AL Dan EL

AL Dan EL
Keajaiban Lima Puluh Tujuh


__ADS_3

Yang pernah salah dimasa lalu akan kembali berulah ketika dia punya celah


⏳⏳⏳


El sampai panik saat mendengar Al menghilang, apalagi Hafiz yang terlihat terlalu santai mengatur strategi pencarian Al. El terlalu tidak sabar sampai pergi ke tenda Arnol untuk mengambil kunci motor, Jalan yang di lalui jurit tadi akan lebih cepat jika di potong melalui jalan raya hingga ke pos Lima. Setelah disana, El akan mulai pencarian. Saat hendak memasuki tenda, El melihat Arnol yang berjalan dari arah tenda kelas Kharisma.


"Eh, tau Kharisma gak?" Tanyanya pada salah satu siswa yang melintas.


Mendengar itu, El seperti merasa aneh dengan gelagat dari Arnol, apalagi saat El mendesak untuk menanyakan keberadaan Al, sorot mata lelaki itu tampak santai saja. Tidak ada sorot ketakutan atau perasaan bersalah sama sekali.


El mendekati Arnol hingga lelaki itu terjingkat, Arnol menatap El yang kaku, tanpa senyum.


"Ke-kenapa El?" Tanyanya mulai takut


El menarik kerah Arnol menuju ke dalam tenda. Melemparnya begitu saja, lalu mulai mencengkram kembali kerah lelaki itu.


"Dimana Al?" Tanya El


Arnol mulai takut apalagi sisi El yang kaku dan kejam, dia seolah tengah memperlihatkan perlakuan kasarnya . Lelaki itu menelan Saliva dengan susah payah


"Gu-gue bener bener gak tahu" ujarnya


El menekan kembali tarikan di kerah baju Arnol, lalu menyeret lelaki itu mendekati arang api yang belum mati sejak sore tadi.


"Lo milih ngaku atau wajah elo gue panasin pakek ini" ancam El sarkatistik.


El menaruh curiga pada Arnol, lelaki ini tampak santai meskipun Al dinyatakan menghilang dan sedang dalam proses pencarian.


"Iya iya gue ngaku" Arnol mengangkat kedua tangan tanda menyerah.


El melepaksan cengkraman di leher Arnol ,menatap lelaki itu dengan tatapan menghunus.


"Sebenernya, tadi Kharisma minta bantuan gue, katanya dia pengen ngobrol sama Al" Arnol berkata dengan nafas yang terengah-engah "Sumpah, gue gak ada niatan buat ninggalin Al sendirian, cuman Kharisma yang minta ke gue buat ninggalin Al sendiri di pos terakhir, jadi gue tinggalin" kata Arnol lagi


El mengeraskan rahangnya, apalagi saat dia menyadari Kharisma tidak ada di kerumunan orang orang. Apakah mereka sedang berduaan di tengah hutan sekarang? Menyadari kenyataan itu El merasa panas sendiri.

__ADS_1


"Sumpah El, gue cuman ninggalin Al bentar buat kencing, pas gue balik lagi gue udah gak liat Al lagi, gue kira Al pergi sama Kharisma, makanya sekarang gue nyari Kharisma" jelas Arnol.


"Dimana elo ninggalin dia?"


"Di-di di perbatasan antara pos Lima dan empat"


Setelah mendapatkan jawaban tanpa menunggu perintah Hafiz, El mengambil motor dan mencari jalan pintas. Lebih cepat ketika dia menggunakan motor menuju pos Lima dibandingkan harus jalan kaki.


⏳⏳⏳


Alriestella menatap hutan saat Arnol pamit untuk buang air kecil sebentar. Entah kenapa sesuatu yang berbunyi dengung menghantam telinganya, jantung Al berdetak dengan kencang dan nafasnya terasa sesak.


Al diam memaku dan tidak bisa menggerakkan badannya barang sebentar. Tubuhnya terasa kaku apalagi tatapan matanya mengabur.


"Alriestellaaaaa" panggilan dengan suara mirip seperti kepunyaan Leo pamannya terdengar.


Al duduk sambil berteriak memegangi telinga. Nafas Al terdengar memburu, dia menggigil ketakutan. Tidak, situasinya saat ini bahkan jauh lebih mirip dengan situasinya empat tahun yang lalu, ketika Leo akan memperkosanya.


"Alriestella" lagi lagi suara menyeramkan itu kembali terdengar di telinganya.


