
Jam tujuh malam El sudah berdiri didepan rumah Al, dia menunggu gadisnya itu keluar rumah, padahal katanya dia sudah selesai tapi sudah setengah jam El dibiarkan menunggu didepan rumah tanpa mengijinkannya masuk.
Klek
Dan akhirnya Alriestella keluar dengan gaun warna putih, rambutnya digerai, dia mengenakan makeup yang tipis namun begitu cantik mempesona, sungguh Al sangat cantik.
El bahkan menganga melihat betapa cantiknya perempuan didepannya ini.
"Al udah cantik belum?" Tanya Al melebarkan rok miliknya
El hanya tersenyum lalu mendekatkan bibirnya dan mencium bibir Al
"Udah, banget malah" katanya mengulurkan tangan untuk menggandeng
Diperlakukan seperti itu Al memukul kecil lengan El sambil menutupi semburat pipinya yang merona.
"Nanti Al mau nyanyi, gak papa kan?" Tanya Al yang dibalas dengan anggukan
⏳⏳⏳
Acara prom night party yang diselenggarakan sekolah benar benar begitu mewah, ada panggung yang sudah dihiasi lampu lampu, juga beberapa makanan gratis untuk menyambut perpisahan kelas tiga.
Sampai di gerbang utama saja, keramaian benar benar membuat Al takjup, para pasangan dan siswa yang biasanya terlihat biasa saja saat sekolah kini terlihat begitu menawan dengan gaun masing masing, apalagi para siswa laki laki, tampak gagah dengan setelah jas yang mereka gunakan, terutama El, lelaki itu tampak begitu menawan.
El mengulurkan tangan untuk digandeng oleh Al dan tanpa malu malu perempuan itu lantas memeluk lengan El, mereka berjalan bersisian, seolah koridor yang mereka lalui adalah altar pernikahan.
Disana, ditengah acara, Arnol dan Febri berdiri sambil menikmati hidangan. Dua lelaki itu menatap cengo kedatangan dua teman sekelasnya.
"Hai Nol, Ivana udah dateng belum?" Tanya Al dengan senyuman merekah
Febri menggeleng dan tidak memindahkan arah tatapannya sama sekali.
"Gilaaa Al" suara Arnol terdengar hampir menahan teriakan
"Kenapa? Al cantik ya?" Tanya Al tidak sabar menunggu pujian dari Arnol
"Bukan, tapi elo mau niat prom night apa mau kawinan sih, meriah amat" caci Arnol tanpa rasa bersalah sama sekali.
Bahkan berkat kalimat Arnol barusan kini mood Al benar benar hancur, untungnya El menggenggam tangannya dan menyakinkan
"Lo cantik kok, mata Arnol emang katarak" kata El dengan datar "coba lo liat, disekolah ini gak ada yang cantik selain elo" El masih menyakinkan Al, memang begitukan yang sebenarnya
"Elah udah pinter ngegombal aja si anak badak" cicit Arnol lantas menaikan tangan dan melambaikan kearah Ivana yang sedang berjalan dengan Sena.
"Uwwuuu ada keuwuan apa nih antara kalian?" Komentar Arnol ketika Sena dan Ivana baru saja tiba
"Apaan sih elo, gak ada keuwuan apapun antara kita" Ivana memukul lengan Arnol dengan tas kecil yang dia bawa.
"Al elo cantik banget sih" puji Ivana lantas memeluk sahabatnya itu "lama gak ketemu" Ivana memeluknya dengan erat
"Iya, Al masih di Jakarta aja, Ivana yang jauh jauh sampe ke Bandung, nyari apa sih?"
"Nyari universitas yang bagus" Ivana nyengir
"Gimana keterima di ITB?"
Ivana melipatkan bibir "belum tahu kan belum pengumuman"
Mereka tertawa bersama, sedari tadi mata El masih menatap kearah Al, seolah perempuan itu hanyalah miliknya, bahkan sedari tadi El memeluk pinggang Al begitu posesif.
__ADS_1
"Eh nelfon si Kharisma dulu yuk" Arnol mengeluarkan ponsel dan mulai menghubungi Kharisma melalui panggilan Vidio.
Panggilan itu terhubung, mereka semua lantas memenuhi frame ponsel, kecuali Al dan El yang memilih sedikit memisahkan diri, masalahnya ponsel sekecil itu tidak akan muat dipenuhi mereka, kecuali Arnol mengangkat tangan setinggi mungkin.
"Haii" panggilan langsung terhubung , dan wajah Kharisma memenuhi layar
"Woy, apa kabar looo?" sapa Arnol mengangkat tangan
"Gue baik baik aja, kalian gimana?" Suara Kharisma tampak begitu jelas
"Kita lagi acara prom night nih, sayang elo gak ada Ma" sambung Sena tersenyum saat melihat sahabatnya itu
Kharisma mendekatkan wajahnya dan membenarkan posisi duduk, sehingga air yang membasahi rambut turun dari kepalanya.
"Lo lagi apa?" Tanya Ivana
"Habis latihan, gimana pendaftaran kuliah kalian, lancar gak?"
"Kalo si Sena sama Ivana dia ke ITB, kalo gue sih masih bingung mau kemana" kata Arnol menyisir rambutnya kebelakang
"Haha jangan kebanyakan nyari cewek aja Lo, kuliah juga harus diutamain" nasihat Kharisma
"Woy gue liat postingan elo kemarin, cie udah ketemu Cristiano Ronaldo" Sena memuji kinerja Kharisma yang bisa berlatih dengan idolanya itu
"Kemarin ada seleksi di sekolah gue, dan gue menangin seleksi jadi bonusnya bisa dilatih sama Ronaldo" Kharisma membenarkan letak ponsel "Bdw, adek gue kemana?"
