AL Dan EL

AL Dan EL
Keajaiban Dua puluh dua


__ADS_3

"saat kau sudah lupa masa lalu, entah kapan waktunya,  yang kau sebut masa lalu akan datang dan mengaku sebagai masa depan"


  ⏳⏳


Mungkin mereka hanya dipertemukan oleh kegiatan kelompok, tapi karena itu Arnol, El , Al dan Ivana jauh bisa mengenal satu sama lain. Contohnya Arnol jadi tahu kalau El pintar bermain game. Meski Ivana dan El masih sering sindir menyindir dan kadang sikap dingin El yang keterlaluan membuat mereka selalu bertengkar.


Setelah bunyi bel, Al selalu mengikuti El kemanapun dia pergi. Mungkin jika tidak ada larangan gadis ini akan ikut serta masuk kedalam toilet.


"Lepasin Al" El berusaha mendorong tubuh Al meski tidak sekadar sebelum belumnya.


"Al kan mau ikut" cicit Al tidak mau kalah.


"Gue cuman mau ke toilet, gak kemana mana"


"Iya, Al tahu, Al nungguin El di belakang pintu toilet" Keukeh Al


"Astaga, otak lo terbuat dari apa sih" El berdecak "Kenapa elo bisa sesinting ini coba?"


Al menggeleng "Al gak sinting kok, buktinya Al tetap bisa mencintai El dengan radius kewarasan diatas rata rata" jawab Al mantap dengan cengiran.


"Allllll"


"Ellll" balas Al.


"Ehem" seseorang berdehem dari arah depan.


Baik Al dan El sama sama menoleh. Kharisma berdiri dengan wajah tampan miliknya, dia tersenyum. Kali ini bukan senyum menjijikan yang sering El temui di rumah, melainkan senyum yang terlihat tulus meski El tidak yakin akan hal itu.


"Kharisma" tiba tiba saja rengkuhan pada lengan El memudar. Gadis itu melepaskan rengkuhan tangannya.


"Kok disini?"tanya Al seolah tidak percaya.


Demi Tuhan, wajah Al benar benar terlihat cerah, secerah tadi, lebih cerah dari saat gadis itu memanggil namanya atau mengatakan dia jatuh cinta pada El.


"Hai" Kharisma mengangkat tangan, menyapa.


"Hai" balas Al.


Padangan Al masih belum teralihkan dari wajah Kharisma, entah terpesona atau bukan yang jelas pandangan itu benar benar mengganggu El.


"Lo kok ada disini?" Tanya Al lagi.


"Gue pindah sekolah, baru kemarin sih" Kharisma **** senyum


"Bdw maaf ya kemarin belum sempet ngasih tahu, sibuk ngurus pindahan" Kharisma dengan mantap memberi alasan yang sebenarnya tidak ditanyakan oleh Al, tapi entah kenapa alasan barusan seolah mengatakan betapa pentingnya Al hingga harus tahu tentang itu.

__ADS_1


Al menarik senyum "Gak papa kok" jawabnya dengan mantap.


El masih berdiri setia menunggu, entah sebenarnya apa yang ditunggu lelaki ini. Apa dia menunggu Al menyelesaikan percakapannya atau dia menunggu Al tersadar bahwa ada El yang menunggunya disini?


Es cream corneto di sodorkan oleh Kharisma untuk Al. Sebuah es cream bewarna biru muda unicorn yang menjadi kesukaan Al. Gadis itu menerimanya dengan senang.


"Masih suka es cream kan?" Tanya Kharisma.


Al mengangguk, binar matanya benar benar menunjukan sesuatu yang baahagia. Kharisma tahu , sedari tadi dia tidak melibatkan El dalam percakapannya, bukan karena tidak sengaja, justru dia benar benar sengaja melakukannya.


"Siapa?" Tanya Kharisma pura pura tidak tahu kepada Al. Al menoleh, menatap wajah datar El yang selalu sama dari waktu ke waktu.


"Ini El Nevaro Semanding" kata Al mulai memperkenalkan El, gadis itu tidak menatap ekspresi keduanya, dia terlalu sibuk membuka es corneto dari Kharisma. Setelah mencomot sebagian kecil, Al baru saja mendongak.


"Kita lagi mau kekantin, Kharisma mau ikut?" Tawar Al.