"Alriestella Om disini sayang, oom pengen main sama kamu" suara nya semakin terdengar.


"Enggak, Al gak suka sama om Leo" teriaknya menggebu.


Al terlalu ketakutan hingga menjatuhkan senternya, perempuan itu terus berjalan melintasi apapun dan dimana pun tanpa mengikuti rute lilin yang sudah dimatikan oleh panitia camping.


Al menekan Saliva sekuat mungkin, dia bersembunyi pada batang pohon yang besar berharap suara terkutuk itu tidak lagi dia dengar


"Alriestella, oom sayang kamu Al, ayo main sama oom" bahkan suara terkutuk itu semakin jelas terdengar, Al menutup telinga dan memejamkan mata.


Tidak ada hal yang paling menakutkan saat Al sendirian di kegelapan. Bayangan ketika Leo menyentuh tubuhnya di ruangan gelap kembali terputar, nafas Al sesak hanya membayangkannya kembali. Perempuan itu lantas bangkit dan berlari lagi, berlari lebih kencang dari sebelumnya.


Dugh


Al tidak lagi bisa melihat dengan jelas dan menyandung sebuah akar besar. Al harus terjatuh, tergelinding kebawah dan membentur pohon besar. Perempuan itu menatap sekeliling dengan sayu, perlahan lahan tatapannya memudar.

__ADS_1


⏳⏳⏳


Arnol menarik nafas lega setelah melihat kepergian El, dan lelaki itu kembali mencari Kharisma. Saat menatap kerumpulan Hafiz yang bergerak bubar, Arnol mendekati Hafiz.


"Lo tahu Kharisma dimana gak?" Tanya Arnol


"Kharisma?" Hafiz menatap sahabatnya itu "Dia ada di tenda panitia"


Mendengar Kharisma ada ditenda panitia dan proses pencarian akan dilakukan membuat Arnol kini merasa ketakutan, berarti Kharisma tidak bersama dengan Al saat ini.


Lelaki itu lantas pergi kearah tenda panitia dan melihat Kharisma yang seperti sedang ikut mengatur dalam pencarian Al.


"Ma" panggil Arnol


Lelaki yang dipanggil menoleh dan lantas berjalan kearah Arnol. mereka berpandangan sebentar dengan isi kepala yang berbeda beda


"Lo, Lo ninggalin Al dimana?" Bisik Kharisma dengan suara pelan


"Seharusnya gue yang nanya, sekarang Al dimana?"


"Gue kan udah bilang ke elo, tinggalin Al di perbatasan pos kelima dan empat, kenapa dia bisa gak ada disana" Kharisma memperjelas bahwa ketika dia tiba di tempat yang mereka janjikan Al sudah tidak ada disana. Bahkan tidak ada siapa siapa yang Kharisma temui.


"Maksud Lo apa, gue jelas jelas ninggalin dia disana, gue langsung balik ke tenda karena gue pikir Al udah sama elo" kali ini nada suara Arnol ikut memanas.


"Lo gimana sih, kalau ada apa apa sama Al gimana?" Pertanyaan dari Kharisma itu terdengar menyalahkan Arnol, padahal sejak awal Arnol menolak untuk merencanakan ini semua.


"Lo nyalahin gue?" Arnol terpancing emosi bahkan dia mengeraskan suaranya "ini gara gara ide gila elo, kalo sejak awal elo gak minta gue buat ninggalin Al di hutan Al gak akan ilang kayak gini"


Kharisma menatap sudut mata Arnol dan berdecak "Tapi orang orang bakal nyalahin elo duluan karena terlalu egois ninggalin teman satu kelompoknya" ujar Kharisma yang benar benar memancing kemarahan Arnol


Saat lelaki itu berniat beranjak, Arnol lantas menarik lengan Kharisma, menatap butiran mata Kharisma dengan kobaran kemarahan.


"Lo emang brengsek ya, Lo masih kayak dulu Ma ternyata" Arnol menjedanya "Bahkan elo selalu ninggalin kekacauan masalah elo tanpa ngebenerinnya" Arnol melepaskan cekalan dan ikut bergabung dengan siswa yang bersiap siap mencari Al. Setidaknya Arnol harus mencari Al terlebih dahulu.


note, tebak tebakan kuy, siapa yang nemuin Al terlebih dahulu?

__ADS_1


__ADS_2