihi" Al masih meringis kesenangan "Janji ya jangan berantem berantem lagi" Al mengulurkan jari kelingkingnya kearah El.
"Kalau El berantem Al bakalan marah ke El, kecuali El berantemnya diatas ring"
Lelaki itu hanya menarik senyum dengan tipis, disenyumi begitu saja membuat jantung Al langsung berdegup lagi. Begitu jari kelingking mereka bertautan Al lantas memeluk El dengan erat, menghirup aroma maskulin dari El yang membuatnya ketagihan
"Al sayang sama El, Al gak mau El kenapa napa"
Tangan El ikut melingkar di pinggang Al. Memeluk perempuannya dan menciumi puncak kepala Al dengan lembut.
"Lo nanti sore ada waktu luang gak?" Tanya El yang membuat pelukan Al melepas
__ADS_1
"Ada, El mau ngajak Al jalan jalan Al selalu siap, kemana pun asal sama El, kalau El mau ngajak Al mendaki gunung dan melewati samudra Al siap, asal pakek kendaraan, kakinya Al suka capek kalo jalan lama lama soalnya" Al langsung meringis.