AL Dan EL

AL Dan EL
Keajaiban Lima Puluh Lima


__ADS_3

Gue Rindu Elo


⏳⏳⏳


Al berjalan kearah tenda Arnol, dia merindukan kasur. Disana ditenda paling luas diantara yang lainnya, Arnol membawa sebuah kasur pompa yang pastinya nyaman untuk sekadar meluruskan punggung.


Al terus berjalan kearah tenda Arnol, tapi di pertengahan jalan dia bertemu dengan Kharisma , lelaki itu seperti sengaja menghadang jalannya.


"Mau kemana?" Tanya Kharisma degan wajah manis


Al nyengir, menutupi perasaan tidak suka yang dibalut senyum paksa darinya.


"Mau ke tendanya Arnol, mau numpang tidur" kata Al seperti terlihat biasa biasa saja


"Gue boleh ngomong sesuatu gak sama elo?" Tanya Kharisma pada Al yang masih berdiri cengo


Perempuan itu mengangguk lalu tersenyum "Boleh, ngomong aja Kharisma. Kan Al bukan pejabat yang kalo mau ngomong harus minta ijin dulu"


"Tapi gue gak mau disini" kata Kharisma menatap wajah Al dengan serius.


"Emangnya Kharisma mau ngomong dimana?"


"Ikut gue" Kharisma menarik tangan Al dan membawa gadis itu kebelakang pemukiman tenda, tidak jauh tapi cukup sepi.


Sampai disana mereka berdiri berhadapan, saling menatap dengan isi kepala masing masing.


"Lo kenapa sih ngehindari gue?" Tanya Kharisma dengan menatap mata Al dengan lekat.


Perempuan ini justru menunduk, kemudian tersenyum dan menatapnya.


"Gak kok siapa bilang, buktinya Al ada disini didepannya Kharisma" ucap Al berusaha menyembunyikan gugup.


Mata Kharisma menatap lelaki yang tidak asing tengah berjalan kearah selatan. Lelaki dengan tas ransel warna hitam itu terus menoleh kanan dan kiri. Senyum Kharisma tercetak dengan licik.


"Gue sayang sama elo Al" kata Kharisma dengan menatap kedua bola hitam kecoklatan itu.


"Ha?" Al melongo


Kharisma mengangkat kedua tangan Al lalu menciumnya, meskipun tangan Al sengaja ditarik setelah di cium Kharisma, lelaki itu tidak berhenti disitu

__ADS_1


"Gue tunggu elo putus sama El, gue rela nunggu Al, yang penting elo udah tahu soal perasaan gue" kata Kharisma lantas menarik Al kepelukanya.


Dan disisi lain, El berdiri dengan mengeraskan rahang, demi Tuhan, dia ingin melepaskan tinjuan yang sudah di latihan bertahun tahun ke wajah Kharisma hingga wajah tampan lelaki itu rusak.


"El, siniiii" teriakan dari Hafiz yang berada dari tenda Arnol tidak membuat El menoleh.


Justru begitu mendengar nama El, Al lantas mendorong pelukan Kharisma hingga pelukannya terlepas. Tidak, bahkan saat Al menoleh, Kharisma masih memegang tangannya, dan itu membuat tatapan El seperti tatapan maut.


"Elll" Al memanggil dengan nada lirih


Begitu Al melepaskan cekalan tangannya pada Kharisma dan berniat menghampiri lelaki itu, El lantas berjalan pergi dan menuju ke tenda Arnol. Dia merasa benar benar dipermainkan dan usahanya menempuh perjalanan empat belas jam terasa sia sia.


Bugh


Tanpa sengaja El menabrak bahu seorang perempuan. El tidak kenal juga tidak membantu perempuan itu untuk berdiri.


"Ma__" saat perempuan yang jatuh tadi berniat meminta maaf, El justru sudah berjalan dengan congkak.


Lelaki itu berjalan hingga berhenti didepan tenda Arnol yang membuat sipemilik tenda menatap wajah kaku El dengan heran.


"Ngapain elo disini? Mau minta bantuan?" Tanya Arnol yang tidak digubris El


Lelaki itu lantas masuk tanpa melepas alas kaki dan menidurkan tubuhnya diatas kasur pompa Arnol.


