
Cemburu adalah rasa tanpa logika, karena semua tidak bisa direncanakan tanpa kemauan
⏳⏳⏳
Al berjalan tanpa nyawa di koridor, lingkaran panda memenuhi mata bulat sipit yang hampir tidak pernah digunakan begadang. Bahkan dengan lemas Al hanya menatap catatan mengenai rencana untuk dia lakukan bersama El setelah berpacaran, sebuah rencana yang belum pernah terwujud, apalagi seulas rasa bersalah menyelimuti hati Al.
"Ahhh mau bilang apa ke El kalo gini" kata Al berjalan tanpa semangat
Di belakangnya, Arnol merangkul leher Al dan berdada, menyisir rambut kebelakang lalu tersenyum
"Pagi cabe, gimana udah ngebucin belum hari ini?" Tanya Arnol penuh semangat
Al hanya mengerucutkan bibir tanpa minat, mata Arnol melihat secarik kertas yang di pegang Al tanpa semangat.
"Be, semangat dong, kayak udah diumumin sama malaikat Israfil kalau besok dia mau niup terompet aja" cibir Arnol melihat wajah Al yang ditekuk
Al berhenti lalu menghentakkan kaki, begitu Al ingin memprotes Arnol lebih dulu merebut kertas dan ber lari.
"Pinjem be gue penasaran sama isinya," teriakan itu masih saja menggema.
"Ihhh Arnol, jangannnnnnnn" Al tidak kalah berteriak, siswa siswi yang berjalan disampingnya melirik dengan tajam, tapi Al tidak perduli.
"Al" suara berat dengan sedikit serak serta terdengar tajam itu membuat tubuh Al terpaku, perlahan tubuhnya di putar dan melihat El yang berjalan kearahnya.
Semalam bayangan mengenai Kharisma yang mencium Al membuat perempuan itu ingin menangis oleh rasa bersalah. Kaki Al mundur kebelakang disaat kaki milik El melakah maju. Dan melarikan diri adalah solusi paling utama untuknya.
El hanya terdiam melihat Alriestella yang bergerak menjauh, gadis kecil itu berlari pergi, tidak kearah roftof tapi berlari menjauh dari kelas. El terus berjalan tanpa ikut berlari mengejar El, menapaki lantai lantai sampai berada dikelasnya.
"Haha dasar mesum" Arnol tertawa cekikikan begitu melihat kertas yang diambil secara paksa dari Al.
Mendengar kursi disebelahnya digeser Arnol langsung menoleh dengan sisa tawa.
"El El Lo kudu liat ini" Arnol menyodorkan kertas
Dengan angkatan alis El menerima, lelaki yang hendak beranjak ke rofot membaca perlahan isi dari kertas kecil itu.
pergi ke taman bermain
Diner
Kiss dibawah hujan
Menyatakan kasih sayang
__ADS_1
Main petak umpet
Menikah 😊
Alis El semakin terangkat dengan tinggi, apalagi saat dia membalikan isi kertas tidak ada isi apapun selain tulisan itu.
"Gimana pas elo baca itu, ada kesan geli gak?" Tanya Arnol penasaran dengan reaksi dari El
Lelaki itu mengembalikan kertas tanpa berespresi, membuat Arnol menahan kecewa.
"Biasa aja" jawab El
"Woy kutu beruang, Lo tau gak siapa yang nulis ini?"
El menggeleng hanya menggeleng saja tanpa mengatakan sepatah kata.
"Itu si Al yang nulis, kayaknya dia pengen itu dilakuin sama elo"
Saat mendengar nama Al, El langsung menatap Arnol dengan tajam. Al menulis iu, menulis keinginannya selama berpacaran dengan El dan lelaki ini belum mewujudkan sama sekali.
"Minjem" El merebut kembali kertasnya lalu memfoto begitu saja dan mengembalikan ke Arnol
⏳⏳⏳
Selama pelajaran pun Al selalu menghindari El, perempuan itu juga selalu banyak alasan saat diajak berbicara dengan El, aneh, padahal kemarin hubungan keduanya masih baik baik saja. Dan kenapa El merasa begitu peduli dengan urusan kecil seperti ini?
Sekarang pun saat El mencari keberadaan Al, perempuan berambut panjang hitam kecoklatan tidak juga dia temui, perpustakaan, kantin, kelas bahkan taman pun juga tidak ada, diatas roftof juga tidak dia temukan si Al. Kemana perginya gadis itu?