Kharisma menarik sudut bibirnya, lalu mengangguk.


"Kebetulan, tadi gue pengen ngajak elo makan siang, sekalian aja yuk"


"Yaudah sekalian aja" kata Al antusias.


"Gue mau ke toilet dulu" ucap El sudah berjalan pergi


"Nanti El ngusulin kita ya" teriak Al kearah El. Lelaki itu hanya mengangguk, mungkin anggukan pertama kali darinya.


"Gak nyangka lo Ma, elo bisa satu sekolahan sama kita" ucap Arnol menepuk bahu Kharisma.


"Bdw kenapa elo pindah kesini, bukannya sekolah di sekolahan bokap elo lebih enak ya?" Tanya Ivana mulai ikut penasaran.


Kharisma menatap Al yang masih menikmati corneto es darinya. Tanpa memperhatikan Kharisma atau temannya. Arnol ikut menatap Al, mungkin ikut membayangkan alasan dari perpindahan Kharisma.


"Ada yang mau gue temui disini" sebenarnya kalimat itu bukan di tunjukan pada Al melainkan untuk El. Kharima harus menemui El, untuk membuat lelaki itu pergi dari hidupnya, dari rumahnya bila perlu dari bumi.


Selang dari sana El mengambil duduk disebelah Al, kehadiran Al membuat arah fokus Al berpindah.


"Al kira El gak akan ikut kekantin" ujar Al langsung menoleh saat El merapikan duduk.


Arnol dan Ivana melongo, biasanya El selalu anti akan kantin. Tapi kali ini dia justru datang sendiri dan duduk di sebelah Al tanpa di minta.


"Gue mau ngejaga apa yang gue punya supaya gak dihancurin orang lain"


Al mengernyitkan dahi saat mendengar penuturan El barusan.


"Maksud El apa sih Al gak ngerti deh"

__ADS_1


Al membuang bungkus es cream nya.


Saat berniat untuk mengambil tisu Kharisma lebih dulu menyodorkan tisu untuk Al.


Al menerima nya dengan anggukan dan mengucapkan kata "terimakasih " lirih.


"Eh bdw mau pesen apa nih kita?" Arnol yang mulai merasakan atmosfer kecanggungan langsung memecahkannya.


"Gue kayak biasa" ujar Kharisma pada arnol.


"Lo Al , El Dul"


El mendongak, menatap wajah Arnol yang mulai menegang kala mendapatkan pelototan dari El.


"Santuy El, gue cuman becanda nambahin Dul nya" tukas Arnol merasa ketakutan


Kharisma tertawa smirk "Ngerasa kotor gak sih disini?" Tanya Kharisma memandang kearah El lekat.


"Enggak ah, ini kantin paling bersih" ujar Arnol menanggapi dengan anggapan yang lain.


"Oh ya" Kharisma menarik sudut bibirnya "Gue ngerasa nyium bau sampah disini"


Brakk


El mendobrak meja, sebagian dari orang dikantin yang meja berdekatan dengan meja Al, menoleh. El menarik nafas, memandang Kharisma penuh kebencian.


"Gue gak jadi makan" tukasnya berlalu pergi.


"El, El mau kemana?" Teriak Al yang juga ikutan menyusul kepergian El.


"Hem, nyusul tuh si bucin" cicit Arnol jengah.


note : **mau curhat donggg


jadi kan kemrin malam itu aku mimpi mantan aku yang udah meninggal, mimpinya tu kayak masih di kelas lama aku pas SMA, nah disitu juga ada mantan aku namanya Han Fikri yang masih hidup, dan alm. Ari yang udah meninggal


pas di mimpi itu, aku sadar kalau aku lagi mimpi, jadi dimimpi itu aku nulis, tentang cerita Ari


pas aku bangun, aku nangis, padahal gak tau kenapa, setelah itu, hari ini mantan aku si Han Fikri yang udah lama gak pernah komunikasi tiba tiba ngedm aku.


dan isinya aku sedikit tersinggung sih,


niatnya emang baik, ngajak jalan, tapi agak kasar cara ngajak nya


dan sekarang aku sedihhhhh 😂😂😂

__ADS_1


duh maaf ya jadi mengalihkan fikiran kalian dari cerita aku**


__ADS_2