Lagi lagi mereka tertawa saat Kharisma memanggil El dengan sebutan adik, apalagi menyadari bagaimana sikap Kharismas dulu yang menolak mati matian kehadiran El.
"Cie yang udah jadi Kakak" Arnol dan Sena kompak menggoda
"Noh adek Lo lagi sibuk ngebucin" Arnol memindahkan kamera ke arah Al dan El yang sedang suap suapan, melihat itu Kharisma kontan tertawa.
"Yaampun. Kalian gak ada yang mau diomongin?" Arnol yang memang gemas dengan interaksi keduanya lantas berkomentar "siniin ngabis ngabisin pulsa gue aja" katanya langsung mengarahkan ke wajahnya
Al mendekati dan melambaikan tangan kearah Kharisma "Hai Kharisma" sapanya
"Hai Al"
Suara pembawa acara yang berdiri di atas panggung mulai terdengar membuat Arnol harus memutuskan panggilan antara dirinya dan Kharisma. Pembawa acara yang sok asik itu membacakan kegiatan dan memanggil nama Al yang akan membawakan lagu.
Tentu, gadis itu naik tanpa El, meski begitu El mengikuti Al dan berdiri dibarisan paling depan, dia menatap wajah Al yang begitu cantik apalagi kini lampu hanya menyoroti Al saja.
Perempuan itu memegang mikrophone dan menatap sekeliling lalu ditepuki tangan oleh para siswa.
"Ee lagu ini mau Al kasih buat pacarnya Al" lalu senyum malu malu terbit di wajah Alriestella.
Mendengar itu Arnol bertepuk tangan dan menyoraki disebelah El, tepat di telinganya hingga El harus menoleh kearah Arnol dan memberi peringatan pelototan darinya
"Al mau ngucapin makasih sama El, karena El udah mau sama Al, udah mau nerima kecerewetan Al" imbuhnya "Al mau, setelah ini hubungan kita masih terus berlanjut sampai kita menua bersama"
Dan selanjutnya dari belakang, OSIS kelas dua memetik gitar.
🎶🎶🎶
Cinta kita memang tidak
Semudah yang di bayangkan
Dulu kita saling menyakiti
__ADS_1
Dan hampir menyerah
Tapi kini kita ada
Tuk saling menyempurnakan
Ku berdoa untuk
Bisa hidup bersamamu
🎶🎶🎶🎶🎶
Rasa rasanya dunia sedang berhenti hanya untuk menyaksikan mereka berdua saling beradu tatap seperti ini.
⏳⏳⏳
Pukul 11 malam, seluruh siswa bersiap kelapangan dan menatap kembang api yang di siapkan sekolah kembang api bertuliskan selamat perpisahan untuk kelas tiga mulai dinyalakan.
Al melingkarkan tangannya kedalam pelukan El, lelaki itu membalasnya sambil mata keduanya masih menatap kearah langit.
"Al sayang banget sama El" ujar Al lirih "Jangan tinggalin Al ya"
El menciumi puncak kepala Al, memeluk perempuan itu seolah esok mereka tidak memiliki waktu untuk ini.
"Gue juga, sangat sangat sangat sayang sama elo" katanya mengusap lengan Al. "Gue janji, bakalan disisi elo selamanya" kalimat itu dengan tulus dituturkan oleh El, dengan kesungguhan yang paling sungguh dari hatinya.
Dari belakang, dengan sengaja Arnol melempar petasan kearah mereka sehingga pelukan Al dan El harus terlepas berkat keisengan Arnol dan yang lain.
Melihat ekspresi ketakutan dari Al dan El, Ivana, Sena, Arnol, Febri dan Gandi tertawa terbahak bahak. El masih melotot kearah mereka namun Arnol lebih dulu merangkul El dari belakang.
"Goodd bye putih abu abu" teriak mereka kompak.
Sekarang proses pencarian jati diri telah berakhir, mereka sudah melalui banyak hal di putih abu abu. Mencari jati diri yang selama ini mereka sering katakan pada dunia. Yang tersisa sekarang hanyalah melangkah dan menjadi jati diri yang membuat mereka berproses sangat panjang.
Selamat tinggal putih abu abu, selamat datang dunia yang sesungguhnya, yang menyajikan realita tanpa pembelaan. Yang penuh misteri yang penuh terluka dari badai kehidupan.
Tapi mereka masih bergandengan, semuanya belum berakhir, bahkan tentang persahabatan mereka. Terimakasih sahabat pernah mampir dan mewarnai kehidupan, dimanapun mereka menginjakan kaki, kenangan yang pernah mereka torehkan akan selalu mereka bawa.
Terimakasih sahabat sudah membuat putih abu abu ku setidak tidaknya tidak buruk dibandingkan yang lain, terimakasih sahabat berkatmu putih abu abu ku menyenangkan.
⏳⏳⏳⏳
Temen temen, makasih banyak udah baca Al dan El dari awal sampai akhir
Maaf kalau aku menyebalkan, kalau aku bikin cerita ini gak seru
Tapi tulus dari hatiku, makasih kalian yang udah ngebaca cerita ini
⏳⏳⏳
Komen yang mau squelnya, karena emang disengaja cerita udah tamat disaat konflik Kharisma baru muncul
⏳⏳⏳
Sampai bertemu dilain hari, dilain kesempatan dengan cerita yang berbeda ya
⏳⏳⏳
Salam hangat temanmu
__ADS_1
Asih Suyadi