"Jadi gini Nol, elo kan tenda yang paling luas. Jadi El malam ini tidur sama elo" Tutur Hafiz menjelaskan


"Gak bisa dong, kan dia dari awal kegiatan gak ikut kenapa tiba tiba anak itu bisa disini?" Arnol menolaknya, yang benar saja, tidur satu kasur dengan Febri saja membuat tubuhnya terasa di pukul pukul apalagi ditambah dengan El.


"Suruh ke tenda yang lain aja" saran Arnol tetap Keukeh menolaknya


"Kan tenda yang lain tenda yang disiapkan panitia, nah cuman elo peserta yang gak pakek tenda panitia" Hafiz mengangkat alis "Gimana? Mau nampung El atau Lo ganti tenda sama tenda yang disipian panitia?"


Arnol mendegus dengan pasrah. Akhirnya dengan terpaksa dia menganggukipermintaan Hafiz dengan berat hati. Garis bawah berat hati. .


⏳⏳⏳


"El tunggu" Al berniat mengejarnya tapi tangan kanan Al langsung di cekal oleh Kharisma


"Gak usah dikejar Al, cowok kayak gitu gak pantes elo kejar, seharusnya dia yang ngejar elo" kata Kharisma

__ADS_1


Al menggeleng dan berusaha melepaskan cekalan tangan Kharisma "Kharisma gak boleh bersikap kayak gini, meskipun kita pernah pacaran tapi bukan berarti Kharisma bisa seenaknya sama Al" kata Al setelah bersusah payah melepaskan cekalan tangannya.


"Kharisma gak boleh asal nyium Al gitu aja, kalo El marah gimana? Kharisma mau tanggung jawab?" Tanya Al dengan wajah marah tapi tetap terlihat menggemaskan.


"Gue malah bersyukur kalo dia marah sama elo, artinya kesempatan gue miliki elo tambah besar" kata Kharisma terdengar brengsek.


Al kesal dan meninggalkan lelaki itu disana sendiri. Berjalan melintasi beberapa tenda yang berjejeran hingga dia berada didepan tenda Arnol. Al ingin menerobos masuk tapi rentangan tangan dari Arnol membuatnya berhenti.


"Eh eh , Anak cewek gak boleh masuk ke tenda anak cowok" cegah Arnol


"Minggir Nol, Al mau nyari El" Al berusaha menyingkirkan tubuh Arnol yang besar.


"Gak" Arnol berkacak pinggang "Tar tenda gue ternodai oleh kegoblokan elo"


"Isss" Al bedecak "Enak aja ternodai, Al ingetin ya, kita cuman beda peringkat satu doang"


Arnol tertawa "Meskipun gitu, kan yang peringkat diatas gue" Arnol menantang.


"Ihhh minggir Nol, Al mau ketemu sama El" dan begitu tubuh Arnol sudah tersingkir, Al lantas membuka pintu tenda dan langsung masuk.


Disana, El tengah membuka baju, melepaskan dan berniat berganti dengan kaos santai biasa. Saat Al melihat pemandangan luar biasa itu, Al lantas memekik.


"Lo ngapain disini?" Tanya El selesai memakai pakaian


"El udah belum pakek bajunya?"


El berjalan mendekati Al dan menatap perempuan yang perlahan melepaskan tangan dari wajahnya. Mata mereka saling beradu, Kalau ingat kejadian tadi nafas El jadi memburu.


"El marah sama Al?" Tanya Al dengan tampang memelas.


"Kelakuan elo disini kayak gini ternyata"


"Enggak El, Al disini penjelajahan alam kok, bakti sosial terus Al juga bantuin Arnol nyari ikan di pasar" Al nyerocos seperti biasa.


Dan mendengarkan Al seceria itu apalagi pancaran mata dari gadis itu, El jadi merindukannya, hingga tanpa sadar El menarik tubuh Al kedekapannya.


"Gue, gue kangen elo" ujarnya lirih yang didengar oleh Al.


Al melingkarkan tangannya di pinggang El, memeluk pinggang kekar lelakinya yang sudah beberapa hari ini tidak di temui. Hanya memeluknya saja Al merasakan nyaman, bahkan merasakan hangat dari pelukan itu.

__ADS_1


"Al juga kangen sama El kok" kata Al mengeratkan pelukannya.


El memejamkan mata dan benar benar menghirup aroma Al yang dia rindukan. Kata kata Ginanjar seajaib itu ternyata, bisa membuat El mengatakan kalau dia merindukan Al, sebuah kemajuan.


__ADS_2