"Feb" suara berat yang khas dari El membuat Febri menoleh, lelaki yang kini berjalan bersisian dengan Arnol melebarkan mata begitu mendengar El memanggil namanya untuk pertama kali.
"Lo tahu Al dimana?" Tanyanya singkat tanpa basa basi sama sekali.
"Ha?" Febri cengo sendiri
"Oh si Al bucinnya elo itu?" Arnol ikut menyeletuk "dia ada di ruangan seni, coba aja kesana"
Setelah mendapatkan jawaban tanpa kalimat terimakasih El pergi begitu saja. Dia melangkahkan kaki secepat mungkin sebelum Al tahu kalau dirinya akan menemui Al.
Begitu langkah El berada didepan ruang seni, El mendengar suara genjrengan gitar, mendengar suara merdu Al yang selalu membuat El diam tanpa kata. Pintu itu dibuka oleh El dan lelaki itu menemukan Alriestella duduk diatas kursi sambil menatap arah jendela.
"Iiihhh kan udah ada tulisan didepan pintu kalau ruangan gak bisa digunain, kenapa masi__" celotehan Al harus terhenti saat tahu El sudah berjalan kearahnya.
"El" lirihnya
__ADS_1
El menatap Al yang kini meletakkan gitar kebingungan, Al tidak menatap matanya, dia memalingkan tatapan dan sudah berniat kabur
"Mau kemana?" Tanya El langsung memegang bahu Al
"Al Al tadi disuruh miss Ani ke kantor"
"Udah alasannya, kenapa elo ngehindari gue seharian?"
Al menggeleng " Al gak papa kok"
Aneh El memang tidak menyukai Al , tapi saat tahu gadis didepannya ini bersikap aneh dan menjauhi dirinya El jadi merasa sekolahan sepi, merasa tidak menemukan keasyikan dan merasa ada yang aneh. Hingga membuat lelaki yang kini menatap gelagat aneh dari kekasih merasa ingin menemukan jawaban tentang apa yang dia rasakan dengan mendatangi Al.
"Gue tanya elo kenapa?" El mempertegas kalimatnya "apa gue buat kesalahan sama elo?" Tanyanya lagi
Al menggeleng , butiran mata yang dia coba tahan bercucuran kebawah, bahu Al naik turun, gadis dengan kunciran satu menangis terisak isak tanpa bisa dicegah, El melepaskan cengkraman di bahu Al.
"Maaf" kata El lirih
Al menggeleng "El gak salah kok tapi Al yang salah" dengan sekuat tenaga Al mengangkat kepala dan menatap bola mata El.
"All"
"Al yang salah maafin Al , El" gadis itu langsung memeluk El dengan erat, menumpahkan tangisnya di dada El.
Rasanya ada keanehan yang hinggap di dada El, lelaki yang belum pernah jatuh cinta itu merasa pelukan Al begitu hangat, merasa dia begitu nyaman dipeluk oleh Al, dan merasa jantungnya berdebar hanya dengan dipeluk dan merasa memeluk gadis mungil ini
"Lo kenapa?, jelaskan ke gue" perlahan El mendorong pelukan itu dengan lembut, lalu menatap mata Al yang sudah basah.
Dia menyeka air mata kekasihnya, pipi mulus yang baru merasakan disentuh El pertama kali lantas menatap El.
"Kemarin kemarin hiks" Al terisak "kemarin Kharisma datang ke cafe Om Welno"
Usapan tangan El terhenti dan harus terjatuh dengan lemas, Kharisma? Kenapa lelaki itu harus datang ke cafe Welno?.
"Terus?"Tanya El meminta Al melanjutkan ceritanya
"Terus hiks terus Kharisma nyium Al" ujarnya "Al gak tahu El, Al gak mau dicium Kharisma tapi dia nyium Al, Al minta maaf, Al gak sengaja, Al juga gak mau, Al minta maaf El, Al minta maaf udah nyakiti El, Al minta maaf" butiran bening itu langsung berjatuhan

El diam saja, harus bereaksi seperti apa? Marah kepada Al yang nyatanya perempuan didepannya ini tidak tahu, tapi mendengar bahwa Kharisma mencium Al, membuat jantung dan hatinya teriris. El ingin membunuh lelaki itu, membunuhnya sampai Kharisma menyesal telah dilahirkan didunia.
El tidak bereaksi, tapi langsung berjalan pergi dan membanting pintu seni begitu saja.
note : kira kira si El bakal ngapain?
__ADS_1